Minggu, November 1, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Benarkah Yusril Sebut Banyak Pejabat Mati Jika Koruptor Dihukum Mati?

by eko
September 2, 2026
in Check
A A
Home Check
Share on Facebook
Share on Twitter
Cek fakta pernyataan Yusril Ihza Mahendra tentang hukuman mati bagi koruptor, termasuk konteks ucapan soal banyak pejabat yang bisa terancam.

Tabooo.id: Pernyataan Yusril Ihza Mahendra soal hukuman mati bagi koruptor kembali menjadi sorotan. Benarkah ia menyebut banyak pejabat akan mati jika aturan tersebut diterapkan? Simak konteks dan fakta pernyataan aslinya.

Klaim: Yusril Ihza Mahendra menyebut banyak pejabat akan mati jika pemerintah mengesahkan hukuman mati bagi koruptor.

Fakta: Klaim tersebut keliru. Penelusuran tidak menemukan pernyataan Yusril yang memuat kalimat itu.

Sebuah unggahan Facebook menampilkan foto Yusril Ihza Mahendra. Unggahan tersebut juga memuat narasi tentang hukuman mati bagi koruptor.

Narasinya berbunyi:

Ini Belum Selesai

Benarkah Sekolah Negeri Bakal Bayar SPP pada 2027?

Viral Puan Disebut Bela Koruptor soal Masker, Faktanya Justru Berbeda

“Kalau hukuman mati bagi koruptor disahkan tentu akan banyak pejabat yang mati. Lalu siapa yg akan mengurus negeri ini”

Kalimat itu seolah-olah menunjukkan bahwa Yusril menolak hukuman mati bagi koruptor.

Namun, konteks aslinya berbeda.

Foto Yusril, Narasinya Berbeda

Foto dalam unggahan tersebut mirip dengan materi Instagram yang membahas pernyataan Yusril.

Materi itu memakai judul “Tanggapi Tuntutan Hukuman Mati Koruptor, Yusril: Itu di Luar Kewenangan Pemerintah”.

Konteksnya berkaitan dengan tuntutan massa aksi di depan Gedung DPR RI.

Massa meminta pemerintah menerapkan hukuman mati bagi pelaku korupsi.

Ia kemudian menjelaskan posisi pemerintah dalam persoalan tersebut.

Yusril Bicara Soal Kewenangan

Yusril menjelaskan bahwa UU Tindak Pidana Korupsi dan KUHP Nasional sudah mengatur pidana mati.

Jaksa dapat mengajukan tuntutan pidana mati dalam perkara tertentu.

Namun, majelis hakim menentukan hukuman akhir.

Pemerintah tidak berwenang menentukan berat atau ringannya hukuman terdakwa.

Pemerintah juga tidak boleh mengintervensi putusan pengadilan.

Yusril menegaskan bahwa semua pihak harus menghormati putusan hakim.

Hakim dapat menjatuhkan hukuman mati atau penjara seumur hidup sesuai perkara dan pertimbangan hukum.

Tidak Ada Kalimat Soal Banyak Pejabat Mati

Penelusuran terhadap konteks pernyataan Yusril tidak menemukan kalimat tersebut.

Tidak ada pernyataan Yusril yang menyebut banyak pejabat akan mati jika hukuman mati bagi koruptor berlaku.

Ia juga tidak mempertanyakan siapa yang akan mengurus negara setelah banyak pejabat meninggal.

Artinya, unggahan tersebut menggabungkan foto Yusril dengan narasi yang tidak sesuai konteks.

Di sinilah letak masalahnya.

Foto yang benar tidak otomatis membuktikan kebenaran semua tulisan di dalamnya.

Seseorang dapat menambahkan narasi baru pada sebuah foto tanpa pernah mendapatkannya dari tokoh yang tampil dalam foto tersebut.

Kenapa Narasi Ini Mudah Dipercaya?

Narasi tersebut mengangkat isu sensitif, yaitu korupsi dan hukuman mati.

Isu itu mudah memancing emosi publik.

Nama pejabat terkenal juga membuat unggahan tampak meyakinkan.

Padahal, pembaca perlu memeriksa sumber kutipan, bukan hanya melihat foto.

Dampaknya buat kamu: jangan langsung percaya pada kutipan yang menempel pada foto tokoh publik.

Cari sumber asli dan periksa konteks pernyataannya.

Ini bukan sekadar soal satu kutipan.

Hal ini juga menunjukkan cara sebuah foto dapat mengubah persepsi publik ketika seseorang menambahkan narasi tanpa dasar.

Jadi, klaim “Yusril menyatakan banyak pejabat akan mati jika hukuman mati bagi koruptor disahkan” adalah keliru.

Penelusuran tidak menemukan pernyataan Yusril yang mendukung klaim tersebut.

Foto boleh asli. Narasi tetap wajib dicek.@eko

Tags: Cek Faktahukuman matiKoruptorYusril Ihza Mahendra

Kamu Melewatkan Ini

Ibu dan Anak Dibunuh di Madiun, Keluarga Tuntut Hukuman Mati

Ibu dan Anak Dibunuh di Madiun, Keluarga Tuntut Hukuman Mati

by dimas
Oktober 27, 2026

Kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun memasuki tahap pendalaman. Polisi menelusuri bukti, sementara keluarga korban menuntut hukuman mati bagi...

Benarkah Sekolah Negeri Bakal Bayar SPP pada 2027?

Benarkah Sekolah Negeri Bakal Bayar SPP pada 2027?

by eko
Oktober 18, 2026

Benarkah sekolah negeri bakal menarik SPP pada 2027? Simak fakta anggaran pendidikan dan rencana pemerintah dalam RAPBN 2027. Tabooo.id -...

Benarkah Puan Bela Tersangka Korupsi soal Larangan Masker?

Viral Puan Disebut Bela Koruptor soal Masker, Faktanya Justru Berbeda

by eko
Oktober 14, 2026

Klaim viral menyebut Puan Maharani membela koruptor terkait larangan masker. Benarkah pernyataan itu berasal darinya? Simak fakta dan penelusurannya. Tabooo.id...

Next Post
Pelanggaran HAM dan Kekuasaan: Mengapa Keadilan Terus Tertunda?

Pelanggaran HAM dan Kekuasaan: Mengapa Keadilan Terus Tertunda?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id