Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Viral Bantuan Modal dari Mahfud MD Ternyata Tipuan Berbalut AI

by dimas
November 20, 2025
in Check
A A
Home Check
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Check – Di berbagai grup WhatsApp dan timeline Facebook emak-emak visioner, beredar sebuah video yang menampilkan Mahfud MD berdasi rapi sambil seolah-olah memberikan kabar bahagia bantuan modal usaha dari uang sitaan korupsi.

Videonya tampil mencolok. Ada kolase tumpukan uang merah Rp100 ribu yang warnanya seperti baru keluar dari mesin cetak. Di akhir video, muncul nomor WhatsApp misterius untuk “pendaftaran”.

Formula klasik penipu digital itu muncul lagi:
Tokoh publik + uang banyak + nomor WA random : jebakan betmen.

Video Lama, Suara Palsu, Klaim Bohong

Tim cek fakta Tabooo.id menelusuri seluruh akun media sosial resmi Mahfud MD. Hasilnya jelas Mahfud tidak pernah mengumumkan bantuan modal usaha, apalagi yang berasal dari uang sitaan korupsi.

Pemeriksaan dengan Google Lens menunjukkan bahwa video tersebut identik dengan unggahan Mahfud MD pada 12 Agustus 2020. Pada saat itu, ia hanya memberi ucapan selamat ulang tahun untuk LPSK. Tidak ada pembahasan tentang bantuan modal atau program pembagian dana.

Ini Belum Selesai

Benarkah Jakarta Sudah Bukan Ibu Kota Negara?

Kasus Korupsi Madiun Bikin Bingung? Ini Bedanya OTT, Gratifikasi, Suap, dan CSR

Hoaks ini memanfaatkan video 2020, lalu menyuntikkan narasi bohong tahun 2025 untuk membuatnya terlihat meyakinkan.

Suara Mahfud yang Muncul Ternyata Buatan AI

Tim Tabooo.id juga memeriksa audionya. Hive Moderation mengidentifikasi suara dalam video itu sebagai hasil AI dengan tingkat kemiripan 99,9 persen.
Artinya, Mahfud-nya asli, suaranya palsu, niat pembuat hoaks jelas licik.

Pembuat hoaks cukup mengambil video lama, menempelkan suara tiruan, menambahkan subtitle, dan memasukkan gambar uang merah menyala untuk memancing kepercayaan publik.

Kenapa Banyak Orang Masih Kena Tipu?

Teknologi AI berkembang sangat cepat, tetapi pembuat hoaks makin lihai memanfaatkannya.
Mereka membuat video palsu yang tampak rapi dan “profesional”. Begitu melihat pejabat + tumpukan uang + nomor WA, banyak orang langsung percaya dan buru-buru menghubungi nomor yang tertera.

Padahal logikanya sederhana:
Tidak mungkin pemerintah membagikan modal usaha lewat video kolase dan nomor WhatsApp tidak jelas.
Kalau negara benar-benar mau menyalurkan dana, pasti ada konferensi pers resmi, siaran media, dan pengumuman institusional.

Internet Makin Pintar, Kita Jangan Semakin Polos

Hoaks seperti ini sering terlihat mulus, tetapi selalu punya tujuan yang sama memanfaatkan orang yang sedang butuh harapan instan.

Seperti mantan toxic yang datang lagi dengan janji manis, hoaks selalu hadir dengan rayuan yang terlihat meyakinkan. Ujungnya hanya membuat lelah dan bisa merugikan banyak orang.

Sebelum menekan tombol share, tanyakan hal sederhana.
“Ini beneran, atau cuma jebakan dari internet yang terlalu kreatif?”

Tetap waspada. Cek dulu, baru sebar.
Biar kita tidak ikut menyebarkan dosa digital. @dimas

Kamu Melewatkan Ini

VOC Runtuh karena Korupsi, Kenapa Indonesia Mengulang Pola yang Sama?

VOC Runtuh karena Korupsi, Kenapa Indonesia Mengulang Pola yang Sama?

by dimas
Mei 13, 2026

VOC runtuh karena korupsi besar, penggelapan uang, dan permainan elite kekuasaan. Dua abad berlalu, Indonesia masih menghadapi pola lama jabatan...

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

by eko
Mei 13, 2026

Kucumbu Tubuh Indahku bukan sekadar film yang memancing kontroversi. Film karya Garin Nugroho itu berubah menjadi simbol benturan besar antara...

Reformasi 1998: Luka yang Masih Menunggu Keadilan

Reformasi 1998: Luka yang Masih Menunggu Keadilan

by Naysa
Mei 13, 2026

Reformasi 1998 tidak hanya menjatuhkan rezim Orde Baru, tapi juga membuka janji besar tentang demokrasi, hukum, dan hak asasi manusia....

Next Post
Drakor 2025: Cinta, Dendam, dan Ciuman Impulsif, Pilih Kekacauanmu

Drakor 2025: Cinta, Dendam, dan Ciuman Impulsif, Pilih Kekacauanmu

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id