BBMC Central Java rayakan 26 tahun di Taman Sriwedari Solo bersama 500 bikers dari berbagai daerah dan kegiatan sosial untuk warga.
Tabooo.id: Surakarta – Deru mesin motor memenuhi kawasan Taman Sriwedari, Solo, Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Bikers Brotherhood Motorcycle Club (BBMC) Central Java merayakan ulang tahunnya yang ke-26 bersama ratusan bikers dari berbagai daerah.
Sejak pukul 14.00 WIB, para bikers mulai berdatangan. Mereka datang dari berbagai kota untuk mengikuti rangkaian acara hingga puncak perayaan pada malam hari.
Vice President BBMC Central Java, Agung Yudhanto, mengatakan komunitasnya mengisi peringatan ulang tahun dengan sejumlah kegiatan sosial.
“Tadi rangkaian kegiatannya ada bakti sosial, pembagian sembako bagi warga sekitar dan pelaku seni di Gedung Wayang Orang, cek kesehatan gratis untuk warga, dan juga makan gratis,” kata Agung.
Tak Sekadar Rayakan Ulang Tahun
BBMC Central Java tak hanya menggelar pesta untuk para anggotanya. Komunitas ini juga mengajak masyarakat sekitar ikut merasakan manfaat dari perayaan tersebut.
BBMC membagikan sembako kepada warga dan pelaku seni di Gedung Wayang Orang. Mereka juga menyediakan layanan cek kesehatan serta makan gratis.
Selain itu, BBMC menggandeng pelaku UMKM lokal untuk ikut meramaikan acara. Kehadiran UMKM memberi warna tersendiri dalam perayaan 26 tahun komunitas motor tersebut.
Perayaan ini pun menunjukkan satu hal. Komunitas motor tak selalu identik dengan konvoi dan suara mesin. Mereka juga bisa bergerak bersama untuk memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
500 Bikers dari Berbagai Daerah
Agung memperkirakan sekitar 500 peserta dan tamu undangan hadir di Taman Sriwedari. Para bikers datang dari berbagai wilayah di Indonesia.
“Untuk peserta yang hadir secara nasional, kira-kira kurang lebih 500 orang,” ujar Agung.
Tak hanya dari dalam negeri, sejumlah bikers dari luar Indonesia juga ikut hadir. Agung mengaku mendapat dukungan besar dari berbagai komunitas otomotif.
“Alhamdulillah banyak sekali rekan-rekan dari komunitas otomotif lain ikut datang. Bahkan ada yang datang jauh-jauh dari Malaysia, Lombok, Sumatra, dan Bali,” katanya.
Kehadiran para bikers dari berbagai daerah memperkuat suasana persaudaraan sepanjang acara. Taman Sriwedari pun menjadi titik temu bagi pecinta motor dengan latar belakang yang berbeda.
Nyawiji Dadi Siji di Atas Aspal
Memasuki usia ke-26, BBMC Central Java membawa slogan “Nyawiji Dadi Siji”. Semangat itu menjadi pesan utama dalam perayaan tahun ini.
Agung berharap BBMC terus memberi manfaat bagi masyarakat. Ia juga ingin komunitas tersebut mampu memberi kontribusi bagi pemerintah daerah dan sesama pengendara motor.
“Kami berharap BBMC dapat bermanfaat bagi semuanya dan dapat memberikan kontribusi untuk Pemerintah Kota maupun Provinsi. Kami juga ingin memberikan manfaat khususnya bagi rekan-rekan pemotor,” ujarnya.
Ia kemudian mengajak seluruh bikers menjaga persaudaraan di jalan. Menurutnya, perbedaan merek dan jenis motor tidak boleh memecah kekompakan para pengendara.
“Untuk para bikers, tetap jaga persaudaraan. Apa pun motornya, selama kita di jalan tetap satu aspal. Kita harus menjaga kekompakan sesama pengendara motor,” tutupnya.
Perayaan 26 tahun BBMC Central Java akhirnya bukan hanya tentang usia sebuah komunitas. Ini tentang ratusan orang yang datang dari berbagai arah, lalu bertemu dengan satu semangat: nyawiji dadi siji. Sebab apa pun motornya, semua tetap berbagi jalan dan satu aspal.@eko








