Tabooo.id: Check – Sebuah video viral di Facebook menampilkan sosok yang mengaku sebagai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam video itu, narator menyampaikan pernyataan bernada menyindir. Ia mengatakan dana desa membuat para kepala desa menjadi kaya raya. Selain itu, narasi video menuding kepala desa kini memiliki banyak sawah dan tanah. Karena alasan tersebut, pembuat video menilai dana desa tidak tepat sasaran.
Lebih lanjut, narator mendorong pemerintah mengalihkan dana desa ke pembangunan infrastruktur pedalaman.
Akibatnya, banyak warganet terpancing emosi dan langsung membagikan video itu.
Namun, benarkah Purbaya pernah menyampaikan pernyataan tersebut?
Fakta
Jawabannya jelas: tidak benar.
Tim penelusur tidak menemukan satu pun pernyataan resmi Purbaya yang menyebut kepala desa menjadi kaya sejak adanya dana desa.
Purbaya juga tidak pernah mengucapkan narasi tersebut dalam konferensi pers, wawancara media, maupun rilis resmi pemerintah.
Selain itu, pemeriksaan audio menunjukkan fakta penting.
Alat pendeteksi suara mengindikasikan rekayasa AI yang sangat kuat pada suara dalam video tersebut.
Dengan kata lain, video itu tidak menggunakan suara asli Purbaya.
Karena itu, klaim yang beredar tidak memiliki dasar fakta.
Penjelasan
Video ini menunjukkan pola manipulasi konten yang sering muncul belakangan ini.
Pembuat konten mengambil potongan video pejabat publik.
Setelah itu, ia mengganti suara asli dengan suara buatan.
Lalu, ia menambahkan narasi emosional agar penonton cepat percaya.
Video tersebut memang menyerupai tayangan media nasional.
Namun, pembuat konten memelintir makna aslinya.
Video itu memiliki kemiripan dengan pemberitaan Tribunnews berjudul:
“Menkeu Purbaya Tak Goyah meski Didemo Kades se-Indonesia terkait Pencairan Dana Desa: Gak Berubah.”
Dalam berita aslinya, Purbaya tidak menyerang kepala desa.
Sebaliknya, ia menjelaskan alasan pemerintah menahan sebagian dana desa tahap II tahun 2025.
Pemerintah mengarahkan dana tersebut untuk pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih.
Pada saat yang sama, Purbaya menegaskan pemerintah tidak mengubah kebijakan tersebut.
Dengan demikian, video viral itu hanya memanfaatkan visual asli untuk menyampaikan pesan palsu.
Singkatnya: wajah asli, suara palsu, makna menyesatkan.
Ibarat foto KTP asli, tetapi biodatanya hasil karangan.
Kesimpulan
Kesimpulannya, klaim yang menyebut Purbaya mengatakan kepala desa menjadi kaya sejak adanya dana desa tidak benar.
Pembuat video menggunakan suara buatan dan narasi manipulatif.
Karena itu, konten tersebut berpotensi menyesatkan publik dan memicu emosi.
Di era AI, siapa pun bisa memalsukan suara pejabat.
Namun, publik tetap memegang kendali untuk berpikir kritis.
Sebelum share, cek dulu—biar gak ikut dosa digital. @eko





