Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Rokok Ilegal Dimusnahkan, Tapi Kenapa Pasarnya Tak Kunjung Mati?

by eko
Oktober 7, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on Facebook
Share on Twitter

Rokok ilegal dimusnahkan Bea Cukai Surakarta setelah petugas menindak 12,8 juta batang di Solo Raya. Pasarnya masih terus bertahan.

Tabooo.id – Rokok ilegal dimusnahkan Bea Cukai Surakarta setelah petugas menindak 12,8 juta batang di Solo Raya. Penindakan ini memutus peredaran barang ilegal, tetapi pasar rokok ilegal masih bertahan.

Angkanya besar. Nilai barang mencapai sekitar Rp19,29 miliar. Negara juga menyelamatkan potensi kerugian sekitar Rp12,53 miliar.

Namun, ada pertanyaan yang lebih besar.

Kalau petugas terus menemukan rokok ilegal, apakah penegakan hukum semakin efektif atau pasar ilegal masih punya tenaga untuk hidup?

Ini Belum Selesai

BBM Tersendat, ASN WFH Jadi Jawaban: Bagaimana dengan Akar Masalahnya?

Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang: Diplomasi Akrab, Hasilnya Harus Terukur

Bukan Sekadar Soal Pelaku Menghindari Cukai

Kepala Bea Cukai Surakarta Kholis Kamaludin menjelaskan, penindakan bertujuan membatasi peredaran barang ilegal sekaligus melindungi penerimaan negara.

Bea Cukai menjalankan operasi bersama pemerintah daerah melalui pemanfaatan DBHCHT. Satpol PP dari wilayah Solo Raya juga ikut dalam sejumlah operasi tersebut.

Wilayah itu mencakup Surakarta, Boyolali, Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Sragen, dan Karanganyar.

Artinya, persoalan rokok ilegal tidak berhenti pada satu kota.

Jaringan distribusinya juga bergerak melintasi wilayah.

12 Juta Batang Bukan Angka Kecil

Petugas menyita 12.866.052 batang rokok ilegal sepanjang periode penindakan tersebut.

Jumlah itu terdiri dari 11.758.319 batang sigaret kretek mesin (SKM) dan 1.107.733 batang sigaret putih mesin (SPM).

Petugas kemudian menghancurkan barang tersebut agar pelaku tidak kembali memasukkannya ke pasar.

Sebagian rokok petugas hancurkan menggunakan alat berat. Petugas juga membakar sisanya di fasilitas pengolahan limbah di Sukoharjo.

Selain rokok, petugas juga memusnahkan 164.400 mililiter minuman mengandung etil alkohol atau MMEA.

Langkah itu jelas memutus peredaran barang yang sudah petugas sita.

Tetapi memutus stok tidak selalu sama dengan memutus pasar.

Kenapa Barang Ilegal Terus Muncul?

Di sinilah persoalannya menjadi lebih rumit.

Kholis mengatakan, penindakan harus berjalan secara berkelanjutan. Menurut dia, aktivitas ilegal tetap muncul karena pelaku melihat peluang keuntungan.

“Sepanjang tahun namanya orang berusaha, ada keuntungan yang mereka dapatkan,” ujarnya.

Pernyataan itu menunjukkan satu hal penting: pasar menciptakan insentif.

Selama masih ada keuntungan, pelaku bisa terus mencari celah.

Karena itu, operasi penindakan tidak bisa berdiri sendiri. Edukasi kepada penjual dan masyarakat juga menjadi bagian penting untuk memutus rantai peredaran.

Harga, Daya Beli, dan Perilaku Konsumen

Persoalan rokok ilegal juga membuka diskusi lain.

Apakah konsumen memilih produk ilegal hanya karena ingin menghindari aturan?

Belum tentu.

Harga, daya beli, kebiasaan konsumsi, serta keberadaan pasar informal bisa ikut memengaruhi pilihan konsumen. Namun, data penindakan ini belum cukup untuk menentukan faktor yang paling dominan.

Karena itu, persoalan ini membutuhkan kajian lebih jauh.

Penegakan hukum menangani pelaku dan barang ilegal. Sementara itu, kebijakan cukai, edukasi, serta perilaku pasar membutuhkan pendekatan yang lebih panjang.

Satu operasi bisa menghentikan satu jalur. Pasar bisa mencari jalur lain.

Penindakan Efektif atau Pasar Belum Mati?

Pemusnahan jutaan batang rokok ilegal menunjukkan negara aktif bekerja.

Namun, petugas masih menemukan jutaan batang rokok ilegal. Fakta itu menunjukkan pasar ilegal belum hilang.

Dua hal itu bisa terjadi bersamaan.

Penindakan dapat semakin efektif. Pada saat yang sama, pelaku bisa terus mencari peluang baru.

Karena itu, keberhasilan tidak cukup diukur dari jumlah barang yang petugas musnahkan.

Pertanyaan berikutnya adalah: apakah peredaran turun, apakah pelaku berhenti, dan apakah konsumen beralih?

Di titik itu, edukasi dan pengawasan menjadi sama pentingnya dengan operasi penindakan.

Ini Bukan Sekadar Rokok yang Digilas

Bea Cukai Surakarta menyebut pemusnahan ini sebagai bagian dari fungsi community protector. Pemerintah juga ingin memastikan DBHCHT memberi manfaat bagi masyarakat.

Pesannya jelas.

Negara tidak hanya mengejar barang ilegal. Negara juga berusaha menjaga penerimaan dan melindungi masyarakat dari peredaran barang yang melanggar aturan.

Namun, satu fakta tetap sulit diabaikan.

Barang ilegal bisa hilang dalam sehari. Kebiasaan pasar tidak berubah secepat itu.

Di situlah pekerjaan berikutnya dimulai.

Membakar barang ilegal menyelesaikan stok. Belum tentu menyelesaikan pasarnya. @eko

Tags: Bea Cukai SurakartaHasil CukaiPemkot SoloRokok Ilegal

Kamu Melewatkan Ini

BRUS dan BRUN Jadi Langkah Pemkot Solo Siapkan Generasi Muda

BRUS dan BRUN Jadi Langkah Pemkot Solo Siapkan Generasi Muda

by eko
Oktober 15, 2026

Pemkot Solo dan Kemenag memperkuat pembinaan remaja melalui BRUS dan BRUN untuk membangun karakter, keterampilan hidup, dan kesiapan berkeluarga menghadapi...

Pameran Keris Keluar dari Museum, Solo Mengajak Wisatawan Menyentuh Ingatan

Pameran Keris Keluar dari Museum, Solo Mengajak Wisatawan Menyentuh Ingatan

by teguh
Oktober 14, 2026

Pemkot Solo mengadakan pameran Keris dengan membawa koleksi Museum Radya Pustaka dan Museum Keris ke sembilan hotel di Solo Raya....

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

by teguh
Oktober 13, 2026

Museum tak harus menunggu pengunjung datang. Kali ini, koleksi sejarah dan budaya Solo yang biasanya tersimpan di gedung museum justru...

Next Post
Rokok Ilegal: Siapa Untung, Siapa yang Menanggung?

Rokok Ilegal: Siapa Untung, Siapa yang Menanggung?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id