Sabtu, Mei 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Narasi Pedas, Fakta Tipis: Hoaks Luhut Tuding Dedi Mulyadi Pencitraan

by dimas
Januari 5, 2026
in Check
A A
Home Check
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Check – Linimasa media sosial kembali memanas. Sebuah unggahan Facebook menyebar luas dengan klaim bahwa Luhut Binsar Pandjaitan menuding Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang ke Sumatra hanya demi pencitraan.

Narasi dalam unggahan itu sengaja dibuat tajam dan provokatif. Kalimatnya ditulis seolah kutipan langsung, lengkap dengan sentilan, “Dia kan gubernur konten kreator.” Kombinasi foto tokoh nasional dan kalimat pedas membuat banyak orang langsung bereaksi marah, setuju, atau ikut membagikan.

Namun seperti banyak drama viral lainnya, klaim ini perlu ditarik napas sejenak sebelum dipercaya.

Fakta Sebenarnya: Foto Asli, Cerita Rekaan

Tim Cek Fakta Tabooo.id menelusuri foto yang digunakan dalam unggahan tersebut melalui pencarian gambar. Hasilnya cukup jelas foto itu bukan foto baru dan tidak berkaitan dengan Dedi Mulyadi.

Media CNBCIndonesia.com telah menggunakan foto yang sama sejak tahun 2021. Saat itu, pemberitaan membahas isu yang sama sekali berbeda, mulai dari hubungan internasional hingga persoalan kelautan. Tidak ada satu pun artikel yang memuat pernyataan Luhut tentang kunjungan Dedi Mulyadi ke Sumatra, apalagi soal pencitraan.

Ini Belum Selesai

Benarkah Jakarta Sudah Bukan Ibu Kota Negara?

Kasus Korupsi Madiun Bikin Bingung? Ini Bedanya OTT, Gratifikasi, Suap, dan CSR

Dengan kata lain, gambarnya valid. Narasinya yang bermasalah.

Mengapa Klaim Ini Mudah Dipercaya?

Hoaks seperti ini biasanya mengikuti pola lama yang masih efektif. Pembuatnya memanfaatkan foto tokoh terkenal, lalu menambahkan narasi emosional agar pembaca langsung bereaksi. Setelah itu, unggahan dilepas ke media sosial dan dibiarkan menyebar lewat komentar dan algoritma.

Masalahnya, foto tidak pernah menjadi bukti ucapan. Tanpa rekaman resmi, wawancara, atau rilis media, sebuah klaim hanya berdiri di atas asumsi. Jika foto bisa “berbicara” sesuka caption, maka siapa pun bisa dituduh mengatakan apa saja.

Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari Luhut Binsar Pandjaitan yang membenarkan klaim tersebut.

Kesimpulan: Hoaks, Titik

Klaim yang menyebut Luhut menuding Dedi Mulyadi datang ke Sumatra hanya untuk pencitraan tidak didukung fakta. Unggahan itu memelintir foto lama, menciptakan kutipan palsu, dan tidak bersumber dari media tepercaya.

Kesimpulannya tegas ini hoaks.

Penutup: Jangan Jadi Tim “Emosi Dulu, Verifikasi Nanti”

Di era digital, kabar bohong sering tampil lebih rapi daripada kebenaran. Kalimat pedas memang cepat memancing emosi, tetapi nalar tetap perlu ikut bekerja.

Sebelum membagikan unggahan yang bikin panas kepala, luangkan waktu untuk mengecek sumber dan konteksnya. Karena satu klik ceroboh bisa memperpanjang umur kebohongan.

Sebelum share, cek dulu biar gak ikut dosa digital. @dimas

Tags: Cek FaktaCheckDedi MulyadiDigitalDisinformasiGubernurHoaksjawa baratLiterasiPolitik Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Saat Inovator Mulai Menjauh dari Negara

Saat Inovator Mulai Menjauh dari Negara

by Naysa
Mei 16, 2026

Negara terus bilang butuh anak muda cerdas dan inovatif untuk memperbaiki birokrasi. Masalahnya, semakin banyak profesional muda justru mulai melihat...

Perang Paradigma: Perlawanan mungkin tidur, tetapi tak pernah mati

Perang Paradigma: Perlawanan mungkin tidur, tetapi tak pernah mati

by Jery
Mei 16, 2026

Perang paradigma Pada Reformasi 1998 tidak berhenti ketika Soeharto turun dari kursi kekuasaan. Ia terus hidup dalam benturan antara stabilitas...

Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Apa Isi Buku Ini?

Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Apa Isi Buku Ini?

by jeje
Mei 15, 2026

Sejarah Indonesia sering hadir seperti pertandingan yang hasilnya sudah ditentukan sejak awal. Ada pahlawan, ada pengkhianat. Ada pihak benar, ada...

Next Post
Konsep Otomatis

Box Office 2025: Saat Hollywood Kalah oleh Dewa Animasi dari China

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Mei 15, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id