Rabu, Juli 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kutu Loncat Politik: Rusdi Masse Move On ke PSI

by dimas
Januari 30, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Coba bayangkan kamu lagi nongkrong santai, scroll medsos, tiba-tiba dapet notifikasi “Breaking News: Kader Nasdem Pindah ke PSI Lagi”. Rasanya kayak nonton sinetron yang episode barunya keluar tiap hari Kamis, tapi lebih absurd daripada drama Korea.

Terbaru, Rusdi Masse Mappasessu, eks Ketua DPW Nasdem Sulawesi Selatan, resmi “move on” ke PSI. Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, langsung menyambutnya dengan penuh semangat.

“Ke Makassar naik Air Asia. Jangan lupa minum es. Mari keluarga Partai Solidaritas Indonesia. Kita sambut Bang RMS,” ujar Kaesang di Rakernas PSI, Kamis (29/1/2026).

Kutu Loncat Bukan Fenomena Baru

Rusdi Masse bukan pionir “kutu loncat”. Tahun lalu, Ahmad Ali dan Bestari Barus lebih dulu hijrah dari Nasdem ke PSI dan langsung mendapat posisi prestisius. Ali jadi Ketua Harian PSI, sementara Bestari Barus jadi Ketua Dewan Pimpinan Pusat.

Ali dengan polos bilang, keputusan pindah ini bukan karena tekanan jabatan, tapi karena “komitmen personal” dengan Rusdi Masse. Menurut Ali, mereka punya janji politik tidak akan saling meninggalkan. Jadi bayangin, politik Indonesia sekarang punya versi BFF politik sahabatan dulu, baru pindah partai bareng.

Ini Belum Selesai

Papua Terus Berdarah: Saat Dialog Kalah oleh Senjata

AI Makin Pintar, Mengapa Manusia Justru Berhenti Berpikir?

Ambisi PSI: Sulawesi Jadi Kandang Gajah

Ali optimis kehadiran Rusdi di PSI akan membuat Sulawesi jadi “Kandang Gajah”. Katanya sih, pengalaman Rusdi waktu bikin Nasdem menang di beberapa wilayah Sulawesi bakal diulang di PSI. Netizen cuma bisa ketawa sambil bilang “Oke, jadi strategi politik kita sekarang beli pengalaman dari mantan partai lain.”

Tapi jangan salah, PSI percaya diri. Mereka yakin sejarah kemenangan bisa diulang. Ironisnya, Golkar partai yang sudah lama berdiri tapi rasanya cuma bisa geleng-geleng kepala sambil nonton drama pindah partai ini.

Nasdem Santuy Tapi Tetap Was-was

Di sisi lain, Nasdem tetap santuy. Wakil Ketua Umum Saan Mustopa menegaskan, partai menghormati keputusan kader yang pindah.

“Enggak masalah, mereka punya pilihan. Tapi kita tetap konsen menjaga kekuatan di wilayah Timur,” jelasnya.

Secara publik, fenomena ini menimbulkan stigma kader yang pindah partai sering disebut opportunis atau kutu loncat. Tapi bagi netizen Gen Z, ini lebih mirip konten TikTok politik lucu, absurd, tapi tetap bikin mikir.

Punchline: Politik Indonesia, Sekotak Drama

Moral dari kisah ini? Di Indonesia, politik itu kayak kotak es campur kadang manis, kadang bikin perut kaget, dan kadang ada spons di dalamnya. Kader bisa pindah partai bukan karena ideologi, tapi karena kesempatan, komitmen personal, atau strategi elektoral. Dan kita sebagai publik? Tinggal scroll, ketawa, dan nunggu episode selanjutnya. @dimas

Tags: dramaKaesangnasdemNasionalPartaiPolitik IndonesiaPSI

Kamu Melewatkan Ini

Tank Bisa Ditunda, Lapar Nggak Bisa Disuruh Antre

Tank Bisa Ditunda, Lapar Nggak Bisa Disuruh Antre

by teguh
Juli 19, 2026

Satu tanda tangan mampu menggeser miliaran rupiah dalam APBN. Namun, satu pidato tidak pernah bisa mengenyangkan perut rakyat karena lapar...

Senjata atau Perut Rakyat? Dilema Negara Anggaran Pertahanan Masuk Meja Efisiensi

Senjata atau Perut Rakyat? Dilema Negara Anggaran Pertahanan Masuk Meja Efisiensi

by teguh
Juli 18, 2026

Ketika Presiden RI Prabowo Subianto membuka opsi mengurangi anggaran pertahanan demi memberantas kemiskinan, negara menghadapi pertanyaan besar keamanan itu soal...

Prabowo Bidik Efisiensi Pertahanan: Kesiapan TNI Dipertaruhkan?

Prabowo Bidik Efisiensi Pertahanan: Kesiapan TNI Dipertaruhkan?

by teguh
Juli 18, 2026

Presiden Prabowo membuka kemungkinan mengurangi anggaran pertahanan dan kepolisian demi melawan kemiskinan. Komisi I DPR mendukung efisiensi, tetapi mengingatkan negara...

Next Post
Kapal Riset China di Laut Arab Memicu Ketegangan Militer AS-Iran

Kapal Riset China di Laut Arab Memicu Ketegangan Militer AS-Iran

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id