Rabu, September 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Program Digitalisasi Harus jalan, Smart TV untuk Sekolah Rusak, Listriknya?

by teguh
September 12, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan polemik bantuan program digitasasi perangkat digital untuk SD Negeri Mboeng, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tabooo.id: Jakarta – Sekolah tersebut mendapat perangkat layar interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP). Pada saat yang sama, kondisi bangunan sekolah masih membutuhkan perbaikan. Sekolah juga belum memiliki akses listrik yang memadai. Mu’ti mengatakan pemerintah menjalankan distribusi perangkat digital sebagai bagian dari program digitalisasi pembelajaran. Program tersebut menyasar sekolah secara luas.

“Jadi program itu kan memang berjalan beriringan, tapi tidak sama, ya. Kalau program digitalisasi memang targetnya semua sekolah, baik dia yang sudah ada listrik maupun yang belum ada listrik,” ujar Mu’ti saat ditemui di Jakarta Pusat, Jumat (11/09/2026).

Program Digitalisasi Menjangkau Sekolah Tanpa Listrik

Mu’ti menegaskan pemerintah tetap memasukkan sekolah tanpa listrik ke dalam sasaran digitalisasi. Pemerintah juga mengupayakan jaringan listrik bagi sekolah yang belum mendapat akses.

Upaya tersebut membutuhkan proses dan waktu. Pemerintah kemudian menempatkan pembangunan sekolah berdasarkan skala prioritas.

“Kemudian pembangunan sekolah itu kan memang berdasarkan prioritas tadi, yang daerah-daerah 3T, daerah-daerah yang memang tertinggal, dan sekolah rusak berat,” ucap Mu’ti.

Ini Belum Selesai

Warung Mi dan Babi Sukoharjo Dibakar, 12 Saksi Diperiksa Polisi

TPNPB Klaim Tembak Sopir di Wamena-Nduga: Jalur Publik Jadi Zona Ancaman

Program digitalisasi dan pembangunan fisik sekolah berjalan dalam jalur yang berbeda. Pemerintah menilai keduanya tetap perlu berjalan secara bersamaan.

Lebih dari 1.400 Sekolah di NTT

Mu’ti memastikan pemerintah akan merevitalisasi SD Negeri Mboeng pada 2026. Ia juga menyebut pemerintah menyiapkan program revitalisasi untuk lebih dari 1.400 sekolah di NTT.

“Untuk tahun ini kami akan bantu dengan dana revitalisasi. Dan di NTT sendiri ada lebih dari 1.400 sekolah yang tahun ini akan kita bangun dengan anggaran lebih dari Rp1 triliun,” kata Mu’ti.

Anggaran tersebut mencakup program pembangunan dan revitalisasi sekolah di NTT. Pemerintah memprioritaskan sekolah di wilayah 3T dan sekolah dengan kerusakan berat.

Mu’ti menargetkan seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan dapat tertangani secara bertahap hingga 2028.

“Dan mudah-mudahan secara bertahap sesuai dengan janji dan juga arahan Bapak Presiden semua sekolah akan bisa diperbaiki dalam rentang waktu sampai akhir tahun 2028,” imbuh Mu’ti.

SDN Mboeng Jadi Sorotan

SD Negeri Mboeng menjadi perhatian publik setelah kondisi sekolah tersebut muncul di media sosial. Dokumentasi yang beredar memperlihatkan bangunan sekolah berdinding bambu.

Pada saat yang sama, sekolah menerima perangkat layar interaktif untuk mendukung kegiatan pembelajaran.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan publik. Mengapa perangkat digital hadir ketika kebutuhan dasar sekolah masih menghadapi persoalan?

Mu’ti memberikan jawaban dari sisi kebijakan. Pemerintah menjalankan digitalisasi sebagai program tersendiri. Pemerintah juga menjalankan revitalisasi untuk memperbaiki kondisi fisik sekolah.

Perangkat Digital Butuh Infrastruktur

Persoalan SDN Mboeng menunjukkan satu hal penting. Teknologi pendidikan membutuhkan infrastruktur pendukung.

Listrik menjadi salah satu kebutuhan utama. Tanpa pasokan listrik yang memadai, perangkat digital sulit digunakan secara optimal.

Peneliti sosiologi pendidikan BRIN, Anggi Afriansyah, pernah mengingatkan persoalan serupa dalam tulisannya pada 21/04/2026. Ia menilai digitalisasi pendidikan tidak otomatis menyelesaikan persoalan pendidikan.

Pengamat pendidikan Doni Koesoema juga menyampaikan pandangan mengenai posisi teknologi dalam pendidikan pada 25/11/2022.

“Teknologi digital adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan, bukan demi pemakaian alat itu sendiri,” ujar Doni.

Pernyataan tersebut menempatkan teknologi sebagai sarana. Sekolah tetap membutuhkan ruang belajar yang layak dan infrastruktur dasar.

Pemerintah Kini Punya Dua Pekerjaan

Pemerintah kini menghadapi dua agenda di sekolah-sekolah seperti SDN Mboeng. Pertama, memastikan perangkat digital dapat digunakan. Kedua, memperbaiki fasilitas sekolah yang rusak.

Mu’ti mengatakan kedua program tersebut berjalan beriringan. Pemerintah juga memasukkan sekolah tanpa listrik dalam target digitalisasi.

Di NTT, pemerintah menyiapkan revitalisasi lebih dari 1.400 sekolah dengan anggaran lebih dari Rp1 triliun.

Kasus SDN Mboeng akhirnya bukan hanya soal smart TV. Pemerintah harus memastikan perangkat tersebut benar-benar berfungsi di ruang kelas.

Revitalisasi sekolah juga menjadi ukuran berikutnya. Publik kini menunggu apakah janji perbaikan benar-benar sampai ke ruang belajar.

Digitalisasi bisa hadir di layar. Namun, kualitas pendidikan tetap bergantung pada sekolah yang mampu menyediakan ruang belajar yang aman dan layak. @teguh

Tags: Abdul Mutidigitalisasi pendidikanKemendikdasmenManggarai TimurNTTPendidikan IndonesiaRevitalisasi SekolahSDN MboengSekolah Rusak

Kamu Melewatkan Ini

Program Bantuan Smart TV Sudah Sampai, Listriknya Kapan?

Program Bantuan Smart TV Sudah Sampai, Listriknya Kapan?

by teguh
September 14, 2026

Ada satu pemandangan yang membuat program digitalisasi pendidikan terasa seperti sedang berjalan dengan dua kecepatan. Di SD Negeri Mboeng, Manggarai...

Smart TV di Sekolah, Listrik Masih Jadi Soal: Negara Sedang Membangun Apa?

Smart TV di Sekolah, Listrik, Internet Masih Jadi Soal: Negara Sedang Membangun Apa?

by teguh
September 12, 2026

Layar interaktif kini masuk ke ruang kelas hingga pelosok Nusa Tenggara Timur dengan hadirnya bantuan Smart TV di sekolah melalui...

Bantuan Perbaikan Rumah Korban Gempa NTT Capai Rp30 Juta

Bantuan Perbaikan Rumah Korban Gempa NTT Capai Rp30 Juta

by eko
Agustus 26, 2026

Pemerintah menyiapkan bantuan Rp15 juta hingga Rp30 juta untuk perbaikan rumah warga terdampak gempa NTT, sesuai tingkat kerusakan. Tabooo.id -...

Next Post
Serda Ahmad Tewas, TNI AU Usut Dugaan Kekerasan Senior

Serda Ahmad Tewas, TNI AU Usut Dugaan Kekerasan Senior

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id