QRIS Parkir Solo mulai diterapkan di empat ruas jalan protokol. Namun, transaksi digital di kalangan jukir masih sepi dan pembayaran tunai tetap berjalan.
Tabooo.id: Surakarta – Penerapan QRIS untuk pembayaran parkir di Kota Solo belum ramai digunakan. Hampir sepekan setelah diluncurkan, sejumlah juru parkir (jukir) di Jalan Slamet Riyadi masih lebih banyak menerima pembayaran secara tunai.
Pembayaran parkir melalui QRIS di Kota Solo belum merata. Hampir sepekan setelah peluncuran, sebagian juru parkir masih menerima pembayaran tunai.
Kondisi itu terlihat di Jalan Slamet Riyadi. Dari puluhan juru parkir yang bertugas, baru belasan orang yang menerima pembayaran melalui QRIS.
Sementara itu, jukir lain masih mengandalkan pembayaran tunai. Mereka tetap melayani pengguna parkir dengan cara lama.
QRIS Belum Dipakai Semua Jukir
Pemkot Solo meluncurkan sistem pembayaran parkir digital pada Jumat (18/9/2026). UPTD Perparkiran Dinas Perhubungan Solo menjalankan program tersebut di empat ruas jalan.
Lokasinya meliputi Jalan Slamet Riyadi, Jalan Gatot Subroto, Jalan Teuku Umar, dan Jalan Radjiman.
Jalan Teuku Umar mencakup ruas dari Simpang 3 McDonald’s hingga Simpang 4 Keprabon. Sementara Jalan Radjiman mencakup ruas dari Pasar Klewer hingga Masjid Fatimah.
Namun, Pemkot Solo masih memberi pilihan pembayaran tunai. Artinya, warga tidak wajib menggunakan QRIS saat membayar parkir.
Jukir Masih Terima Uang Tunai
Pantauan di Jalan Slamet Riyadi menunjukkan penggunaan QRIS belum merata.
Sejumlah jukir masih menerima pembayaran tunai. Mereka juga belum mendapatkan transaksi QRIS dari pengguna parkir.
Sugiyar, jukir di depan Toko Sinar Agung, mengaku belum menerima pembayaran melalui QRIS sejak peluncuran sistem.
“Saat ini belum ada yang membayar dengan QRIS. Rata-rata orang tetap memakai cara cash,” ujar Sugiyar kepada Tabooo.id, Selasa (30/9/26).
Meski begitu, Sugiyar tetap menawarkan pembayaran non-tunai. Ia mengenakan barcode QRIS di lehernya.
Pengguna parkir bisa memilih pembayaran melalui QRIS atau tunai.
“Saya tetap menawarkan kepada pengguna jasa parkir setiap kali parkir di sini, mau pakai QRIS atau cash,” katanya.
Barcode Lebih Mudah daripada Mesin EDC
Sugiyar mengaku lebih memahami pembayaran melalui barcode QRIS. Ia merasa cara tersebut lebih sederhana daripada memakai mesin EDC.
“Kalau pakai barcode ini saya mengerti. Tinggal tunjukkan ke pengguna parkir,” ungkapnya.
Menurut Sugiyar, QRIS juga berpotensi menarik lebih banyak pengguna di kawasan yang ramai anak muda.
Ia mencontohkan kawasan kedai kopi yang memiliki banyak pelanggan dari kalangan tersebut.
Dana QRIS Masuk Rekening Bank Jateng
Sugiyar juga mendapat penjelasan dari pihak dinas soal alur pembayaran QRIS.
Menurut dia, transaksi QRIS akan masuk ke rekening pribadinya di Bank Jateng. Ia juga menyebut dana tersebut bisa diambil kapan saja.
“Kalau penjelasannya kemarin di dinas, kalau ada yang bayar pakai ini (QRIS) nanti langsung masuk ke rekening pribadi di Bank Jateng. Katanya bisa diambil kapan saja,” pungkasnya.
Saat ini, tarif parkir mencapai Rp2.000 untuk sepeda motor. Tarif mobil mencapai Rp3.000.
Penerapan QRIS parkir di Solo masih memasuki tahap awal. Pemkot masih membuka pembayaran tunai selama sistem digital berjalan.
Bagi pengguna parkir, pilihannya masih sederhana: scan QRIS atau keluarkan uang tunai.@eko








