Rabu, November 4, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pendakian Syafiq Berakhir Duka di Gunung Slamet, Keluarga Ikhlas

by Anisa
Januari 16, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality

Tabooo.id: Regional – Nama Syafiq Ridhan Ali Razhan sempat menghilang dari peta pendakian. Namun, hingga kini, ia tetap hidup dalam ingatan keluarga, relawan, dan warga di sekitar Gunung Slamet. Setelah 17 hari pencarian tanpa henti, tim akhirnya menemukan pendaki asal Magelang itu. Sayangnya, kepastian datang bersama duka. Syafiq meninggal dunia di jalur Gunung Malang, wilayah Purbalingga.

Dengan temuan itu, pencarian berakhir. Namun, bagi keluarga, perjalanan emosional justru memasuki fase penerimaan.

Keluarga Hanya Ingin Kepastian, Bukan Sensasi

Dokter telah memperkirakan waktu kematian Syafiq. Bagi keluarga, informasi ini tidak bertujuan membuka luka baru. Sebaliknya, mereka hanya membutuhkan kepastian sederhana untuk menentukan hari tahlil. Setelah doa panjang dan ikhtiar tanpa jeda, keluarga akhirnya memilih ikhlas.

Karena alasan itu pula, mereka menolak otopsi. Tidak ada tuntutan. Tidak ada tudingan. Keluarga menutup semua dengan penerimaan yang tenang.

Pendakian Kedua yang Menjadi Terakhir

Dari cerita sang ayah, Dani Rusman, terungkap fakta penting. Syafiq bukan pendaki berpengalaman. Gunung Andong menjadi pendakian pertamanya. Setelah itu, ia memilih Gunung Slamet sebagai gunung kedua dan ternyata, yang terakhir.

Ini Belum Selesai

Ketika Polisi Dilarang Nge-Vape, Siapa yang Mengawasi Pengawas?

Banjir Lahar Dingin Semeru Jebol Tanggul, Akses Jalan Lumajang Terputus

Lebih jauh, rencana pendakian pun berubah di tengah jalan. Awalnya, Syafiq pamit untuk mendaki Gunung Sumbing. Namun, entah karena dorongan spontan atau perubahan keputusan, ia justru berbelok ke Gunung Slamet. Pilihan singkat itu kemudian menjadi titik balik hidupnya.

Pesan Pendek, Peringatan Panjang

Sebelum hilang kontak, Syafiq sempat mengirim pesan kepada ibunya. Pesan itu kini menjadi kenangan paling pilu.
“Duh Bun, aku kok kesasar ke Gunung Slamet.”

Kalimat singkat tersebut menyimpan makna besar. Ia menjadi alarm keras tentang risiko pendakian tanpa persiapan matang, terutama bagi pendaki pemula yang kerap meremehkan medan.

Tak Ada yang Untung, Semua Belajar

Lalu, siapa yang diuntungkan dari tragedi ini? Tidak ada. Namun demikian, masyarakat mendapat pelajaran mahal. Gunung bukan sekadar tempat mencari konten atau pelarian sesaat. Ia menuntut perencanaan serius, izin yang jelas, restu orang tua, serta kesiapan fisik dan mental.

Sebaliknya, kerugian tampak nyata. Keluarga kehilangan anak. Relawan mengorbankan tenaga dan waktu. Alam kembali menjadi saksi bisu duka manusia.

Ikhtiar Tanpa Pamrih di Tengah Cuaca Buruk

Selama 15 hari pencarian, tim SAR gabungan, relawan, dan warga Desa Clekatakan bergerak tanpa pamrih. Menyusuri jalur terjal, tim SAR gabungan bersama relawan naik turun gunung siang dan malam, menembus hujan serta badai. Tanpa mengejar sensasi, seluruh upaya itu mereka lakukan demi satu tujuan sederhana: membawa pulang satu nama yang lama hilang.

Di sisi lain, isu miring soal kronologi dan keterangan teman Syafiq langsung ditutup keluarga. Mereka menolak prasangka. “Saya sudah ikhlas,” ujar Dani. Di tengah duka, keluarga memilih menjaga kemanusiaan.

Catatan Sunyi dari Gunung Slamet

Syafiq memang telah pergi. Namun, kisahnya tertinggal sebagai peringatan keras. Satu keputusan spontan bisa berdampak seumur hidup bagi banyak orang. Maka, sebelum melangkah ke gunung berikutnya, mungkin kita perlu berhenti sejenak dan bertanya: kita benar-benar siap, atau sekadar merasa berani? (red)

Tags: gunungmagelangMeninggalPencarianpendakipendakian

Kamu Melewatkan Ini

Di Tengah Penolakan, Konser Andrea Bocelli Tetap Berlangsung di Borobudur

Di Tengah Penolakan, Konser Andrea Bocelli Tetap Berlangsung di Borobudur

by dimas
Oktober 31, 2026

Konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur tetap digelar di tengah penolakan terkait isu Palestina. Polda Jawa Tengah menyiagakan pengamanan selama...

Liputan Anak Krakatau Berujung Pencarian, 5 Jurnalis Hilang Kontak

Liputan Anak Krakatau Berujung Pencarian, 5 Jurnalis Hilang Kontak

by dimas
September 8, 2026

Liputan Anak Krakatau berujung pencarian setelah kapal membawa 5 jurnalis hilang kontak di Selat Sunda. Basarnas melakukan pencarian. Tabooo.id: Pandeglang...

Bandara Jadi Arena Tikam, Politik Masih Pakai Otot?

Bandara Jadi Arena Tikam, Politik Masih Pakai Otot?

by teguh
April 20, 2026

Minggu siang, 19 April 2026, Bandara Karel Sadsuitubun di Langgur seharusnya menyambut kedatangan penumpang. Namun siang itu, tempat itu justru...

Next Post
RUU Perampasan Aset Dibahas DPR, Fokus Kejar Harta Hasil Kejahatan

RUU Perampasan Aset: Antara Pemulihan dan Risiko Penyalahgunaan

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id