Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Komitmen Satu China dan Peta Baru Geopolitik Indonesia

by dimas
Desember 7, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Dalam politik internasional, tidak ada pernyataan yang muncul tanpa hitungan geopolitik. Hal itu terlihat jelas pada Jumat (5/12/2025) ketika Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyampaikan bahwa Indonesia kembali menegaskan komitmen pada prinsip Satu China. Pernyataan ini keluar di tengah naiknya tensi Beijing–Taipei dan meningkatnya aktivitas militer China di sekitar Taiwan.

Lin menyampaikan ringkasan hasil pertemuan antara Ketua CPPCC, Wang Huning pemain penting dalam lingkar kekuasaan Beijing dan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka. Menurut Lin, Indonesia siap memperdalam kerja sama di bidang perdagangan, budaya, ekonomi, dan pertukaran masyarakat. Singkatnya, hubungan kedua negara bergerak ke arah yang lebih erat.

Siapa Paling Diuntungkan?

China mendapatkan posisi aman. Dukungan tegas Indonesia pada prinsip Satu China menjadi modal politik besar, terutama saat Beijing bersiap menghadapi tekanan internasional terkait Taiwan. Dukungan dari negara sebesar Indonesia memperkuat narasi China bahwa kawasan masih memihak mereka.

Dari sisi ekonomi, China memanfaatkan momen ini untuk membuka peluang investasi dan memperluas pengaruh. Mereka menggandeng visi Indonesia Emas 2045 dengan konsep modernisasi ala China sebuah cara halus untuk menunjukkan bahwa “pertumbuhan lebih cepat bila berjalan bersama Beijing”.

Siapa Berjalan di Atas Garis Tipis?

Indonesia memegang risiko paling besar. Kita membutuhkan pasar dan investasi China, tetapi juga menjalin hubungan erat dengan Taiwan, terutama dalam industri teknologi. Sikap terlalu condong ke Beijing bisa menimbulkan ketegangan baru di jalur diplomasi Jakarta-Taipei.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Di dalam negeri, kekhawatiran publik kembali mencuat: soal dominasi ekonomi China, soal proyek-proyek besar yang berpotensi meminggirkan tenaga kerja lokal, dan soal kecenderungan politik yang dianggap terlalu dekat dengan Beijing. Isu-isu itu selalu muncul setiap kali hubungan Indonesia-China menghangat.

Apa yang Dibawa Wang Huning?

Selama kunjungannya, Wang Huning bertemu dengan Presiden, MPR, DPR, dan DPD. Ia datang dengan paket lengkap dukungan politik, pujian atas pembangunan Indonesia, simpati atas banjir di Sumatera, dan tawaran kerja sama strategis.

Prabowo merespons dengan menunjukkan ketertarikan pada pengalaman pembangunan China. Ia menyebut bahwa Indonesia ingin mempelajari model yang cocok untuk kepentingan nasional. Sikap ini memberi ruang bagi kolaborasi yang lebih dalam tetapi tetap dalam kendali Jakarta.

Namun Wang juga menyampaikan permintaan yang cukup tegas ia ingin Indonesia mendukung upaya China menolak gerakan kemerdekaan Taiwan. Permintaan ini jarang muncul secara terbuka dalam diplomasi dan menunjukkan betapa pentingnya posisi Indonesia di mata Beijing.

Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Hubungan yang semakin erat berpotensi membawa peluang ekonomi baru, seperti investasi, lapangan kerja, dan akses teknologi. Namun kedekatan yang terlalu dalam juga bisa menciptakan ketergantungan. Dan di dunia geopolitik, ketergantungan jarang datang tanpa harga.

Secara regional, sikap Indonesia bisa menggeser dinamika kekuatan di Asia Tenggara. Ketika Jepang, AS, Filipina, dan Taiwan memperkuat pertahanan, posisi Indonesia menjadi kunci stabilitas kawasan.

Jakarta Memilih Kursi di Meja Permainan

Pernyataan Lin Jian bukan sekadar diplomasi formal. Ini sinyal bahwa Indonesia sedang menentukan posisi dalam persaingan geopolitik Asia Timur. Pertanyaan terbesarnya sederhana:

Apakah Indonesia sedang memainkan permainan… atau perlahan menjadi bagian dari papan permainan?

Kadang, suara paling keras bukan yang terdengar marah melainkan kalimat diplomatik yang terdengar terlalu tenang. Dan kali ini, ketenangan itulah yang paling banyak bicara. @dimas

Tags: Geopolitik AsiaPolitik Luar Negeri

Kamu Melewatkan Ini

Langit Indonesia Dimasuki Tanpa Izin: Kenapa Pesawat Asing Bisa Sebebas Itu?

Langit Indonesia Dimasuki Tanpa Izin: Kenapa Pesawat Asing Bisa Sebebas Itu?

by dimas
April 26, 2026

Di balik hamparan langit yang tampak tenang di atas Nusantara, tersimpan jejak pelanggaran yang tak selalu terlihat dari daratan. Ruang...

Selat Malaka Berbayar: Peluang Indonesia Jadi Kaya Mendadak atau Sekadar Wacana?

Selat Malaka Berbayar: Peluang Indonesia Jadi Kaya Mendadak atau Sekadar Wacana?

by dimas
April 25, 2026

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan bayang-bayang konflik yang mulai merembet ke jalur perdagangan global, laut tidak lagi berdiri sebagai...

Selat Malaka Mau Dipajaki? Usulan Purbaya Langsung Ditolak Negara Tetangga

Selat Malaka Mau Dipajaki? Usulan Purbaya Langsung Ditolak Negara Tetangga

by dimas
April 25, 2026

Di tengah sensitifnya jalur perdagangan global yang melibatkan Indonesia, Malaysia, dan Singapura, sebuah wacana pajak kapal di Selat Malaka justru...

Next Post
Yogurt: Antara Probiotik Penyelamat dan Jejak Dairy yang Meragukan

Yogurt: Antara Probiotik Penyelamat dan Jejak Dairy yang Meragukan

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id