Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Nurisa Raih Emas, Panahan Indonesia Cetak Sejarah di Asian Games

by dimas
Oktober 1, 2026
in Reality, Sports
A A
Home Reality Sports
Share on Facebook
Share on Twitter
Nurisa Raih Emas di Asian Games 2026, sekaligus mencetak sejarah sebagai emas pertama panahan Indonesia sejak cabang ini dipertandingkan pada 1978.

Tabooo.id: Jepang – Dua poin menjadi jarak tipis antara kemenangan dan kekalahan. Di tangan Nurisa Dian Ashrifah, dua poin itu berubah menjadi sejarah baru panahan Indonesia di Asian Games 2026.

Nurisa merebut emas nomor Compound Women Individual setelah mengalahkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco, dengan skor 139-137 di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose, Aichi.

Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Angin turut menguji konsistensi kedua pemanah, sementara setiap anak panah membawa tekanan yang semakin besar menuju akhir pertandingan.

Pertarungan Dimulai dari Angka yang Sama

Nurisa membuka final dengan 28 poin. Amaya mengumpulkan angka yang sama.

Belum ada jarak di antara keduanya. Setiap tembakan berikutnya menjadi kesempatan untuk menciptakan keunggulan.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Pada end kedua, Nurisa mencetak 27 poin. Amaya membukukan 26 poin.

Satu poin membuat Nurisa mulai mengambil kendali.

Namun final belum menjadi milik Indonesia.

Keunggulan Tipis yang Terus Bergeser

Kedua pemanah kembali menunjukkan konsistensi pada end ketiga.

Nurisa dan Amaya sama-sama mencatat 29 poin. Tidak ada perubahan jarak, tetapi tekanan terus meningkat.

Situasi berubah pada end keempat.

Nurisa memperoleh 26 poin. Amaya justru mencatat 27 poin dan memperkecil ketertinggalannya.

Pertandingan memasuki titik paling menentukan.

Selisih kecil membuat satu kesalahan pada tembakan terakhir dapat mengubah seluruh hasil final.

Dua Poin Terakhir Mengunci Emas

Nurisa menjawab tekanan pada end penentuan.

Ia mengumpulkan 29 poin. Amaya hanya mencatat 27 poin.

Skor akhir berhenti pada 139-137.

Dua poin.

Selisih yang terlihat sederhana itu membawa Nurisa melewati garis kemenangan sekaligus membuka sejarah baru bagi Indonesia.

Emas Pertama Setelah Penantian Panjang

Panahan Indonesia sebelumnya belum pernah meraih emas Asian Games sejak cabang tersebut resmi dipertandingkan pada 1978.

Prestasi terbaik Indonesia selama periode tersebut berupa medali perak pada 1982, 1994, dan 2018.

Nurisa mengubah catatan itu di Aichi-Nagoya.

Emas tersebut menjadi medali emas Asian Games pertama Indonesia dari cabang panahan.

Bagi Nurisa, kemenangan itu bukan hanya tentang mengalahkan satu lawan. Ia menempatkan namanya dalam halaman baru sejarah olahraga Indonesia.

Ketenangan Menjadi Pembeda

Pertandingan final menunjukkan betapa tipis jarak antara keberhasilan dan kegagalan dalam panahan.

Ketika skor terus berdekatan, kemampuan menjaga konsentrasi menjadi sama pentingnya dengan ketepatan teknik.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai ketenangan Nurisa menjadi salah satu kunci keberhasilannya di final.

“Ketenangan Nurisa menjadi salah satu kunci keberhasilannya.” ujarnya.

Kemenangan tersebut kemudian tidak hanya dipandang sebagai pencapaian hari ini. Hasil Asian Games juga menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi agenda yang lebih panjang.

Erick mengarahkan hasil tersebut sebagai bagian dari evaluasi menuju SEA Games 2027 dan Olimpiade Los Angeles 2028.

