Kamis, Juni 11, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bonnie Blue Diduga Lecehkan Bendera RI di KBRI London

by dimas
Desember 25, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Kontroversi kembali menyeret nama Bonnie Blue, bintang film dewasa asal Inggris. Kali ini, publik menyorot unggahan video yang memperlihatkan aksinya diduga melecehkan bendera Indonesia di depan Gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London.

Aksi tersebut muncul tak lama setelah pemerintah Indonesia mendeportasi Bonnie dan menjatuhkan sanksi larangan masuk selama 10 tahun. Bukannya meredakan polemik, Bonnie justru memperkeruh situasi dengan konten yang memicu kemarahan publik dan dinilai menghina simbol kedaulatan negara.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, Bonnie yang juga menggunakan nama Tia Billinger berdiri di depan KBRI London sambil membawa bendera Merah Putih. Ia menyelipkan bendera itu di bagian belakang roknya hingga menyeret ke tanah. Pada rekaman lain, ia melontarkan ucapan bernada merendahkan sambil meludah ke arah bendera.

Dari Bali ke London, Provokasi Terus Berlanjut

Bonnie secara terbuka menanggapi kritik masyarakat Indonesia atas perilakunya saat berada di Bali. Ia menyebut tudingan tidak menghormati budaya Bali sebagai hal remeh jika dibandingkan dengan apa yang ia klaim sebagai “perlakuan tidak hormat” terhadap dirinya.

Ucapan tersebut langsung memancing sorakan sekelompok pria di sekitarnya. Respons itu menguatkan dugaan bahwa Bonnie merancang aksinya sebagai provokasi, bukan spontanitas. Ia menutup video dengan gestur tangan tidak senonoh disertai kalimat bernada mengejek.

Ini Belum Selesai

Harga Pertamax Melonjak, Dompet Rakyat Kian Tercekik

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Bagi publik Indonesia, tindakan itu bukan lagi soal sensasi pribadi. Banyak pihak menilainya sebagai penghinaan terbuka terhadap simbol negara.

KBRI London Ambil Langkah Tegas

KBRI London segera merespons insiden tersebut. Pada Selasa (23/12/2025), pihak kedutaan menyampaikan kecaman keras dan mengajukan pengaduan resmi kepada otoritas Inggris.

Perwakilan KBRI mengirimkan surat kepada Kementerian Luar Negeri Inggris dan kepolisian setempat. Mereka mendesak aparat berwenang menindaklanjuti kasus ini sesuai hukum yang berlaku. Melalui langkah itu, Indonesia menegaskan sikap tegas terhadap setiap tindakan yang merendahkan simbol nasional, terutama di ruang publik internasional.

DPR: Simbol Negara Bukan Bahan Sensasi

Dari dalam negeri, Wakil Ketua DPR RI turut menyuarakan kecaman. Ia menilai tindakan Bonnie sebagai perbuatan yang tidak dapat ditoleransi dalam konteks apa pun.

Ia menegaskan bahwa bendera negara merepresentasikan kehormatan dan kedaulatan bangsa. Karena itu, siapa pun yang merendahkannya baik warga negara asing maupun domestik harus siap menghadapi konsekuensi hukum yang tegas.

Hingga kini, otoritas Inggris belum menyampaikan pernyataan resmi. Meski begitu, tekanan publik dan diplomatik terus meningkat.

Siapa yang Paling Terdampak?

Insiden ini berdampak langsung pada martabat simbol negara Indonesia di ruang publik global. Di saat yang sama, masyarakat Indonesia khususnya generasi muda kembali menghadapi diskusi tentang batas kebebasan berekspresi di era digital.

Kasus ini juga membawa dampak simbolik dalam hubungan diplomatik. Meski tidak mengganggu relasi bilateral secara langsung, peristiwa semacam ini menuntut respons tegas negara agar tidak muncul kesan pembiaran.

Refleksi Akhir

Media sosial memudahkan siapa pun meraih perhatian lewat sensasi. Namun ketika simbol negara dijadikan properti konten, persoalannya berubah menjadi soal martabat bangsa.

Bonnie Blue mungkin mengejar sorotan global. Tetapi pertanyaannya kini semakin tajam sampai kapan provokasi personal dibiarkan melampaui batas etika dan hukum internasional? Ataukah semakin keras reaksi publik justru semakin menguntungkan bagi mereka yang hidup dari sensasi? @dimas

Tags: BangsakbriKebebasanKontroversiLondonMartabatMerah PutihProtes

Kamu Melewatkan Ini

Kenyamanan: Sangkar yang Paling Sulit Ditinggalkan

Kenyamanan: Sangkar yang Paling Sulit Ditinggalkan

by dimas
Mei 30, 2026

Kenyamanan sering terasa aman, tetapi diam-diam membatasi keberanian. Mengapa begitu banyak orang memilih sangkar daripada kebebasan? Tabooo.id - Seekor burung...

Namanya Yakuza, Isinya Dzikir: Indonesia Memang Sulit Ditebak

Namanya Yakuza, Isinya Dzikir: Indonesia Memang Sulit Ditebak

by teguh
Mei 25, 2026

Indonesia kembali melahirkan plot twist yang sulit ditebak. Saat nama “YAKUZA Maneges” muncul di media sosial, sebagian orang langsung membayangkan...

YAKUZA Maneges: Kenapa Orang yang Ingin Berubah Justru Sering Kita Adili?

YAKUZA Maneges: Kenapa Orang yang Ingin Berubah Justru Sering Kita Adili?

by teguh
Mei 24, 2026

Sebuah nama mendadak memantik rasa penasaran publik YAKUZA Maneges. Sebagian orang langsung mengernyit. Nama itu selama ini identik dengan mafia...

Next Post
Natal di Katedral Jakarta: Kardinal Suharyo Ingatkan Bahaya Korupsi

Natal di Katedral Jakarta: Kardinal Suharyo Ingatkan Bahaya Korupsi

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id