Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Garuda Menyentuh Landasan Baru: John Herdman Tiba, Asa Ikut Mendarat

by teguh
Januari 11, 2026
in Sports
A A
Home Reality Sports
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Sports – Akhirnya, momen yang ditunggu publik sepak bola Indonesia benar-benar terjadi. Sabtu (10/01/2026) siang WIB, John Herdman menginjakkan kaki di Bandara Soekarno-Hatta. Kamera ponsel menyala, video beredar cepat, dan harapan ikut turun dari langit. Bukan sekadar kedatangan pelatih baru, ini terasa seperti awal lembaran baru Timnas Indonesia.

Menariknya, Herdman datang tidak sendiri. Ia membawa istri dan dua anaknya. Karena itu, banyak yang membaca sinyal kuat pelatih asal Kanada ini tidak datang untuk singgah sebentar. Ia datang untuk menetap, mengenal, dan membangun.

Kontrak Jelas, Target Nyata

Sebelumnya, PSSI telah memastikan Herdman menandatangani kontrak berdurasi dua tahun. Selain itu, federasi juga menyematkan opsi perpanjangan dua tahun berikutnya. Dengan skema ini, PSSI menaruh kepercayaan penuh pada proses, bukan hasil instan semata.

Tak berhenti di situ, Herdman juga memegang tanggung jawab besar lain. Ia tidak hanya melatih Timnas Indonesia senior, tetapi juga Timnas Indonesia U-23. Artinya, ia langsung mengendalikan arah jangka pendek dan masa depan sekaligus. Oleh sebab itu, proyek ini menuntut konsistensi, keberanian, dan visi yang jelas.

Diperkenalkan Resmi, Waktu Tak Menunggu

Selanjutnya, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji memastikan publik akan melihat Herdman secara resmi pada Senin (12/01/2026). Momen perkenalan itu akan menjadi titik awal kerja nyata di lapangan.

Ini Belum Selesai

23 Atlet, 21 Medali: Jateng Unjuk Taring di IMC 2026

UFC Jadi Mimpi Gibran, Tapi Pengalaman Jadi Harga Mati

“John Herdman diperkenalkan pada 12 Januari 2026,” ujar Sumardji.

Pernyataan singkat itu menegaskan satu hal PSSI ingin bergerak cepat. Maka dari itu, ekspektasi publik pun langsung naik. Waktu tidak menunggu, dan tantangan sudah berdiri di depan mata.

Herdman Bicara Terbuka soal Garuda

Tak lama setelah kepastian itu, Herdman angkat bicara lewat wawancara dengan The Canadian Press News. Dalam kesempatan tersebut, ia berbicara jujur dan lugas. Ia tidak menjanjikan keajaiban, tetapi menekankan proyek yang hidup.

“Ini tentang menemukan proyek yang tepat, proyek yang punya gairah dan intensitas penggemar,” kata Herdman.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya memahami budaya lokal. Menurutnya, sepak bola tidak berdiri sendiri. Ia tumbuh dari masyarakat, emosi, dan kebiasaan. Karena alasan itu, Herdman ingin benar-benar menyatu, bukan sekadar mengatur strategi.

“Untuk membangun koneksi, Anda harus memahami orang-orang dan adat istiadatnya,” lanjutnya.

Lebih dari Kedatangan, Ini Simbol Harapan

Pada akhirnya, belum ada skor yang tercipta. Belum ada laga yang dimenangkan. Namun, kedatangan Herdman sudah memantik optimisme. Publik melihat keseriusan, bukan janji kosong.

Kini, Garuda memiliki arah. Jalan di depan memang terjal. Akan tetapi, dengan proses yang konsisten, dukungan publik, dan kepemimpinan yang jelas, perjalanan ini pantas dinantikan. Kickoff memang belum dimulai, namun babak baru sudah resmi berjalan. @teguh

Tags: bandaraHarapanKanadaMomenPelatihPSSISeniorSepak BolaSosial & PublikTimnas

Kamu Melewatkan Ini

Timnas Indonesia Hadapi Kamboja Malam Ini, Tiga Poin Jadi Harga Mati

Timnas Indonesia Hadapi Kamboja Malam Ini, Tiga Poin Jadi Harga Mati

by teguh
Juli 27, 2026

Timnas Indonesia menghadapi laga yang tidak boleh gagal. Senin (27/07/2026) pukul 20.30 WIB, skuad Garuda akan menjamu Kamboja pada laga...

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

Next Post
Konsep Otomatis

Paus Leo XIV Serukan Diplomasi, Kritik Kekerasan Global

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id