Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Drone Buatan Asing Dilarang Masuk AS, DJI Angkat Suara

by eko
Mei 8, 2026
in Reality, Teknologi
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Teknologi – Bukan karena kamu mau main spionase, tapi karena sebuah kamera terbang bisa bikin pemerintah deg-degan. Ini bukan plot film mata-mata murahan. Ini kejadian nyata di Amerika Serikat, ketika drone buatan asing termasuk DJI resmi kena larangan. Seperti biasa, urusannya bukan cuma teknologi, tapi juga gaya hidup digital, rasa aman, dan ketakutan kolektif di era serba data.

Ketika Drone Naik Level Jadi Isu Keamanan

Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) melarang impor semua model drone baru dan komponen terkait dari produsen luar negeri, termasuk DJI dan Autel Robotics. FCC juga memblokir penjualan drone generasi terbaru dari merek-merek tersebut di pasar AS. Dampaknya langsung terasa: konsumen tak bisa membeli drone DJI yang rilis setelah aturan berlaku pada 23 Desember 2025.

FCC memasukkan DJI dan produsen drone asing lainnya ke dalam Covered List. Pemerintah AS menilai entitas di daftar ini berpotensi mengancam keamanan nasional. Karena penilaian itu, FCC menutup akses izin edar di Negeri Paman Sam.

Meski begitu, aturan ini tidak menghentikan semua aktivitas drone. Konsumen masih bisa membeli model DJI yang rilis sebelumnya. Pengguna lama juga tetap dapat mengoperasikan drone yang sudah mereka miliki. Artinya, FCC membatasi masa depan penjualan, bukan mematikan produk yang sudah terbang.

DJI Angkat Suara dan Pasang Badan

DJI langsung merespons kebijakan tersebut dengan nada kecewa. Perusahaan asal China itu menilai larangan FCC berisiko merugikan banyak pihak di AS. Selama ini, berbagai sektor mengandalkan drone DJI, mulai dari inspeksi jembatan, proyek konstruksi, pemantauan pertanian, hingga produksi konten profesional.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

DJI juga membantah tuduhan soal risiko keamanan data. Perusahaan ini menegaskan bahwa pemerintah AS tidak pernah memaparkan bukti konkret. “FCC tidak menyebut DJI secara spesifik dan tidak menjelaskan dasar pengambilan keputusan,” ujar juru bicara DJI.

Larangan ini berakar dari Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional 2025. Kongres AS mewajibkan pemerintah meninjau keamanan drone buatan DJI, Autel, dan produsen asing lain sebelum 23 Desember 2025.

DJI mengaku menyambut proses peninjauan tersebut. Lewat surat kepada pejabat AS, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth, DJI menyatakan kesiapan untuk bersikap terbuka. Adam Wels, Kepala Kebijakan Global DJI, menegaskan bahwa perusahaannya siap bekerja sama dan menyerahkan data yang diperlukan.

Namun, FCC memilih jalur berbeda. Alih-alih melakukan audit teknis terbuka, FCC mengandalkan rekomendasi badan antarlembaga bentukan Gedung Putih. Badan tersebut menyimpulkan bahwa drone buatan asing berpotensi memfasilitasi pengawasan, pencurian data, dan operasi destruktif di wilayah AS.

Drone, Gaya Hidup, dan Paranoia Digital

Bagi Gen Z dan Milenial, drone bukan alat perang. Drone adalah simbol kebebasan visual: bikin konten travel, ambil footage estetik, atau sekadar naikkan kualitas Reels dan TikTok. Namun, negara membaca drone dengan kacamata berbeda. Kamera terbang berubah status dari alat kreatif menjadi potensi ancaman.

Fenomena ini menunjukkan bahwa teknologi tidak pernah netral. Setiap perangkat membawa konteks politik, terutama ketika data ikut terbang bersamanya. Di era digital, negara cenderung mengorbankan kebebasan teknologi demi rasa aman atau setidaknya demi citra aman.

Secara psikologis, larangan ini mencerminkan kecemasan kolektif. Negara takut kehilangan kendali atas data, sementara publik ingin tetap bebas berkreasi. DJI sendiri menilai langkah FCC lebih mencerminkan proteksionisme daripada perlindungan keamanan murni.

Jadi, Apa Artinya Buat Kamu?

Mungkin kamu tidak tinggal di AS. Mungkin kamu juga belum punya drone. Tapi arah kebijakan ini patut kamu perhatikan. Hari ini drone, besok bisa aplikasi, platform, atau gadget yang kamu pakai setiap hari.

Sebagai pengguna teknologi, kamu tidak lagi sekadar konsumen. Kamu hidup di persimpangan gaya hidup digital dan politik global. Pertanyaannya sekarang sederhana: kamu mau tetap menikmati teknologi tanpa bertanya, atau mulai sadar bahwa setiap gadget membawa agenda di belakangnya?

Langit memang terlihat bebas. Tapi ternyata, siapa yang boleh terbang tetap ditentukan oleh kekuasaan. @eko

Tags: Drone

Kamu Melewatkan Ini

DJI Osmo Pocket 4 Datang: Kamera Kecil, Ambisi Besar

DJI Osmo Pocket 4 Datang: Kamera Kecil, Ambisi Besar

by teguh
Mei 8, 2026

Tabooo.id: Teknologi - Dulu kamera saku identik dengan perangkat cadangan. Kini ceritanya berubah. Pada Kamis, 16/04/2026, DJI resmi meluncurkan Osmo...

Soekarno di Hollywood 1961: Dunia Menoleh, Tanpa Tim Media

Soekarno di Hollywood 1961: Dunia Menoleh, Tanpa Tim Media

by teguh
April 17, 2026

Tabooo.id: Deep - Di zaman ketika citra pemimpin kerap dirancang lewat kamera drone, buzzer digital, dan panggung yang terlalu steril,...

Soekarno Kayuh Sepeda di Hollywood, Kini Banyak yang Kayuh Pencitraan

Soekarno Kayuh Sepeda di Hollywood, Kini Banyak yang Kayuh Pencitraan

by teguh
April 17, 2026

Tabooo.id: Edge - Ada masa ketika seorang presiden datang ke pusat hiburan dunia tanpa iring-iringan berisik, tanpa panggung berlebihan, dan...

Next Post
Di Antara Doa dan Rindu, Namamu Ibu

Di Antara Doa dan Rindu, Namamu Ibu

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id