Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Banjir dan Longsor Kepung Lereng Muria, Ratusan Desa Terdampak

by dimas
Januari 14, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Rentetan bencana hidrometeorologi kembali menghantam kawasan sekitar Pegunungan Muria, Jawa Tengah. Sejak akhir pekan lalu, banjir, banjir bandang, dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara, Pati, dan Kudus. Curah hujan tinggi yang turun tanpa jeda memicu luapan sungai, pergerakan tanah, dan kerusakan infrastruktur yang langsung mengganggu kehidupan warga.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan pemerintah daerah terus menangani dampak bencana tersebut. Meski intensitas kejadian cukup tinggi, hingga Selasa (13/1/2026) pemerintah belum menetapkan status darurat bencana.

“Belum ada penetapan darurat bencana. Status itu ditetapkan apabila kondisi sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat secara luas dan fluktuatif. Namun, kami tetap siaga jika terjadi perkembangan yang lebih berat,” ujar Luthfi.

Pati: Banjir Meluas, Longsor Telan Korban Jiwa

Kabupaten Pati menjadi salah satu wilayah paling terdampak. Data sementara mencatat banjir merendam 59 desa yang tersebar di 15 kecamatan. Bersamaan dengan itu, tanah longsor terjadi di 10 desa pada tiga kecamatan, dengan total sekitar 121 titik longsor.

Bencana tersebut merusak sedikitnya 20 rumah warga dan memaksa sekitar 80 keluarga bertahan dalam kondisi darurat. Sebanyak 264 jiwa terdampak langsung, dengan satu korban meninggal dunia. Aktivitas warga lumpuh, sementara akses ke sejumlah wilayah sempat terhambat akibat genangan dan material longsor.

Ini Belum Selesai

Starbucks Global Pangkas Gerai, Lalu Indonesia?

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran di DPRD DIY Diwarnai Kericuhan

Kudus: Arus Deras dan Longsor Renggut Tiga Nyawa

Di Kabupaten Kudus, dampak bencana berujung lebih tragis. Banjir dan longsor menewaskan tiga orang. Dua korban meninggal akibat terseret arus banjir, sementara satu lainnya tewas tertimbun material longsor.

Hujan deras yang mengguyur kawasan perbukitan membuat tanah kehilangan daya ikat. Longsor pun terjadi di tengah permukiman, menyisakan trauma bagi warga yang selamat dan meningkatkan kekhawatiran akan potensi bencana susulan.

Jepara: Akses Terputus, Listrik Padam, Lahan Pertanian Rusak

Jepara turut mencatat kerusakan signifikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mendata 23 titik banjir dan 22 titik tanah longsor. Akibatnya, 65 rumah warga rusak dan sekitar 692 hektare lahan pertanian terdampak, mengancam mata pencaharian petani.

Banjir dan longsor juga sempat memutus akses menuju salah satu desa di Kecamatan Keling. Jalan menuju Desa Tempur tertutup longsoran di puluhan titik, sementara jaringan listrik terputus setelah tiang dan kabel terdampak pergerakan tanah. Warga terisolasi selama beberapa waktu sebelum petugas membuka jalur darurat.

Kerusakan tidak hanya menimpa rumah. Satu tempat penggilingan kopi dilaporkan hanyut terbawa arus banjir. Tak hanya bangunan, sekitar lima ton kopi ikut terseret air, menghapus hasil kerja bertahun-tahun dalam hitungan menit.

Pemerintah Klaim Penanganan Berjalan, Warga Tetap Waspada

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan distribusi bantuan dan penanganan korban berjalan tanpa hambatan berarti. Pemerintah daerah, menurutnya, memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, mulai dari logistik hingga layanan darurat.

“Kami pastikan masyarakat tertangani dengan baik. Kebutuhan pokok sudah disalurkan,” tegas Luthfi.

Namun, di lapangan, warga di lereng Muria masih hidup dalam kecemasan. Setiap hujan turun, ancaman banjir dan longsor kembali menghantui. Bencana ini sekali lagi menunjukkan bahwa kelompok paling terdampak bukan hanya mereka yang kehilangan rumah atau lahan, tetapi masyarakat kecil yang hidup berdampingan dengan alam tanpa perlindungan infrastruktur memadai.

Di tengah klaim kesiapsiagaan pemerintah, hujan tetap turun tanpa kompromi. Alam tidak menunggu status darurat ditetapkan ia langsung menagih kesiapan yang sesungguhnya. @dimas

Tags: banjirbencanaJawa TengahJeparaKuduslongsorPati

Kamu Melewatkan Ini

Kabar OTT KPK Bupati Klaten Beredar, KPK Belum Beri Konfirmasi

Kabar OTT KPK Bupati Klaten Beredar, KPK Belum Beri Konfirmasi

by teguh
Oktober 15, 2026

Kabar OTT KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, beredar pada Kamis, 15/10/2026. Informasi itu turut menyebut nama...

Kasus Sekolah Rakyat Pati: Rehabilitasi Pelaku, Bagaimana Pemulihan Korban?

Kasus Sekolah Rakyat Pati: Rehabilitasi Pelaku, Bagaimana Pemulihan Korban?

by dimas
Oktober 11, 2026

Kasus Sekolah Rakyat Pati menyoroti dugaan pengeroyokan siswa, rehabilitasi terduga pelaku, serta pentingnya pemulihan dan perlindungan korban. Tabooo.id: Pati -...

Siswa Sekolah Rakyat 1 Pati Trauma Usai Dikeroyok 14 Temannya

Siswa Sekolah Rakyat 1 Pati Trauma Usai Dikeroyok 14 Temannya

by dimas
Oktober 10, 2026

Siswa Sekolah Rakyat 1 Pati mengalami trauma usai diduga dikeroyok 14 temannya. Korban mengalami cedera gigi dan takut kembali ke...

Next Post
Syafiq Ali Pendaki Asal Magelang, Ditemukan Tewas di Gunung Slamet

Syafiq Ali Pendaki Asal Magelang, Ditemukan Tewas di Gunung Slamet

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id