Minggu, September 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Keluarga Wali Kota Solo Masuk Ahli Waris Sriwedari, Respati Pilih Tolak

by eko
September 19, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Keluarga Respati masuk daftar ahli waris tanah Sriwedari. Respati meminta keluarga menolak warisan dan menyerahkannya ke Pemkot Solo.

Tabooo.id: Surakarta – Keluarga Wali Kota Solo Respati Ardi masuk dalam daftar ahli waris tanah Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Solo.

Namun, Respati memilih menolak warisan tersebut. Ia juga meminta keluarga besarnya menyerahkan aset itu kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Walikota Surakakarta, Respati menyampaikan sikap tersebut kepada wartawan di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Jumat (18/9/2026) pagi.

Respati Minta Keluarga Tolak Warisan

Respati mengatakan sejumlah orang pernah mendatangi ibunya. Mereka kemudian menyampaikan bahwa ibunya masuk sebagai salah satu ahli waris tanah Sriwedari.

“Ibu saya ya masih sugeng. Tetapi saya sudah mengkonfirmasi ke ibu saya, ke semuanya, ke keluarga besar untuk melakukan penolakan waris dan menyerahkan ini kepada pemerintah kota,” kata Respati.

Ini Belum Selesai

Abdon Kisamdu Ditangkap di Yahukimo, Dugaan Transaksi Senjata Jadi Sorotan

Produk Taktikal Indonesia Dilirik Militer Yordania, Sampel Jadi Ujian Pertama

Respati menegaskan komitmennya terhadap masa depan tanah Sriwedari. Ia ingin kawasan tersebut tetap memberi manfaat bagi warga Solo.

Menurut Respati, Pemkot Solo dapat menata kawasan Sriwedari untuk kepentingan publik.

“Itu taman milik warga Solo, terbuka untuk umum. Pasti kami lebih tahu manfaatnya jika ini dimanfaatkan untuk umum,” ujarnya.

Respati Ingin Sriwedari Tetap untuk Warga

Respati juga menyoroti potensi ekonomi dari kawasan Sriwedari.

Menurut dia, pemanfaatan kawasan oleh kelompok tertentu bisa menghasilkan nilai ekonomi bagi pihak tersebut.

“Tapi jika nanti dimanfaatkan oleh warga atau kelompok tertentu pasti akan ada nilai ekonomi yang didapatkan,” ujar Respati.

Ia menilai status sebagai aset Pemkot Solo akan membuat manfaat kawasan kembali kepada masyarakat.

“Ini tanah Sriwedari milik Pemkot, tentunya kalau milik Pemkot adalah milik warga Solo pada umumnya dan tamannya seluruh warga Solo dan semua bisa menikmati Sriwedari,” paparnya.

Pemkot Klaim Punya Sertifikat Hak Pakai

Polemik Sriwedari kembali mencuat setelah muncul rencana pembangunan Kantor Sekretariat Bersama (Sekber) di kawasan tersebut.

Rencana itu melibatkan pihak yang mengklaim sebagai ahli waris tanah Sriwedari. Pemkot Solo kemudian meminta pihak tersebut menghentikan aktivitas pembangunan.

Sekretaris Daerah Solo Budi Murtono mengatakan Pemkot sudah menyampaikan sikap kepada pihak yang memasukkan material ke kawasan Sriwedari.

Pemkot Solo menyatakan kawasan tersebut merupakan tanah milik pemerintah kota. Pemkot juga menyebut memiliki bukti kepemilikan berupa sertifikat hak pakai (HP).

“Kami sudah punya bukti kepemilikannya, sertifikat HP-nya sudah ada. Jadi kami minta mereka untuk tidak melakukan aktivitas di sana tanpa ada izin dari Pemerintah Kota Surakarta,” kata Budi di Balai Kota Solo, Rabu (16/9/2026).

Polemik Sriwedari Belum Selesai

Pernyataan Respati menambah babak baru dalam polemik tanah Sriwedari.

Di satu sisi, keluarga Respati memilih menolak warisan. Di sisi lain, Pemkot Solo menegaskan klaim kepemilikan melalui sertifikat hak pakai.

Persoalan Sriwedari akhirnya bukan sekadar soal siapa yang menguasai tanah.

Kawasan ini juga menyangkut ruang publik yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari kehidupan warga Solo.

Bagi Respati, kepentingan publik menjadi alasan utama. Ia ingin warga tetap bisa menikmati Sriwedari tanpa kepentingan kelompok tertentu. @eko

Tags: Pemkot Solorespati ardisriwedaritanah Sriwedari

Kamu Melewatkan Ini

Parkir Digital Masuk Solo, Pengawasan Jangan Ketinggalan

Parkir Digital Masuk Solo, Pengawasan Jangan Ketinggalan

by teguh
September 17, 2026

Pemkot Surakarta menyiapkan peluncuran Transformasi Parkir digital untuk Kota Surakarta pada Jumat, 18/09/2026. Kantor Dinas Perhubungan Kota Surakarta menjadi lokasi...

Pemkot Solo Minta Pembangunan Sekber Ahli Waris Dihentikan

Pemkot Solo Minta Pembangunan Sekber Ahli Waris Dihentikan

by eko
September 17, 2026

Pemkot Solo minta ahli waris menghentikan pembangunan Sekber Sriwedari dan mengambil material yang sudah masuk ke kawasan tersebut. Tabooo.id: Surakarta...

Sriwedari Memanas, Rencana Sekber Ahli Waris Tertahan

Sriwedari Memanas, Rencana Sekber Ahli Waris Tertahan

by eko
September 17, 2026

Rencana Sekber ahli waris di Sriwedari Solo tertahan setelah muncul poster penolakan dan pesan “Save Sriwedari”. Tabooo.id: Surakarta - Suasana...

Next Post
Raja Kecil dan Raja Besar: Berebut Kuasa di Birokrasi

Raja Kecil dan Raja Besar: Berebut Kuasa di Birokrasi

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id