Sabtu, September 26, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Asian Games 2026: Bulu Tangkis Putra Pecahkan Telur Emas Indonesia

by teguh
September 25, 2026
in Reality, Sports
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Indonesia akhirnya pecah telur di Asian Games 2026. Tim bulu tangkis beregu putra merebut emas setelah menumbangkan China 3-2 dalam final di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Kamis 24/9/2026.

Tabooo.id: Sports – Menariknya, di Asian Games 2026 emas itu tidak datang lewat jalan mulus. Indonesia justru lebih dulu tertinggal 0-2. Dua partai pertama menjadi milik China sebelum Alwi Farhan dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin membalikkan momentum.

Dua Partai Hilang, Medali Belum Hilang

Jonatan Christie membuka final dengan menghadapi Shi Yu Qi. Jonatan kalah dua gim, 13-21 dan 18-21.

Situasi makin berat setelah Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kalah dari Liang Wei Keng/Wang Chang. Mereka menyerah 20-22, 21-19, 14-21.

China unggul 2-0. namun, Indonesia belum selesai.

Alwi Farhan memperkecil jarak setelah mengalahkan Li Shi Feng 23-21, 15-21, 21-16. Setelah itu, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menyamakan skor melalui kemenangan 23-21, 21-10 atas He Ji Ting/Liu Yi.

Ini Belum Selesai

FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia 2-0 Singapura, 90 Menit Mengubah Cerita di GBK

Bapenda Solo Gratiskan Soto bagi Warga yang Bayar Pajak

Skor berubah menjadi 2-2. Satu pertandingan tersisa. Satu kemenangan menentukan emas.

Ubed dan Beban di Partai Terakhir

Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed turun menghadapi Weng Hongyang.

Beban itu nyata. Ubed mengaku sempat tegang sebelum pertandingan. Bahkan, ia sempat menelepon orang tuanya untuk meminta doa.

“Dari awal sudah sempat tegang. Sebelum main, saya sudah telepon orang tua di bench itu. Minta doa dari mereka.”

— Moh Zaki Ubaidillah, 24/09/2026.

Ketegangan itu kemudian berubah menjadi kontrol.

Ubed memenangkan gim pertama 23-21 setelah melewati duel ketat. Weng sempat mencapai game point, tetapi Ubed mampu membalikkan situasi.

Gim kedua berjalan lebih terkendali. Ubed menang 21-13. Indonesia menang 3-2. Emas pertama akhirnya masuk ke kantong kontingen Merah Putih.

Asian Games 2026: Mental Bukan Sekadar Kata

Kemenangan Ubed juga memperlihatkan satu hal yang sering hilang dari tabel skor: tekanan pertandingan.

Pada 22/07/2026, legenda wushu Indonesia sekaligus pelatih nasional Lindswell Kwok sudah mengingatkan bahwa kesiapan psikologis menjadi faktor penting menghadapi Asian Games.

“Yang paling penting sebenarnya adalah psikologis atlet.”

Lindswell juga menekankan bahwa kepercayaan diri atlet di arena berkaitan dengan persiapan yang dibangun jauh sebelum pertandingan.

Konteks itu terlihat jelas di final badminton putra. Ubed mengaku tegang. Namun, ia memilih menenangkan diri ketika tertinggal dan mendapat dukungan dari tim.

Jadi, comeback ini bukan cuma cerita soal teknik.Ada kontrol emosi, dukungan tim, dan kemampuan bertahan ketika pertandingan memasuki titik paling genting.

Emas yang Mengubah Papan Klasemen

Kemenangan tersebut menjadi emas pertama Indonesia di Asian Games 2026.

Sebelum emas datang, Indonesia sudah mengoleksi sejumlah perak dan perunggu. Setelah kemenangan badminton putra, total koleksi Indonesia mencapai 20 medali.

Rinciannya satu emas, lima perak, dan 14 perunggu. Indonesia juga naik ke posisi ke-16 klasemen perolehan medali setelah kemenangan tersebut.

Cabang yang menyumbang medali pun beragam. Ada wushu, teqball, karate, MMA, rowing, cycling, shooting, sepak takraw, hingga badminton.

Artinya, emas badminton bukan berdiri sendirian. Medali ini menjadi puncak sementara dari rangkaian perjuangan berbagai cabang olahraga Indonesia di Aichi-Nagoya.

Yang Menang Bukan yang Tak Pernah Jatuh

Final ini memberi gambaran sederhana tentang olahraga. Keunggulan 2-0 tidak otomatis berarti kemenangan. Sebaliknya, tertinggal 0-2 juga belum berarti cerita selesai.

Indonesia kehilangan dua partai pertama. Namun, tiga pertandingan berikutnya mengubah seluruh pertandingan.

Itulah bedanya skor dengan cerita karena Skor hanya mencatat siapa menang. Pertandingan mencatat bagaimana sebuah tim bereaksi ketika keadaan sudah tidak berpihak.

Karena Atlet Juga Manusia

Di balik selebrasi emas, ada atlet yang tetap merasakan gugup. Ubed tidak menyembunyikannya.

Ia mengaku meminta doa orang tua sebelum turun ke lapangan. Setelah itu, dukungan tim membantu dirinya mengelola tekanan.

Pesannya sederhana: mental atlet bukan tombol yang tinggal ditekan ketika pertandingan dimulai.

Mental dibangun jauh sebelumnya. Dan ketika momen terbesar datang, semua persiapan itu diuji dalam hitungan poin.

Ketika Emas Bukan Sekadar Medali

Indonesia akhirnya mendapatkan emas pertamanya di Asian Games 2026. Bukan lewat kemenangan mudah.

Bukan juga lewat pertandingan yang berjalan sesuai skenario. Emas itu lahir setelah tertinggal 0-2 dan bangkit menjadi 3-2.

China punya keunggulan tapi Indonesia punya kesempatan. Pada akhirnya, yang bertahan sampai poin terakhir yang membawa pulang emas. @teguh

Tags: Asian Games 2026Bulutangkis IndonesiachinaIndonesiaMedali EmasMoh Zaki UbaidillahTim Putra IndonesiaUbed

Kamu Melewatkan Ini

Emas Pertama Indonesia, Ubed Bawa Merah Putih Naik Tujuh Posisi

Emas Pertama Indonesia, Ubed Bawa Merah Putih Naik Tujuh Posisi

by dimas
September 24, 2026

Ubed mengantar Indonesia meraih emas pertama Asian Games 2026 sekaligus mengerek posisi Merah Putih naik tujuh tingkat ke peringkat 16...

Indonesia Koleksi 8 Medali, Masih di Posisi 16 Asian Games

Indonesia Koleksi 8 Medali, Masih di Posisi 15 Asian Games

by dimas
September 22, 2026

Indonesia mengoleksi delapan medali di Asian Games 2026 setelah tambahan perunggu Agung Sanistyarani. Indonesia kini berada di posisi 15 klasemen....

Pitchamon Positif Doping, Thailand Kena Pukulan di Asian Games

Pitchamon Positif Doping, Thailand Kena Pukulan di Asian Games

by eko
September 22, 2026

Pitchamon Opatniputh positif dalam tes doping Asian Games 2026. ITA menemukan furosemide dan memberi skorsing sementara kepada atlet Thailand itu....

Next Post
Munir di Malioboro: 22 Tahun Berlalu, Pertanyaan Belum Selesai

Munir di Malioboro: 22 Tahun Berlalu, Pertanyaan Belum Selesai

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id