Senin, Agustus 24, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Usai Konflik, PB XIV Sambangi DPR: Silaturahmi untuk Stabilkan Kraton Surakarta

by Anisa
Januari 21, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakoe Boewono XIV Purbaya resmi menjejakkan kaki di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat. Ia datang bersama sang ibu, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakoe Boewono, dan kakaknya, GKR Anom Sekarjati. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyambut mereka secara langsung bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani.

Secara resmi, mereka datang untuk bersilaturahmi dan meminta masukan agar Keraton Surakarta Hadiningrat tetap berjalan lancar. “Kami datang untuk bersilaturahmi dan menerima masukan agar keraton tetap berjalan baik serta selalu ada musyawarah,” ujar Pakubuwono XIV.

Usai Konflik, PB XIV Sambangi DPR: Silaturahmi untuk Stabilkan Kraton Surakarta

PB XIV Purboyo bersama Sang Kakak GKR Anom Sekarjati saat di temui awak media di gedung Parlemen Jakarta. Rabu (21/1/2026).

GKR Anom menambahkan, pertemuan juga membahas kisruh perebutan kepemimpinan keraton yang belakangan ramai jadi konsumsi publik. “Ada sedikit pembahasan seperti itu… tapi kami hanya mohon arahan saja dari pemerintah, kami harus seperti apa,” kata GKR Anom.

Dari pertemuan ini, terlihat jelas bahwa keraton ingin menjaga citra sekaligus memperkuat posisi mereka di mata pemerintah. Pemerintah pun mendapat posisi nyaman sebagai “penengah resmi,” memastikan konflik internal tak mengganggu stabilitas publik.

Siapa yang diuntungkan? Keraton mendapatkan legitimasi dan arahan politik, sementara pemerintah bisa tampil sebagai mediator yang peduli budaya dan tradisi. Siapa yang dirugikan? Publik luas dan media mungkin tetap menunggu transparansi lebih, karena konflik internal keraton tetap jadi berita nasional tanpa kepastian solusi.

Ini Belum Selesai

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Kolom Abu Capai 250 Meter

500 Warga Kebumen ke Jakarta: Dukung Pemerintah, Tapi Tetap Kritik MBG

Akhir kata, di atas panggung silaturahmi, tampaknya politik dan budaya berpegangan tangan, sementara rakyat hanya bisa menonton, sambil berharap kerajaan tetap rukun lebih lama daripada drama di media sosial. (red)

Tags: PB XIV

Kamu Melewatkan Ini

Kraton Solo Gelar Jamasan Pusaka Nyai Setomi Jelang Garebeg Mulud

Kraton Solo Gelar Jamasan Pusaka Nyai Setomi Jelang Garebeg Mulud

by eko
Agustus 23, 2026

Kraton Solo menggelar Jamasan Pusaka Nyai Setomi di Sitinggil Lor sebagai bagian dari rangkaian persiapan Hajad Dalem Garebeg Mulud 2026....

Gugatan Nama Pakubuwana XIV Tak Diterima, Gusti Moeng Siapkan Banding

Gugatan Nama Pakubuwana XIV Tak Diterima, Gusti Moeng Siapkan Banding

by Tabooo
Agustus 3, 2026

PN Solo menyatakan gugatan Gusti Moeng terkait perubahan nama KGPH Purboyo menjadi Sri Susuhunan Pakubuwana XIV tidak dapat diterima. Pihak...

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

by Tabooo
Juni 9, 2026

Dua Kirab Malam 1 Suro di Keraton Surakarta disebut berpotensi digelar pada tanggal yang sama. Situasi ini memicu kekhawatiran karena...

Next Post
Izin, Hutan, dan Luka Lama yang Akhirnya Dibuka

Izin, Hutan, dan Luka Lama yang Akhirnya Dibuka

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id