TPA Putri Cempo masuk masa transisi. Asap padam, tetapi gas metana dan bara di dalam gunungan sampah masih mengancam.
Tabooo.id: Surakarta – Gunungan sampah TPA Putri Cempo Solo kini tak lagi mengepulkan asap. Namun, bahaya di dalam tumpukan sampah masih mengintai.
Rabu (16/9/2026) menjadi hari terakhir masa tanggap darurat kebakaran. Pemkot Solo menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari, sejak 3 hingga 16 September 2026.
Kini, Pemkot Solo memasuki masa transisi penanganan bencana. Petugas tetap berjaga untuk mencegah api kembali muncul.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan kondisi di permukaan memang sudah membaik. Namun, gunungan sampah masih menyimpan gas metana dan bara.
“Alhamdulillah tepat 14 hari status tanggap bencana hari ini asap sudah padam. Akan tetapi di dalam masih ada gas metana yang harus segera kita tangani,” ujar Respati saat meninjau TPA Putri Cempo, Rabu (16/9/2026).
Petugas Tetap Jaga TPA
Respati mengatakan petugas tetap berjaga selama masa transisi. Jumlah petugas akan lebih sedikit daripada saat masa tanggap darurat.
Mereka akan mengawasi kondisi gunungan sampah. Langkah ini penting untuk mencegah munculnya titik asap dan titik api.
Respati juga menyoroti keberadaan jaringan SUTET di sekitar TPA. Ia menyebut pengamanan jaringan listrik sebagai salah satu prioritas.
“Seperti kita ketahui bersama ternyata di sini objek vital juga sutet yang harus kita amankan. Itu penanganan prioritas agar tidak terjadi masalah listrik ke depannya,” katanya.
6,31 Hektare Area Terkendali
Kepala Pelaksana BPBD Kota Solo Ari Dwi Daryatmo mengatakan luas TPA Putri Cempo mencapai sekitar 17 hektare.
Hingga hari ke-14, petugas gabungan mengendalikan 3,92 hektare di Blok B.
Mereka juga mengendalikan 0,59 hektare di Blok D1. Sementara itu, petugas mengendalikan 1,8 hektare di Blok C.
Total area yang terkendali mencapai 6,31 hektare.
Namun, Ari mengingatkan potensi asap dan api masih ada. Gas metana menjadi salah satu faktor utama yang perlu petugas awasi.
Kandungan oksigen dan bara di dalam gunungan sampah juga bisa memicu api. Suhu panas dan cuaca terik dalam beberapa hari terakhir turut meningkatkan risiko.
Sekitar 400 Personel Turun Tangan
Sekitar 400 personel ikut menangani kebakaran TPA Putri Cempo.
BPBD Solo juga mendapat dukungan mobil taktis dari pemadam kebakaran wilayah Soloraya. TNI, Polri, BPBD, SHA, dan sejumlah pihak lain turut membantu proses penanganan.
Kini asap memang sudah padam. Tetapi, pekerjaan petugas belum selesai.
Gunungan sampah masih menyimpan potensi bahaya yang tidak terlihat dari permukaan.
Api sudah tak terlihat. Ancaman di bawah gunungan sampah belum benar-benar pergi. @eko








