Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Lacak Aliran Dana Ridwan Kamil, Aura Kasih Ikut Dibidik

by Anisa
Desember 25, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka babak baru dalam pengusutan dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB periode 2021–2023. Kali ini, KPK secara aktif menelusuri kebenaran informasi mengenai dugaan aliran uang dari mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) kepada pesohor Aura Kasih.

Langkah ini menandai keseriusan KPK dalam menindaklanjuti informasi yang beredar di masyarakat, terutama ketika nama tokoh publik ikut terseret dalam pusaran perkara.

KPK Andalkan Informasi Publik

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa laporan masyarakat memperkaya kerja penyidik. Oleh sebab itu, KPK akan memverifikasi setiap informasi yang masuk. “Kami akan cek validitasnya,” ujar Budi di Jakarta, Kamis.

Sebagai langkah awal, penyidik berencana memanggil pihak-pihak yang mengetahui atau dapat menjelaskan informasi tersebut. Selain itu, Budi mengajak masyarakat yang memiliki data awal yang valid untuk menyerahkannya langsung kepada KPK agar proses penelusuran berjalan lebih cepat dan akurat.

Budi juga menekankan bahwa penyidikan tidak berhenti pada satu tokoh. Selain mendalami peran Ridwan Kamil, penyidik kini menelusuri dugaan aliran dana lain, termasuk pembelian aset dan kemungkinan keterlibatan pihak tambahan. Dengan langkah ini, KPK membuka peluang untuk mengungkap jaringan yang lebih luas dalam kasus Bank BJB.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Lima Tersangka dan Kerugian Negara Rp222 Miliar

Sebelumnya, pada 13 Maret 2025, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka terdiri atas Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi dan Pejabat Pembuat Komitmen sekaligus Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Widi Hartoto. Tiga tersangka lain berasal dari kalangan agensi periklanan, yakni Ikin Asikin Dulmanan, Suhendrik, dan Sophan Jaya Kusuma.

Akibat praktik tersebut, negara menanggung kerugian yang diperkirakan mencapai Rp222 miliar. Angka ini terasa kontras di tengah kebutuhan masyarakat akan layanan publik yang layak dan merata.

Ridwan Kamil dalam Radar Penyidik

Nama Ridwan Kamil sendiri sudah lama masuk dalam perhatian penyidik. Pada 10 Maret 2025, KPK menggeledah rumah RK dan menyita sejumlah kendaraan. Selanjutnya, pada 2 Desember 2025, RK memenuhi panggilan KPK untuk memberikan keterangan sebagai saksi.

Kini, isu dugaan aliran uang ke figur publik kembali menguji konsistensi dan keberanian aparat penegak hukum dalam menuntaskan perkara besar.

Jika dugaan ini terbukti, pihak-pihak di ujung aliran dana jelas menikmati keuntungan. Sebaliknya, masyarakat justru menanggung kerugian karena anggaran yang seharusnya kembali dalam bentuk pelayanan publik malah bocor lewat proyek iklan. KPK akan menuai kepercayaan publik bila mampu menuntaskan kasus ini, namun negara kembali menanggung beban jika perkara berhenti setengah jalan.

Pada akhirnya, kasus ini menyisakan satu catatan penting: popularitas tak seharusnya menjadi tameng kebenaran. Sebab di hadapan hukum, nama besar tetap seharusnya kalah oleh fakta. (red)

Tags: Korupsi di IndonesiaKPKRidwan Kamil

Kamu Melewatkan Ini

Masuk Kampus, Membayar Kuasa?

Masuk Kampus, Membayar Kuasa?

by teguh
Agustus 22, 2026

Masuk kampus seharusnya tidak mengenal harga pendidikan. Namun, dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman atau Unsoed membuka...

Masuk Kampus Ada Jalurnya. Masuk KPK Juga Ternyata Ada Jalurnya

Masuk Kampus Ada Jalurnya. Masuk KPK Juga Ternyata Ada Jalurnya

by teguh
Agustus 21, 2026

Masuk kampus punya jalur. Ada jalur prestasi, jalur tes, sampai jalur mandiri. Namun, Kamis, 20/08/2026, publik melihat jalur lain di...

OTT KPK di Unsoed, Gerbang Kampus Diduga Jadi Ruang Transaksi

OTT KPK di Unsoed, Gerbang Kampus Diduga Jadi Ruang Transaksi

by dimas
Agustus 21, 2026

KPK menangkap sejumlah pejabat Unsoed dalam OTT terkait dugaan transaksi penerimaan mahasiswa baru. Kasus ini menjadi OTT ke-19 KPK sepanjang...

Next Post
Libur Natal, Jokowi Nikmati Quality Time Bersama Cucu di Pakuwon Mall Solo

Libur Natal, Jokowi Nikmati Quality Time Bersama Cucu di Pakuwon Mall Solo

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id