Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Indonesia dan Turki Sepakati Perluasan Kerja Sama Pertahanan Jangka Panjang

by dimas
Januari 10, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Indonesia dan Turki menyepakati perluasan kerja sama pertahanan jangka panjang saat Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Ankara, Jumat (9/1/2026). Kesepakatan ini menegaskan upaya kedua negara memperkuat posisi strategis di tengah perubahan geopolitik global yang semakin tajam.

Dalam kunjungan tersebut, Sjafrie bertemu langsung dengan Menteri Pertahanan Turki, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Turki, serta pimpinan Presidency of Defence Industries (SSB). Pertemuan berlangsung di kompleks ASELSAN, perusahaan elektronik pertahanan terbesar di Turki yang menjadi tulang punggung industri pertahanan nasional negara itu.

Pertemuan ini tidak berhenti pada seremoni diplomasi. Kedua negara langsung membahas arah kerja sama pertahanan yang konkret, terukur, dan berjangka panjang.

Komunikasi Aktif Jadi Penopang Kerja Sama

Sjafrie menegaskan Indonesia dan Turki sepakat menjaga komunikasi serta koordinasi secara aktif melalui mekanisme kerja sama yang sudah berjalan. Ia menilai komunikasi berkelanjutan menjadi kunci agar kerja sama tidak berhenti pada kesepakatan tertulis.

Menurut Sjafrie, kedua negara ingin memastikan setiap program berjalan efektif dan selaras dengan kepentingan nasional masing-masing. Indonesia dan Turki, katanya, sama-sama memandang stabilitas kawasan sebagai kepentingan strategis yang menuntut penguatan kapasitas pertahanan.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan persaingan teknologi militer, kerja sama ini membuka ruang bagi Indonesia untuk terlibat langsung dalam pengembangan pertahanan, bukan sekadar menjadi konsumen.

Industri Pertahanan dan SDM Jadi Arah Utama

Indonesia dan Turki telah lama menjalin kemitraan pertahanan. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan industri pertahanan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Sjafrie menyebut Turki sebagai mitra strategis dengan pengalaman panjang dalam membangun industri pertahanan berbasis teknologi nasional.

Melalui kerja sama ini, Indonesia mendorong penguatan ekosistem industri pertahanan dalam negeri. Pemerintah menargetkan peningkatan kemandirian alutsista, perluasan transfer teknologi, serta penguatan kemampuan produksi nasional.

Selain itu, Indonesia menempatkan peningkatan profesionalisme prajurit sebagai prioritas. Program pelatihan bersama, pertukaran pengetahuan, dan penguatan hubungan antarlembaga pertahanan diharapkan mampu menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Dampak Langsung bagi Strategi Nasional

Bagi Indonesia, kerja sama pertahanan dengan Turki membawa dampak langsung terhadap kebijakan keamanan nasional. Di tengah ketidakpastian global, diversifikasi mitra pertahanan menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada satu kekuatan besar.

Kerja sama ini juga berpotensi memperkuat industri strategis nasional dan membuka peluang ekonomi baru. Masyarakat memang belum merasakan dampaknya secara langsung, tetapi akan menjadi pihak yang paling diuntungkan jika kemandirian pertahanan benar-benar tercapai.

Menentukan Arah di Tengah Geopolitik Global

Sjafrie menegaskan Indonesia memandang kerja sama ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang menghadapi dinamika global. Dunia bergerak menuju tatanan multipolar, sehingga negara menengah seperti Indonesia harus aktif menentukan arah dan mitra strategisnya.

Di Ankara, Indonesia dan Turki menyusun kesepakatan dengan bahasa diplomasi yang terukur. Namun, maknanya melampaui pertemuan bilateral. Kerja sama ini menunjukkan bahwa pertahanan tidak lagi hanya soal persenjataan, tetapi juga soal posisi politik dan keberanian mengambil pilihan.

Di tengah dunia yang kian bising oleh konflik, Indonesia memilih memperkuat diri lewat kemitraan strategis. Tantangan ke depan bukan lagi soal komitmen, melainkan sejauh mana hasil kerja sama ini benar-benar hadir untuk melindungi kepentingan nasional bukan hanya di atas kertas, tetapi di lapangan nyata. @dimas

Tags: diplomasiGeopolitikGlobalKeamanan NegaraKerja SamaNasionalpertahananPolitik Luar NegeriStrategi

Kamu Melewatkan Ini

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: Kartu Kredit Indonesia resmi meluncur. Bersamaan dengan itu, BI memperluas MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026 untuk transaksi...

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Prabowo meminta RUU Perampasan Aset dipercepat. DPR masih menjaring masukan publik. Tantangannya bukan cuma pengesahan, tetapi memastikan aset hasil kejahatan...

Pabrik China Tetap Ngebut, Belanja Konsumen Melambat

Pabrik China Tetap Ngebut, Belanja Konsumen Melambat

by Tabooo
Agustus 17, 2026

Pabrik China masih bergerak cepat, tetapi konsumennya mulai menahan belanja. Data Juli memperlihatkan jurang produksi dan permintaan makin terbuka.

Next Post
Banteng Rebahan, Gajah Pemanasan: Drama Politik di Kandang Lama

Banteng Rebahan, Gajah Pemanasan: Drama Politik di Kandang Lama

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id