Indonesia mengoleksi delapan medali di Asian Games 2026 setelah tambahan perunggu Agung Sanistyarani. Indonesia kini berada di posisi 15 klasemen.
Tabooo.id: Nagoya – Indonesia kembali menambah medali di Asian Games 2026.
Cok Istri Agung Sanistyarani memastikan perunggu dari karate setelah mengalahkan karateka Singapura, Hafezan Marissa, dengan skor 7-3. Pertandingan berlangsung di Toyohashi Gymnasium, Selasa, 22 September 2026.
Hasil itu membuat koleksi Indonesia di arena bertambah menjadi delapan medali.
Namun, angka tersebut belum tercermin dalam klasemen resmi yang dipantau pada Selasa siang.
Indonesia Masih di Peringkat 15
Dalam tabel klasemen resmi Asian Games 2026, Indonesia masih berada di posisi ke-15.
Tabel tersebut mencatat Indonesia mengoleksi satu perak dan enam perunggu. Totalnya masih tujuh medali.
Padahal, Agung Sanistyarani baru saja menambah satu perunggu dari nomor kumite putri -55 kilogram.
Dengan memasukkan hasil tersebut, Indonesia sebenarnya telah mengumpulkan satu perak dan tujuh perunggu. Totalnya menjadi delapan medali.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pembaruan hasil pertandingan dan tabel klasemen belum berlangsung pada waktu yang sama.
Klasemen Sementara Asian Games 2026

Karate Kembali Menyumbang Medali
Perunggu Agung Sanistyarani menjadi medali kedua Indonesia dari cabang karate.
Sebelumnya, Leica Al Humaira Lubis meraih perunggu pada nomor kumite putri +68 kilogram. Leica mendapatkannya pada Minggu, 20 September 2026.
Kini, karate kembali memberikan tambahan bagi Kontingen Merah Putih.
Agung Sanistyarani tampil di kelas -55 kilogram. Ia kemudian mengunci perunggu setelah menang 7-3 atas Hafezan Marissa.
Satu kemenangan itu memang hanya menghasilkan satu medali.
Namun, bagi kontingen yang sedang mengejar posisi lebih tinggi, setiap medali tetap memiliki arti.
Perburuan Medali Belum Selesai
Perjuangan Indonesia pada Selasa masih panjang.
Sejumlah atlet Merah Putih masih bertanding di berbagai cabang olahraga. Bulu tangkis menjadi salah satu yang mendapat perhatian.
Tim putri Indonesia menghadapi Chinese Taipei pada perempat final. Sementara itu, tim putra berhadapan dengan Malaysia.
Keduanya memburu tiket semifinal.
Selain bulu tangkis, Indonesia juga masih bertanding di menembak, wushu, tinju, tenis meja, voli, karate, dan sejumlah cabang lainnya.
Karena itu, klasemen Asian Games 2026 masih sangat mungkin berubah sepanjang hari.
Bukan Sekadar Angka di Papan
Klasemen memang menjadi ukuran paling mudah untuk membaca persaingan antarnegara.
Namun, angka di papan tidak selalu langsung mengikuti apa yang terjadi di arena.
Agung Sanistyarani sudah bertarung dan memenangkan pertandingan perebutan perunggu. Medali sudah berada dalam koleksi Indonesia.
Sementara itu, tabel resmi masih menunjukkan angka sebelumnya.
Di sinilah olahraga memperlihatkan sisi yang sering luput dari angka. Atlet bertanding dalam hitungan menit, tetapi proses menuju podium berlangsung jauh lebih panjang.
Latihan, tekanan, kegagalan, dan kesempatan kedua akhirnya bertemu dalam satu pertandingan.
Indonesia Masih Punya Ruang untuk Bergerak
Posisi ke-15 belum menggambarkan akhir perjalanan Indonesia di Asian Games 2026.
Medali Agung Sanistyarani menjadi tambahan terbaru. Namun, klasemen resmi masih menunggu pembaruan.
Di sisi lain, sejumlah cabang masih membuka peluang bagi Indonesia untuk menambah koleksi.
Ini bukan sekadar soal angka yang belum diperbarui. Ini tentang perlombaan yang masih berjalan ketika papan klasemen belum sempat mengejar arena.
Asian Games belum selesai.
Dan bagi Indonesia, setiap pertandingan berikutnya masih bisa mengubah cerita di papan medali. @dimas








