Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Doa 40 Hari PB XIII Digelar di Keraton Surakarta

by sigit
Desember 12, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali menarik perhatian publik. Bukan karena polemik yang biasa muncul, tetapi karena peringatan 40 hari wafatnya Paku Buwono XIII. Malam itu, doa tahlil mengalir, para kerabat duduk rapi, dan publik baik yang hadir maupun yang memantau dari jauh mengikuti satu pertanyaan besar: apa arti tradisi sebesar ini di tengah Indonesia yang makin bergerak cepat?


Rangkaian Acara Dimulai di Sasana Parasdya

Peringatan berlangsung Kamis (11/12/2025) malam sekitar pukul 20.20 WIB di Sasana Parasdya. Paku Buwono XIV Hamangkunagoro datang lebih dulu, mengenakan beskap biru, lalu duduk di kursi yang sudah disiapkan. Di belakangnya, sang ibunda GKR Ageng dan para putri PB XIII GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, GKR Devi Lelyana Dewi, dan GKR Dewi Ratih Widyasari ikut menghadiri prosesi.

Tidak hanya keluarga keraton yang hadir. Sentono dalem, Abdi dalem dan masyarakat umum juga memenuhi ruangan. Dari seluruh tamu, satu nama langsung menarik perhatian: Ahmad Dhani. Musisi yang kini duduk di Senayan itu datang berbeskap hitam dan memilih kursi di barisan depan.


Kehadiran Ahmad Dhani yang “Datang Sendiri”

Apakah Dhani datang karena undangan resmi? Ternyata tidak.
“Beliaunya datang sendiri,” jelas GKR Panembahan Timoer Rumbai.

Ia menambahkan bahwa Dhani pernah menerima gelar kekancingan dari PB XIII, sehingga kehadirannya terasa wajar bagi pihak keraton.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Dhani pun mengaku menganggap kraton sebagai rumah kedua.
“Saya menganggap diri sebagai keluarga kraton. Meskipun nggak dianggap, nggak apa-apa. Yang penting menganggap sendiri,” ujarnya sambil tertawa.


Doa 40 Hari PB XIII Digelar di Keraton Surakarta

Ahmad Dhani nampak hadir dalam 40 hari surud dalem PB XIII di Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kamis (11/12/2025) malam. (Tabooo.id/sig)

Prosesi Berlanjut ke Imogiri

Rangkaian 40 hari ini belum selesai. Gusti Panembahan Timoer menjelaskan bahwa prosesi akan berlanjut ke Imogiri keesokan harinya. Karena pembagian tugas, ia tidak bisa ikut.
“Besok yang tindak ke Imogiri itu Gusti Ratih,” katanya.


Makna Tradisi di Tengah Hiruk-Pikuk Modernitas

Di balik ritual yang tampak sakral dan tertata, tradisi ini membawa makna kuat bukan hanya bagi keluarga keraton, tetapi juga bagi publik. Upacara ini mengingatkan bahwa budaya tetap bernafas meski modernitas menekan dari segala arah.

Dhani menegaskan hal serupa:
“Kraton ini heritage. Bagian utama budaya bangsa. Jangan sampai hilang.”


Kenapa Berita Ini Penting?

Di tengah negara yang terus bergerak cepat dengan rapat, deadline, dan algoritma tradisi seperti ini mengingatkan kita bahwa identitas tidak boleh hanyut. Kraton Kasunanan Surakarta bukan sekadar bangunan tua, ia simbol sejarah yang masih hidup, yang harus kita rawat sebelum generasi baru kehilangan jejak asalnya.

Warisan budaya hanya bertahan kalau kita peduli.
Pertanyaannya sederhana namun tajam:
kita masih peduli, atau kita sudah terlalu sibuk scroll berita lain? (red)

Tags: DoakratonPB XIIISolo

Kamu Melewatkan Ini

Anti-Swapraja: Ketika Feodalisme Dianggap Musuh

Anti-Swapraja: Ketika Feodalisme Dianggap Musuh

by Tabooo
Mei 29, 2026

Gerakan anti swapraja Surakarta bukan sekadar penolakan terhadap keraton. Ia lahir dari benturan Republik, feodalisme, ketimpangan agraria, dan kemarahan kelas...

Surakarta dan Keistimewaannya: Luka yang Belum Usai

Surakarta dan Keistimewaannya: Luka yang Belum Usai

by Tabooo
Mei 25, 2026

Surakarta pernah memiliki dasar hukum sebagai daerah istimewa. Namun gejolak politik, konflik elite, dan keputusan pusat membuat status itu membeku...

Bukan Skill, Tapi Kepatuhan: Cara Baru Sistem Memilih Manusia

Bukan Skill, Tapi Kepatuhan: Cara Baru Sistem Memilih Manusia

by jeje
Mei 1, 2026

Kita selalu percaya pengalaman adalah kunci. Tapi di sini, tidak ada yang bertanya kamu sudah sejauh apa belajar. Sistem hanya...

Next Post
Ash People Muncul! Sosok Na’vi Paling Ganas di Avatar Terbaru

Ash People Muncul! Sosok Na’vi Paling Ganas di Avatar Terbaru

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id