Dengan begitu, emas Aichi-Nagoya bukan garis akhir. Medali tersebut justru menjadi ukuran baru bagi perjalanan panahan Indonesia.

Perjalanan Menuju Aichi Bukan Tanpa Bekal

Emas Asian Games tersebut juga tidak berdiri sendiri.

Sebelum tampil di Aichi-Nagoya, Nurisa telah mencatat hasil positif pada Singapore Archery Open. Ia meraih emas nomor individu compound setelah mengalahkan sesama wakil Indonesia, Yurike Nina Bonita Pereira, dengan skor 146-142.

Rangkaian pertandingan itu menjadi bagian dari perjalanan menuju panggung Asian Games.

Di Aichi, tantangannya berubah. Lawan semakin kuat, tekanan semakin besar, dan kondisi pertandingan menuntut konsentrasi sampai anak panah terakhir.

Nurisa mampu melewati semuanya dengan selisih dua poin.

Satu Emas Mengubah Target Indonesia

Kemenangan Nurisa sekaligus menjadi emas kelima Indonesia di Asian Games 2026.

Torehan tersebut membuat Indonesia melewati target awal empat medali emas.

Namun pencapaian itu juga menghadirkan ukuran baru.

Setelah emas pertama panahan akhirnya datang, pekerjaan berikutnya bukan sekadar merayakannya. Konsistensi menjadi tantangan berikutnya.

Asian Games 2026 memberikan bukti bahwa panahan Indonesia mampu mencapai puncak podium. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan standar tersebut pada kompetisi berikutnya.

Sejarah Sudah Ditulis, Tantangan Baru Menunggu

Panahan merupakan olahraga yang tidak memberi banyak ruang bagi kesalahan.

Atlet berdiri dalam tekanan, menarik busur, menjaga bidikan, lalu melepaskan anak panah. Setelah itu, angka menentukan segalanya.

Nurisa berhasil menjaga proses tersebut sampai tembakan terakhir.

Satu final menghasilkan satu emas. Namun maknanya jauh lebih panjang.

Kemenangan 139-137 itu mengakhiri penantian emas panahan Indonesia di Asian Games sekaligus membuka standar baru bagi generasi berikutnya.

Nurisa telah menuntaskan pertandingannya.

Kini sejarah tersebut menjadi pijakan untuk perjalanan yang lebih panjang dari satu emas menuju konsistensi prestasi panahan Indonesia di level Asia dan dunia. @dimas

Tags: Asian Games 2026Emas IndonesiaNurisa Dian AshrifahPanahan Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Desak Made Sumbang Emas, Indonesia Naik ke Posisi 13 Asian Games

Desak Made Sumbang Emas, Indonesia Naik ke Posisi 13 Asian Games

by dimas
Oktober 1, 2026

Desak Made Rita Kusuma menyumbang emas keempat Indonesia di Asian Games 2026. Hasil ini mengerek Indonesia ke posisi 13 klasemen...

Leo/Daniel Ukir Emas Ketiga Indonesia di Asian Games 2026

Leo/Daniel Ukir Emas Ketiga Indonesia di Asian Games 2026

by dimas
September 29, 2026

Leo/Daniel ukir emas ketiga Indonesia di Asian Games 2026 setelah mengalahkan pasangan China Liang Wei Keng/Wang Chang di final ganda...

Rahmat Erwin Abdullah Bawa Emas Kedua Indonesia, Dua Rekor Dunia Pecah

Rahmat Erwin Abdullah Bawa Emas Kedua Indonesia, Dua Rekor Dunia Pecah

by teguh
September 26, 2026

Rahmat Erwin Abdullah tidak sekadar naik ke podium Asian Games 2026. Lifter Indonesia itu membawa pulang emas nomor 75 kilogram...

Next Post
Trans Home Sleman Terbakar, 20 Armada Hadapi Api dan Thinner

Trans Home Sleman Terbakar, 20 Armada Hadapi Api dan Thinner

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id