Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Rumah Nenek Elina Dirusak, Ormas Madas Buka Suara

by dimas
Desember 28, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality

Tabooo.id: Regional – Nenek Elina Widjajanti, 80 tahun, masih menyimpan luka dari pengusiran paksa dan perobohan rumahnya di Kawasan Balongsari, Kecamatan Tandes. Awalnya, publik menduga tindakan itu dilakukan oleh anggota Organisasi Masyarakat Madura Asli (Madas). Dugaan itu membuat nama ormas tersebut terseret ke pusaran kontroversi, meski pihak Madas menegaskan bahwa sebagian besar pelaku bukan anggota mereka.

Ketua Umum DPP Madas Sedarah, Moh Taufik, menyambangi rumah Elina pada Jumat (26/12/2025). Ia menyampaikan klarifikasi secara langsung dan membuka ruang dialog.

“Kami datang untuk ngobrol dan mengklarifikasi terkait kejadian tersebut. Sekelompok orang yang melakukan pengusiran sebagian besar bukan anggota Madas,” ujar Taufik dikutip dari Kompas.com, Sabtu (27/12/2025).

Taufik menambahkan bahwa dari lima orang pelaku, empat di antaranya bukan terdaftar sebagai anggota Madas, sementara satu orang, Muhammad Yasin, baru bergabung pada Oktober 2025.

“Tulisan yang menyatakan bahwa semua pelaku anggota Madas itu salah besar,” tegasnya.

Ini Belum Selesai

Ketika Polisi Dilarang Nge-Vape, Siapa yang Mengawasi Pengawas?

Banjir Lahar Dingin Semeru Jebol Tanggul, Akses Jalan Lumajang Terputus

Ia juga mendorong publik untuk mengecek identitas anggota melalui KTA agar tidak ada kesalahpahaman.

Dampak pada Korban dan Publik

Kejadian ini menimbulkan guncangan emosional bagi Elina dan keluarganya. Rumah yang selama puluhan tahun menjadi tempat tinggal dan kenangan kini dirusak, meninggalkan ketidakpastian dan rasa aman yang hilang. Masyarakat yang mengikuti kasus ini melalui media sosial ikut terdampak, baik secara emosional maupun persepsi keamanan lingkungan.

“Yang penting sekarang adalah proses hukum berjalan adil,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa Madas terbuka menerima kritik, saran, maupun laporan jika ada anggota yang melanggar hukum. Namun, ia meminta agar publik tidak langsung menggeneralisasi seluruh anggota Madas.

Cyberhate dan Perlunya Klarifikasi Hukum

Dalam beberapa hari terakhir, media sosial ramai dengan spekulasi dan framing yang salah tentang keterlibatan Madas. LBH Madas kini mengumpulkan bukti-bukti terkait cyberhate untuk menyiapkan langkah hukum jika diperlukan. Taufik berharap semua pihak menggunakan jalur hukum secara adil, tanpa tekanan terhadap aparat yang menangani kasus ini.

“Silakan menempuh upaya hukum, tetapi harus sesuai aturan dan berkeadilan,” pungkasnya.

Selain itu, Taufik menyebutkan bahwa Madas menyiapkan berbagai program edukasi untuk masyarakat, termasuk pengawalan kasus hukum dan pelayanan ambulans yang bisa dimanfaatkan warga. Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif dan mencegah kesalahpahaman di masyarakat.

Refleksi: Ketika Identitas Ormas Terseret Konflik

Kasus Elina menunjukkan bagaimana satu insiden dapat memengaruhi reputasi komunitas yang lebih luas. Ketika berita dan video tersebar, masyarakat sering menilai lebih cepat daripada aparat hukum bertindak. Di sinilah risiko framing politik atau sosial muncul, memicu ketegangan di lapangan.

Bagi Elina, yang paling terdampak adalah rasa aman dan kenyamanan hidupnya. Bagi ormas, dampaknya lebih pada reputasi dan kepercayaan publik. Dan bagi kota, setiap konflik yang melibatkan kelompok masyarakat harus disikapi dengan hati-hati agar tidak menimbulkan ketegangan yang lebih luas.

Di ujungnya, kasus ini mengingatkan kita publik mungkin mudah menilai dan memberi vonis, tapi hukum tetap harus bekerja secara adil. Dan mungkin, terkadang media sosial lebih cepat menabuh genderang kemarahan daripada aparat yang menangani kasus secara resmi. @dimas

Tags: Konflik DuniaKriminal & HukumNenek ElinaPerlindungansurabaya

Kamu Melewatkan Ini

Restorative Justice untuk Narkoba, Tapi Bagaimana dengan Mandat Rakyat?

Restorative Justice untuk Narkoba, Tapi Bagaimana dengan Mandat Rakyat?

by teguh
September 30, 2026

Tiga anggota DPRD disebut ikut diamankan dalam kasus narkoba di Surabaya. Polisi memilih Restorative Justice setelah hasil pemeriksaan menunjukkan barang...

Kasus Narkoba di Surabaya: Delapan Diamankan, Tiga Disebut Anggota DPRD

Kasus Narkoba di Surabaya: Delapan Diamankan, Tiga Disebut Anggota DPRD

by teguh
September 30, 2026

Kasus narkoba di surabaya terjadi lagi Delapan orang masuk dalam penanganan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya setelah polisi menggerebek sebuah hotel pada...

Dian 19 Tahun: Prestasi Akademik IP 4.0 Tak Menjamin Kuliah Aman

Dian 19 Tahun: Prestasi Akademik IP 4.0 Tak Menjamin Kuliah Aman

by teguh
Agustus 16, 2026

Prestasi akademik IP 4.0 tak menjamin kuliah aman. Biaya kuliah tetap menjadi tembok bagi mahasiswa dari keluarga rentan. Ada mahasiswa...

Next Post
Lebih dari 131 PS: ZX-636, Adrenalin, dan Identitas Baru Generasi Jalanan

Lebih dari 131 PS: ZX-636, Adrenalin, dan Identitas Baru Generasi Jalanan

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id