Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dana Hibah Keraton Solo Jadi Sorotan, Pihak Pribadi? Ini Kata PB XIV Purboyo

by Anisa
Januari 23, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkap fakta mengejutkan selama ini dana hibah untuk Keraton Solo mengalir ke rekening pribadi, termasuk atas nama Pakoe Boewono XIII. Pernyataan ini memicu respons dari pihak Keraton yang menegaskan bahwa mereka selama ini mengikuti prosedur dan kebijakan pemerintah.

Keraton Solo: Hanya Menjalankan Arahan Pemerintah

PB XIV Purbaya menegaskan bahwa pihak Keraton tidak pernah memaksa atau mendesak pemerintah untuk mencairkan dana hibah. “Mengenai pernyataan Fadli Zon soal dana hibah ke pribadi, kita kan ikut arahan pemerintah. Anggaran itu turun bukan permintaan kita, tapi arahan dari pemerintah,” ujarnya saat ditemui di Masjid Agung Solo, Jumat (23/1/2026).

PB XIV menegaskan bahwa pihak Keraton menyerahkan sepenuhnya semua keputusan terkait anggaran kepada otoritas yang berwenang dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Dengan kata lain, Keraton berperan sebagai penerima hibah sesuai prosedur, bukan inisiator pencairan dana.

Dana Hibah Keraton Solo Jadi Sorotan, Pihak Pribadi? Ini Kata PB XIV Purboyo

PB XIV Purboyo saat di ajak Foto bersama Jamaah sholat Jumat di Masjid Agung KagunganNdalem, Jumat (23/1/2026)

Menbud: Hibah Perlu Pertanggungjawaban

Sebelumnya, Fadli Zon menyatakan bahwa Keraton Solo menerima hibah dari berbagai sumber, mulai dari Pemerintah Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, hingga APBN. Namun, menurut catatan Kementerian Kebudayaan, penerima hibah itu tercatat atas nama pribadi, bukan lembaga Keraton.

“Keraton Solo mendapatkan hibah dari kota, provinsi, lalu APBN. Selama ini penerimanya pribadi. Ke depan, kami ingin ada pertanggungjawaban yang jelas, termasuk untuk hibah dari APBN,” ujar Fadli dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Kamis (22/1/2026).

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Jika dana hibah dicairkan atas nama pribadi, secara administratif pemerintah berisiko kehilangan jejak akuntabilitas. Di sisi lain, pihak Keraton mendapat fleksibilitas dalam penggunaan anggaran untuk kebutuhan budaya. Publik tentu ingin kepastian, apakah dana hibah itu untuk budaya atau sekadar menyalurkan uang ke rekening pribadi atau hanya untuk pansos politik kepentingan pihak tertentu?

Kasus ini menegaskan satu hal di dunia hibah budaya, prosedur bisa melindungi, tapi juga menimbulkan pertanyaan. Tergantung perspektif, yang mengikuti prosedur bisa jadi tampak bersih, atau justru tak terlihat bertanggung jawab. (red)

Tags: DanaKGPAA HamangkunagorokratonKraton SurakartaMenteriPB XIIIPB XIVSolo

Kamu Melewatkan Ini

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

by teguh
Oktober 13, 2026

Museum tak harus menunggu pengunjung datang. Kali ini, koleksi sejarah dan budaya Solo yang biasanya tersimpan di gedung museum justru...

Patriot Bengawan Bidik Posisi Kedua PORPROV Jateng

Patriot Bengawan Bidik Posisi Kedua PORPROV Jateng

by eko
Oktober 8, 2026

Patriot Bengawan siap berlaga di PORPROV Jateng 2026. Kontingen Surakarta membidik posisi kedua dengan target 95 medali emas. Tabooo.id: Surakarta...

Api Padam, Panas Belum Pergi: Apa yang Sebenarnya Terjadi di TPA Putri Cempo?

Api Padam, Panas Belum Pergi: Apa yang Sebenarnya Terjadi di TPA Putri Cempo?

by teguh
September 25, 2026

Api kembali muncul di TPA Putri Cempo, Solo, Kamis 24/9/2026. Petugas sebelumnya terus membasahi titik panas setelah kebakaran besar melanda...

Next Post
Microsoft 365 Down, Pekerjaan Ikut Tumbang di Jam Kerja Pagi

Microsoft 365 Down, Pekerjaan Ikut Tumbang di Jam Kerja Pagi

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id