Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Polemik Parkir Masjid Zayed Solo: Jukir Bantah Tarik Rp100 Ribu

by dimas
Agustus 14, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Polemik parkir Masjid Zayed Solo mencuat setelah tarif mobil disebut Rp100 ribu. Jukir resmi membantah dan mengaku mengikuti tarif karcis.

Tabooo.id: Surakarta – Polemik tarif parkir di kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo belum juga reda. Informasi tarif parkir mobil hingga Rp100.000 memicu perhatian publik dan ramai di media sosial.

Namun, cerita dari lapangan menunjukkan kondisi berbeda. Yakob, salah satu juru parkir (jukir) di depan Masjid Zayed, mengaku jukir resmi yang memiliki KTA mengikuti nominal pada karcis.

“Tidak ada jukir di area sini yang berani menarik tarif di luar karcis yang berlaku,” kata Yakob.

Menurut Yakob, karcis menjadi acuan utama saat jukir menarik pembayaran dari pengunjung. Karena itu, ia meminta publik tidak menggeneralisasi informasi tarif Rp100.000 kepada seluruh jukir.

Tarif Mobil Jadi Sorotan

Yakob mengaku kaget saat mendengar informasi tarif parkir mobil mencapai Rp100.000.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

“Tarif yang dipermasalahkan adalah tarif mobil, yang katanya diviralkan menjadi Rp100.000. Ya saya kaget,” ujarnya.

Yakob mengatakan dirinya dan sejumlah jukir lain tetap mengikuti nominal pada karcis. Ia juga menilai praktik jukir di lapangan tidak bisa langsung disamakan dengan kasus yang ramai di media sosial.

Polemik ini pun membuat satu angka menjadi pusat perhatian. Padahal, publik masih membutuhkan penjelasan lebih jelas tentang tarif resmi dan praktik di lapangan.

Jukir Klaim Tidak Memaksa Pengunjung

Yakob juga menceritakan cara dirinya melayani pengunjung. Ia mengaku tidak memaksa pengunjung membayar ketika mereka lupa membawa uang.

“Pak, saya lupa, nggak bawa uang. Ya sudah, parkir sini, kamu segera salat,” tuturnya.

Dalam kondisi tertentu, Yakob juga menerima pembayaran sesuai kemampuan pengunjung.

“Kami tidak pernah memaksa. Ketika adanya uang berapa, kami menerima dengan ikhlas,” katanya.

Ia juga menyebut anak sekolah mendapat keringanan tarif. Menurut Yakob, ia memberikan diskon sehingga mereka cukup membayar Rp2.000.

Cerita tersebut memperlihatkan sisi lain pekerjaan jukir. Mereka tidak hanya mengatur kendaraan, tetapi juga berhadapan langsung dengan kondisi pengunjung yang beragam.

Ketika Satu Angka Menyeret Semua Jukir

Informasi tarif Rp100.000 bergerak cepat melalui media sosial. Namun, persepsi publik bisa bergerak lebih cepat daripada klarifikasi.

Kondisi itu berpotensi menyeret jukir lain yang mengaku mengikuti aturan karcis. Yakob sendiri menegaskan jukir resmi dengan KTA tidak berani menarik tarif di luar nominal tersebut.

Karena itu, publik perlu membedakan kasus yang viral dengan praktik jukir lain di kawasan Masjid Zayed.

Di sisi lain, pengelola juga perlu memberi penjelasan terbuka. Pengunjung membutuhkan kepastian tarif. Jukir membutuhkan aturan yang jelas. Pengelola membutuhkan sistem pengawasan yang konsisten.

Ini Bukan Sekadar Soal Rp100 Ribu

Polemik parkir akhirnya bukan cuma soal angka Rp100.000. Persoalan utamanya menyentuh kepercayaan.

Jika tarif pada karcis berbeda dengan tarif yang pengunjung temui, publik tentu bertanya. Sebaliknya, jika satu kasus menyeret seluruh jukir, pekerja yang mengikuti aturan juga bisa ikut terdampak.

Ini bukan sekadar persoalan tarif. Ini soal siapa yang menetapkan aturan, siapa yang menarik pembayaran, dan siapa yang mengawasi pelaksanaannya.

Sebab, karcis seharusnya menjadi rujukan paling sederhana bagi pengunjung dan jukir. Ketika rujukan itu menimbulkan kebingungan, pengelola perlu segera memberi kepastian.

Pada akhirnya, publik tidak hanya membutuhkan angka tarif. Mereka membutuhkan aturan yang jelas dan transparansi di lapangan. @eko

Tags: Jukir SoloMasjid ZayedParkir SoloPolemik ParkirTarif Parkir

Kamu Melewatkan Ini

QRIS Parkir Solo Diterapkan, Jukir Masih Sepi Transaksi

QRIS Parkir Solo Diterapkan, Jukir Masih Sepi Transaksi

by eko
September 30, 2026

QRIS Parkir Solo mulai diterapkan di empat ruas jalan protokol. Namun, transaksi digital di kalangan jukir masih sepi dan pembayaran...

E-Parkir Solo Diluncurkan, Pemkot Bidik Pengurangan Pungli

E-Parkir Solo Diluncurkan, Pemkot Bidik Pengurangan Pungli

by eko
September 19, 2026

E-Parkir Solo resmi diluncurkan. Pemkot Solo menargetkan sistem ini membantu mengurangi pungli dan menata layanan parkir. Tabooo.id: - E-Parkir Solo...

E-Parkir Solo Mulai Diuji Coba, Jukir Dilengkapi QRIS dan EDC

E-Parkir Solo Mulai Diuji Coba, Jukir Dilengkapi QRIS dan EDC

by eko
September 19, 2026

E-Parkir Solo mulai diuji coba di empat ruas jalan. Jukir kini dilengkapi QRIS, EDC, dan nomor aduan masyarakat. Tabooo.id: Surakarta...

Next Post
Rocket Stove Dibongkar, Tapi Masalah Sampah Tetap Ada

Rocket Stove Dibongkar, Tapi Masalah Sampah Tetap Ada

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id