BNPB mencatat 75 orang meninggal akibat gempa NTT. Sebanyak 907 warga luka dan 92.735 jiwa kini mengungsi.
Tabooo.id: Nusa Tenggara Timur – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal mencapai 75 orang.
Angka itu bertambah empat orang dari data sebelumnya. Sementara jumlah warga luka naik menjadi 907 orang, sedangkan jumlah pengungsi melonjak hingga 92.735 jiwa.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, menyampaikan duka atas bertambahnya korban jiwa.
Empat Korban Tambahan dari Tiga Kabupaten
BNPB mencatat empat korban meninggal tambahan berasal dari tiga wilayah terdampak.
Dua korban berasal dari Kabupaten Sikka. Satu korban berasal dari Kabupaten Manggarai, sedangkan satu korban lainnya berasal dari Kabupaten Nagekeo.
Berton kembali menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat yang terdampak bencana.
Gempa tidak hanya merenggut nyawa. Banyak warga kini juga harus menghadapi luka, kehilangan tempat tinggal, dan ketidakpastian setelah bencana.
Jumlah Korban Luka Naik Jadi 907 Orang
Data BNPB juga menunjukkan penambahan jumlah warga yang mengalami luka-luka.
Sebelumnya, BNPB mencatat 898 orang luka. Kini jumlahnya bertambah sembilan orang menjadi 907 orang.
Penambahan korban luka terbaru berasal dari Kabupaten Ngada.
“Korban yang luka sebanyak 907 jiwa yang semula 898 jiwa. Untuk hari ini kami mendapatkan data ketambahan sembilan jiwa yang berasal dari Kabupaten Ngada,” kata Berton.
Angka tersebut menunjukkan bahwa dampak gempa masih terus berkembang seiring proses pendataan di lapangan.
Gempa Susulan, Pengungsi Bertambah 33 Ribu Jiwa
Lonjakan paling besar terlihat pada jumlah warga yang mengungsi.
BNPB sebelumnya mencatat 59.647 jiwa berada di pengungsian. Kini jumlah itu meningkat menjadi 92.735 jiwa.
Artinya, dalam pembaruan data terbaru, jumlah pengungsi bertambah 33.088 jiwa.
Kabupaten Nagekeo mencatat tambahan pengungsi terbanyak, yakni 21.883 jiwa. Kabupaten Manggarai bertambah 9.649 jiwa, sedangkan Kabupaten Manggarai Barat bertambah 1.556 jiwa.
Berton mengatakan peningkatan jumlah pengungsi terjadi karena warga masih merasakan dampak gempa susulan.
Ini Bukan Sekadar Angka Korban
Data 75 korban meninggal, 907 warga luka, dan lebih dari 92 ribu pengungsi memang terlihat seperti deretan angka. Namun, di balik setiap angka ada keluarga yang kehilangan anggota keluarga, warga yang meninggalkan rumah, dan kehidupan yang mendadak berubah.
Gempa di NTT kini bukan sekadar soal berapa kali tanah berguncang. Ini juga soal bagaimana puluhan ribu orang harus bertahan setelah guncangan berhenti.
BNPB masih terus melakukan pembaruan data karena situasi di wilayah terdampak terus berkembang.
Bencana mungkin datang dalam hitungan detik. Namun, bagi para korban, proses untuk bangkit bisa memakan waktu jauh lebih lama. @eko








