Tabooo.id: Check – Sebuah video di Facebook sempat memicu harapan banyak orang. Dalam tayangan itu, Mahfud MD terlihat berpidato. Di sampingnya, muncul cuplikan tumpukan uang berlogo BBC. Narasi video tersebut mengklaim uang sitaan korupsi akan menjadi modal usaha. Setiap orang disebut menerima Rp100 juta dan bisa mencairkannya hari itu juga.
Harapan Publik yang Keburu Terbang
Video itu menyebar cepat di linimasa. Ribuan orang menontonnya, ratusan komentar pun bermunculan. Sebagian warganet mulai membayangkan membuka usaha. Yang lain bercanda soal “manfaat korupsi.” Di tengah tekanan ekonomi, klaim seperti ini memang mudah menarik perhatian.
Jejak Asli Video Mahfud MD
Penelusuran menunjukkan klaim tersebut tidak sesuai fakta. Potongan video Mahfud MD berasal dari unggahan tahun 2020. Dalam rekaman aslinya, Mahfud MD hanya menyampaikan ucapan ulang tahun kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Ia sama sekali tidak membahas pembagian uang sitaan korupsi.
Suara Mirip, Tapi Bukan Asli
Masalah utama muncul pada audio. Video viral itu menggunakan suara hasil manipulasi kecerdasan buatan atau deepfake. Wajah Mahfud MD memang asli, tetapi suara yang terdengar bukan miliknya. Teknologi AI membuat suara itu terdengar meyakinkan, meski isinya sepenuhnya palsu.
Potongan BBC yang Keluar Konteks
Video tumpukan uang memang berasal dari BBC Indonesia. Namun, konten tersebut melaporkan penyitaan uang Rp11,8 triliun dari kasus korupsi ekspor minyak sawit mentah (CPO). Video itu tidak pernah membahas pembagian dana kepada masyarakat.
Trik Lama dengan Teknologi Baru
Pembuat konten hoaks menggabungkan video lama, cuplikan berita, dan suara buatan menjadi satu narasi utuh. Cara ini membuat informasi tampak sah dan masuk akal. Padahal, narasi tersebut memelintir konteks asli secara total.
Kesimpulan: Jangan Keburu Percaya
Tidak ada kebijakan atau pernyataan resmi yang menyebut pembagian uang sitaan korupsi Rp100 juta per orang. Klaim dalam video tersebut keliru dan menyesatkan.
Catatan Akhir
Di era suara bisa ditiru dan video bisa dipelintir, logika perlu bekerja lebih cepat dari rasa senang.
Sebelum share, cek dulu—biar nggak ikut dosa digital. @eko




