Selasa, Juli 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Narasi Pedas, Fakta Tipis: Hoaks Luhut Tuding Dedi Mulyadi Pencitraan

by dimas
Januari 5, 2026
in Check
A A
Home Check
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Check – Linimasa media sosial kembali memanas. Sebuah unggahan Facebook menyebar luas dengan klaim bahwa Luhut Binsar Pandjaitan menuding Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang ke Sumatra hanya demi pencitraan.

Narasi dalam unggahan itu sengaja dibuat tajam dan provokatif. Kalimatnya ditulis seolah kutipan langsung, lengkap dengan sentilan, “Dia kan gubernur konten kreator.” Kombinasi foto tokoh nasional dan kalimat pedas membuat banyak orang langsung bereaksi marah, setuju, atau ikut membagikan.

Namun seperti banyak drama viral lainnya, klaim ini perlu ditarik napas sejenak sebelum dipercaya.

Fakta Sebenarnya: Foto Asli, Cerita Rekaan

Tim Cek Fakta Tabooo.id menelusuri foto yang digunakan dalam unggahan tersebut melalui pencarian gambar. Hasilnya cukup jelas foto itu bukan foto baru dan tidak berkaitan dengan Dedi Mulyadi.

Media CNBCIndonesia.com telah menggunakan foto yang sama sejak tahun 2021. Saat itu, pemberitaan membahas isu yang sama sekali berbeda, mulai dari hubungan internasional hingga persoalan kelautan. Tidak ada satu pun artikel yang memuat pernyataan Luhut tentang kunjungan Dedi Mulyadi ke Sumatra, apalagi soal pencitraan.

Ini Belum Selesai

Benarkah Pakai Sandal Jepit Bisa Ditilang?

Benarkah Ada Pajak HP Mulai 2027?

Dengan kata lain, gambarnya valid. Narasinya yang bermasalah.

Mengapa Klaim Ini Mudah Dipercaya?

Hoaks seperti ini biasanya mengikuti pola lama yang masih efektif. Pembuatnya memanfaatkan foto tokoh terkenal, lalu menambahkan narasi emosional agar pembaca langsung bereaksi. Setelah itu, unggahan dilepas ke media sosial dan dibiarkan menyebar lewat komentar dan algoritma.

Masalahnya, foto tidak pernah menjadi bukti ucapan. Tanpa rekaman resmi, wawancara, atau rilis media, sebuah klaim hanya berdiri di atas asumsi. Jika foto bisa “berbicara” sesuka caption, maka siapa pun bisa dituduh mengatakan apa saja.

Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari Luhut Binsar Pandjaitan yang membenarkan klaim tersebut.

Kesimpulan: Hoaks, Titik

Klaim yang menyebut Luhut menuding Dedi Mulyadi datang ke Sumatra hanya untuk pencitraan tidak didukung fakta. Unggahan itu memelintir foto lama, menciptakan kutipan palsu, dan tidak bersumber dari media tepercaya.

Kesimpulannya tegas ini hoaks.

Penutup: Jangan Jadi Tim “Emosi Dulu, Verifikasi Nanti”

Di era digital, kabar bohong sering tampil lebih rapi daripada kebenaran. Kalimat pedas memang cepat memancing emosi, tetapi nalar tetap perlu ikut bekerja.

Sebelum membagikan unggahan yang bikin panas kepala, luangkan waktu untuk mengecek sumber dan konteksnya. Karena satu klik ceroboh bisa memperpanjang umur kebohongan.

Sebelum share, cek dulu biar gak ikut dosa digital. @dimas

Tags: Cek FaktaCheckDedi MulyadiDigitalDisinformasiGubernurHoaksjawa baratLiterasiPolitik Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Benarkah Pakai Sandal Jepit Bisa Ditilang?

Benarkah Pakai Sandal Jepit Bisa Ditilang?

by eko
Juli 28, 2026

Viral klaim pengendara motor yang memakai sandal jepit bisa ditilang dan didenda Rp250 ribu. Simak fakta berdasarkan isi UU LLAJ...

Kudatuli: Ketika Jakarta Bangun dalam Kepungan

Kudatuli: Ketika Jakarta Bangun dalam Kepungan

by Tabooo
Juli 27, 2026

Peristiwa Kudatuli pada 27 Juli 1996 bukan sekadar konflik internal PDI. Penyerbuan di Jalan Diponegoro membuka kekerasan, perburuan aktivis, dan...

Kaesang Nyaleg di Dapil Puan: Politik Simbol atau Elektoral?

Kaesang Nyaleg di Dapil Puan: Politik Simbol atau Elektoral?

by dimas
Juli 27, 2026

Kaesang Pangarep maju sebagai caleg DPR dari Dapil Jawa Tengah V, wilayah yang selama ini menjadi basis Puan Maharani. Apakah...

Next Post
Konsep Otomatis

Box Office 2025: Saat Hollywood Kalah oleh Dewa Animasi dari China

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id