Senin, Juni 29, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bertemu Raja Charles III, Prabowo Bawa Isu Pelestarian Lingkungan

by dimas
Januari 19, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Prabowo Subianto bersiap menemui Raja Inggris Charles III dalam lawatan kenegaraan ke London. Pertemuan ini tidak berhenti pada seremoni istana. Pemerintah Indonesia menjadikan pelestarian lingkungan hidup sebagai agenda utama, dengan fokus pada konservasi gajah yang kian terdesak oleh ekspansi ekonomi dan krisis iklim.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa Prabowo akan membahas isu pelestarian alam bersama Raja Charles III dan sejumlah tokoh filantropi dunia. Raja Charles selama ini dikenal aktif menyuarakan agenda lingkungan global. Pertemuan ini pun memberi sinyal jelas Indonesia ingin tampil sebagai mitra serius dalam diplomasi hijau internasional.

Bagi Indonesia, langkah ini bukan sekadar membangun citra. Arah kebijakan lingkungan global berpengaruh langsung pada kawasan konservasi, masyarakat sekitar hutan, serta keberlanjutan sektor pariwisata dan agraria. Keputusan elite dunia kerap menentukan nasib ruang hidup masyarakat lokal.

Bertemu PM Inggris, Ekonomi dan Maritim Jadi Fokus

Selain bertemu Raja Charles III, Prabowo juga akan menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak akan membahas kerja sama strategis di bidang ekonomi dan maritim.

Pemerintah Indonesia menaruh harapan besar pada penguatan hubungan ekonomi dengan Inggris. Harapan ini muncul di tengah ketidakpastian global dan perlambatan ekonomi dunia. Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, kerja sama maritim menjadi kunci, mulai dari investasi pelabuhan, penguatan logistik laut, hingga keamanan jalur perdagangan internasional.

Ini Belum Selesai

Gus Ipul: Sekolah Rakyat Bukan Ruang Titipan

Suran Agung PSHWTM ke-123, Persaudaraan Jadi Kekuatan

Dampak dari kerja sama ini paling cepat dirasakan oleh pelaku industri, pekerja sektor maritim, dan wilayah pelabuhan. Selama ini, daerah-daerah tersebut menunggu arus investasi dan alih teknologi yang lebih konkret.

Dari London ke Davos, Indonesia Masuk Panggung Dunia

Setelah menyelesaikan agenda di Inggris, Prabowo akan melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss. Di sana, ia akan menghadiri World Economic Forum (WEF), salah satu forum ekonomi paling berpengaruh di dunia.

Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato kunci di hadapan 61 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari seribu pemimpin global dan pelaku bisnis. Forum ini memberi Indonesia ruang untuk menawarkan peluang investasi sekaligus membaca arah ekonomi dunia.

Selain berpidato, Prabowo juga akan berdialog langsung dengan para CEO perusahaan multinasional. Dialog semacam ini kerap lebih menentukan arah arus modal dibandingkan kesepakatan formal antarnegara.

Bagi masyarakat, hasil pertemuan di Davos memang jarang terasa instan. Namun, keputusan investasi global bisa membuka lapangan kerja baru—atau sebaliknya, memperdalam ketergantungan ekonomi nasional.

Sinyal Politik Sebelum Keberangkatan

Menjelang keberangkatan ke London, Prabowo sempat bertemu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas laporan dan perkembangan informasi terkini.

Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa agenda luar negeri ini tetap terhubung dengan dinamika politik dalam negeri. Pemerintah ingin memastikan diplomasi global berjalan seiring dengan konsolidasi politik nasional.

Pada akhirnya, lawatan Prabowo ke Inggris dan Swiss menampilkan dua wajah kekuasaan. Di satu sisi, pemerintah berbicara soal gajah dan hutan di istana kerajaan. Di sisi lain, pemerintah melobi investasi dan pasar di Davos. Pertanyaannya tetap sama apakah hasil diplomasi ini akan benar-benar menyentuh desa, hutan, dan dapur rakyat atau hanya berhenti sebagai foto pertemuan kelas dunia. @dimas

Tags: diplomasiGlobalInggrisLingkunganNasionalPolitik IndonesiaPrabowo Subianto

Kamu Melewatkan Ini

Karnaval Usai, Peradaban Diuji: Sampah Jadi Cermin Seperti Apa Kesadaran Publik

Karnaval Usai, Peradaban Diuji: Sampah Jadi Cermin Seperti Apa Kesadaran Publik

by teguh
Juni 27, 2026

"Masalah sampah di Indonesia bukan hanya persoalan teknis pengelolaan, tetapi persoalan pola pikir. Selama masyarakat masih menganggap sampah sebagai masalah...

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

by teguh
Juni 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri Puncak Pekan...

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

by dimas
Juni 21, 2026

Memuliakan kekuasaan atau memuliakan manusia? Ketika rakyat merasa terabaikan, kontrak sosial mulai retak, kepercayaan publik memudar, dan demokrasi kehilangan fondasi...

Next Post
Konsep Otomatis

Jalur Warga Menjadi Penentu Evakuasi Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id