Dugaan pesta narkoba di Rutan Depok memicu pemeriksaan internal. Pengawasan dan komitmen Zero Halinar kini kembali menjadi sorotan publik.
Tabooo.id: Depok – Sebuah video di media sosial memicu dugaan pesta narkoba di Rutan Kelas I Depok, Jawa Barat. Video itu memperlihatkan sejumlah pria berada dalam satu ruangan sambil berjoget mengikuti musik.
Salah satu pria tampak memegang benda yang diduga sebagai alat isap sabu. Namun, Rutan Kelas I Depok belum memastikan identitas para pria maupun fakta dalam video tersebut.
Karena itu, jajaran Rutan Depok langsung melakukan pemeriksaan internal. Petugas juga menelusuri informasi untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Rutan Depok Telusuri Video Viral
Akun media sosial dewanperwakilannetizen.id mengunggah video tersebut. Unggahan itu kemudian menarik perhatian publik karena menampilkan pria yang diduga merupakan warga binaan Rutan Kelas I Depok.
Jajaran Rutan Depok langsung merespons informasi tersebut. Petugas kemudian melakukan pengecekan internal.
KPR Rutan Kelas I Depok Bogie Nurseto mengatakan pihaknya telah menerima informasi yang beredar di media sosial.
“Kami, jajaran pejabat struktural Rutan Kelas 1 Depok, sudah menerima adanya berita informasi yang saat ini beredar di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat,” kata Bogie dalam keterangan yang dikutip dari Kompas.com, Minggu (4/10/2026).
Selanjutnya, petugas menelusuri isi video dan kondisi internal rutan. Mereka juga melakukan pengecekan untuk memastikan fakta yang sebenarnya.
“Menindaklanjuti hal tersebut, saat ini kami melaksanakan pendalaman, pengecekan, dan penelusuran secara internal untuk memastikan kondisi yang sebenarnya,” tambahnya.
Langkah tersebut penting karena video yang beredar belum membuktikan seluruh dugaan. Rutan perlu mencocokkan isi video dengan data dan kondisi lapangan.
Video Viral Belum Membuktikan Dugaan
Di sisi lain, Rutan Depok menegaskan bahwa pihaknya tidak mengabaikan informasi masyarakat. Petugas juga akan mengacu pada fakta hasil pemeriksaan.
“Kami tidak mengabaikan setiap informasi yang disampaikan masyarakat. Setiap informasi menjadi perhatian, dan kami tindak lanjuti berdasarkan fakta serta hasil pengecekan di lapangan,” kata dia.
Sampai sekarang, Rutan Depok belum menyampaikan hasil akhir pemeriksaan. Karena itu, publik perlu membedakan dugaan, isi video, dan fakta yang telah terverifikasi.
Bogie juga menegaskan bahwa proses investigasi masih berjalan.
“Untuk itu, saat ini kami masih melakukan pendalaman investigasi,” ujarnya.
Dengan demikian, publik belum bisa menarik kesimpulan hanya dari video tersebut. Rutan Depok masih harus menyelesaikan proses pemeriksaan internal.
Zero Halinar Kembali Diuji
Persoalan ini tidak berhenti pada sebuah video. Dugaan tersebut juga menyentuh sistem pengawasan di dalam lembaga pemasyarakatan.
Rutan Depok memiliki komitmen Zero HALINAR. Istilah tersebut mencakup bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba.
Karena itu, video yang memperlihatkan dugaan aktivitas narkoba memunculkan pertanyaan serius. Publik tentu ingin mengetahui seberapa kuat pengawasan berjalan di dalam rutan.
Bogie mengatakan pihaknya terus memperkuat pengawasan.
“Kami juga terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan, untuk memastikan seluruh pelaksanaan tugas pelayanan, keamanan, dan ketertiban di Rutan Depok berjalan sesuai dengan arahan pimpinan, baik dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah, yaitu Zero Halinar (bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba),” ujar Bogie.
Karena itu, hasil pemeriksaan internal menjadi sangat penting. Publik membutuhkan jawaban yang jelas berdasarkan fakta.
Ini Bukan Sekadar Video
Video tersebut menjadi pemicu perhatian publik. Namun, persoalan yang lebih besar menyangkut kemampuan sistem pengawasan mencegah pelanggaran.
Jika pemeriksaan membuktikan dugaan tersebut, aparat pemasyarakatan perlu menjelaskan bagaimana aktivitas itu bisa terjadi. Sebaliknya, jika pemeriksaan tidak menemukan pelanggaran, publik juga berhak mengetahui hasilnya.
Dengan demikian, persoalannya bukan hanya siapa yang muncul dalam video. Pertanyaan yang lebih penting menyangkut cara kerja pengawasan dan kekuatan sistem pencegahan.
Dampaknya bagi Publik
Bagi masyarakat, persoalan ini menyangkut kepercayaan. Rutan memiliki aturan ketat dan sistem pengawasan untuk menjaga keamanan.
Karena itu, setiap dugaan narkoba di dalam rutan dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap lembaga pemasyarakatan.
Pada akhirnya, publik tidak membutuhkan spekulasi. Publik membutuhkan fakta yang dapat mereka periksa.
Di balik tembok rutan, pengawasan tidak cukup hanya dengan klaim. Sistem pengawasan harus mampu membuktikannya. @dimas








