• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Selasa, Maret 24, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Pamit Sang Ayah, Arhan Menangis, Sepak Bola Indonesia Ikut Hening

Desember 7, 2025
in News, Sports
A A
Pamit Sang Ayah, Arhan Menangis, Sepak Bola Indonesia Ikut Hening

Pratama Arhan Berduka Ayahnya Meninggal Dunia Minggu (07/12./2025). (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter
Minggu Pagi yang Terlalu Sepi

Tabooo.id: Sports – Minggu pagi, 7 Desember 2025, datang tanpa tanda. Saat matahari masih enggan naik, kabar duka menerjang seperti tekel dari arah buta. Di Blora, keluarga sudah lebih dulu tenggelam dalam tangis, sementara publik baru mengetahui bahwa ayah Pratama Arhan, Sutrisno bin Raji, berpulang pada subuh yang terlalu sunyi itu.

Terlebih, Arhan sedang berada jauh dari rumah bersama Bangkok United. Jarak negara tetangga mendadak berubah seperti samudra yang tak bisa disebrangi dalam sekejap. Meski begitu, dukacita itu cepat menyusup ke lini massa, memaksa para pendukung Timnas ikut menahan helaan napas.

Kabar Duka yang Menyebar Secepat Notifikasi

Kabar pertama muncul melalui unggahan para pemain dan pelatih Timnas. Pelatih U-23, Indra Sjafri, menyampaikan pesan yang langsung meremas dada:

“Innalillahi wainnailaihi rajiun… telah meninggal dunia ayahanda Pratama Arhan.”

Kemudian, ia menambahkan doa yang membuat lini waktu ikut menunduk hormat:

“Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.”

Sementara itu, Asnawi Mangkualam yang juga berkarier di Liga Thailand mengirimkan ucapan belasungkawa:

RelatedPosts

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi dalam Dua Gelombang

Gelar Griya di Istana, Prabowo Satukan Elite Politik dalam Suasana Lebaran

“Yang kuat, Ho. Semoga amal ibadah bapak diterima di sisi Allah SWT.”

Unggahan demi unggahan muncul selanjutnya. Bahkan beberapa suporter luar negeri ikut menyampaikan simpati. Momentum ini menegaskan bahwa hubungan para pemain Timnas bukan sekadar rekan kerja, melainkan saudara yang dipersatukan oleh lapangan hijau.

Arhan, Blora, dan Kenangan yang Selalu Mengikuti

Karier Arhan memang melesat cepat, tetapi akarnya selalu tertanam kuat di Blora. Ia berkali-kali menyebut bahwa keluarganya adalah alasan ia berlari lebih keras dari siapa pun. Kita masih ingat air matanya saat Indonesia meraih emas SEA Games 2023 air mata yang katanya dipersembahkan untuk orang tua yang mendukungnya tanpa henti.

Kini, dukungan itu berubah menjadi kenangan. Namun kenangan itulah yang membuat perjalanan Arhan terasa lebih manusiawi. Sementara itu, belum ada konfirmasi apakah ia sudah bertolak ke Indonesia. Perjalanan Bangkok ke Blora yang biasanya terasa dekat tiba-tiba menjadi sangat panjang.

Lebih dari Sekadar Nomor Punggung

Di mata publik, Arhan bukan hanya bek kiri dengan lemparan jauh mematikan. Ia sosok yang memikul harapan generasi baru sepak bola Indonesia. Setiap kali ia berlari menyusuri sisi kiri lapangan, para pendukung yakin bahwa permainan bisa berubah.

Namun, kehilangan orang tua selalu menjadi hal yang tak bisa ditangani dengan tekel keras. Tidak ada skor untuk menenangkan hati. Tidak ada sorakan stadion untuk meredakan getaran dada. Kehilangan ini, akhirnya, menjadi pengingat bahwa atlet idola pun manusia dengan ruang rapuh yang tak terlihat kamera.

Makna Kehilangan di Tengah Hiruk Pikuk Lapangan

Tragedi ini kembali mengingatkan publik bahwa pemain sepak bola tidak pernah lepas dari identitas mereka sebagai anak, saudara, atau bagian dari keluarga. Bahkan ketika sorotan kamera mengejar mereka, ada kehidupan pribadi yang tetap berjalan di balik layar. Karena itulah, dukungan tidak hanya diperlukan saat pertandingan besar, tetapi juga ketika hidup menampar tiba-tiba.

Di sisi lain, momen duka ini menyatukan komunitas sepak bola Indonesia. Suporter yang biasa berdebat soal taktik kini berdiri di baris yang sama—baris simpati.

Hening untuk Arhan

Pada akhirnya, kita biarkan Arhan merangkul duka ini tanpa desakan. Selanjutnya, ketika ia kembali ke lapangan, setiap langkahnya akan membawa nama sang ayah. Dan setiap lemparan jauhnya akan menjadi pengingat bahwa cinta seseorang kadang tetap hidup, bahkan ketika pemiliknya telah pergi.

Untuk sekarang, sepak bola Indonesia menundukkan kepala. Hening untuk Arhan. @teguh

Tags: AyahBangkok UnitedBerdukaMeninggal DuniaPelatih U-23Pratama ArhanSepak BolaTimnas
Next Post
Kasparov Kalah, AI Menang: Duel Catur yang Ubah Sejarah

Kasparov Kalah, AI Menang: Duel Catur yang Ubah Sejarah

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.