Arif, pekerja pabrik di Solo, menjalani pekerjaan kedua sebagai driver Gojek setelah pulang kerja. Ia mencari tambahan penghasilan karena gaji pokok belum cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tabooo.id – Ada orang yang menganggap pulang kerja sebagai tanda hari sudah selesai. Bagi Arif, tidak selalu begitu. Ketika jam kerja di pabrik berakhir, ia justru mengambil motor dan kembali menyusuri jalanan Solo. Aplikasi Gojek pun kembali aktif. Hari kerjanya belum selesai.
Arif menjalani dua pekerjaan dalam satu hari. Ia bekerja sebagai karyawan pabrik untuk penghasilan utama. Setelah jam kerja berakhir, ia mencari tambahan pemasukan dengan menjadi driver Gojek.
Pilihan itu muncul dari kebutuhan. Arif merasa gaji pokok dari pabrik belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Gaji Masuk, Kebutuhan Terus Berjalan
Setiap bulan, Arif harus mengatur penghasilannya untuk berbagai kebutuhan. Ada biaya makan, transportasi, kebutuhan rumah, dan pengeluaran lain yang terus muncul.
Gaji masuk pada waktu tertentu. Namun kebutuhan tidak menunggu sampai akhir bulan.
Kondisi tersebut membuat Arif mencari cara untuk menambah pemasukan. Ia melihat waktu setelah bekerja masih bisa ia manfaatkan. Daripada langsung pulang setiap hari, ia memilih kembali bekerja di jalan.
“Kalau mengandalkan gaji pokok saja sekarang belum cukup. Makanya setelah pulang kerja saya lanjut narik,” ujar Arif.
Bagi Arif, pekerjaan kedua bukan tentang mengejar kemewahan. Ia hanya ingin memiliki tambahan uang agar kebutuhan sehari-hari terasa lebih ringan.
Dari Pabrik Langsung ke Jalan
Rutinitas Arif mempertemukan dua dunia dalam satu hari.
Di pabrik, ia mengikuti pekerjaan dan jadwal yang sudah menjadi rutinitas. Setelah selesai, ia mengambil motor dan mulai mencari order melalui aplikasi Gojek.
Perubahan itu berlangsung cepat. Dari tempat kerja, ia berpindah ke jalanan Solo. Dari aktivitas di pabrik, ia kembali menghadapi lalu lintas dan pelanggan.
Arif kemudian menunggu order masuk. Ketika mendapat pesanan, ia langsung bergerak menuju lokasi. Setelah menyelesaikan satu order, ia kembali mencari order berikutnya.
Rutinitas tersebut membuat hari Arif terasa lebih panjang. Saat sebagian orang mulai beristirahat setelah pulang kerja, ia masih berada di jalan.
Setiap Order Berarti Tambahan
Bagi pelanggan, satu perjalanan dengan ojol mungkin hanya bagian kecil dari aktivitas sehari-hari. Bagi Arif, setiap order punya arti.
Satu perjalanan memberi tambahan pemasukan. Beberapa order bisa membantu menutup kebutuhan tertentu. Jika ia mendapat cukup order, penghasilan tambahan itu bisa membuat kondisi keuangannya lebih longgar.
Arif tidak membandingkan pekerjaan ojol dengan pekerjaan utamanya. Ia melihat keduanya sebagai sumber penghasilan yang saling melengkapi.
Pabrik tetap menjadi pekerjaan utama. Jalanan menjadi ruang untuk mencari tambahan.
Cara itu membuat Arif bisa tetap menjalankan pekerjaan utama tanpa meninggalkan kesempatan mendapatkan penghasilan lain.
Waktu Luang Punya Nilai
Sebelum menjadi driver ojol, waktu setelah kerja mungkin terasa seperti waktu untuk beristirahat.
Sekarang Arif melihat waktu dari sudut pandang berbeda.
Beberapa jam setelah bekerja bisa menghasilkan tambahan uang. Karena itu, ia mencoba memanfaatkan waktu tersebut selama kondisi tubuh masih memungkinkan.
Namun Arif juga memahami batas.
Ia tidak bisa terus bekerja tanpa istirahat. Setelah seharian berada di pabrik, tubuhnya tentu membutuhkan waktu untuk pulih. Karena itu, ia harus menentukan kapan mulai narik dan kapan harus berhenti.
Bagi Arif, mencari uang tambahan tetap membutuhkan perhitungan.
Ada Lelah yang Harus Dibayar
Menjalani dua pekerjaan tentu tidak selalu mudah.
Arif harus membagi tenaga antara pekerjaan utama dan pekerjaan sampingan. Setelah berjam-jam bekerja di pabrik, ia kembali mengendarai motor.
Panas, hujan, macet, dan kondisi jalan menjadi bagian dari aktivitasnya.
Ia juga harus tetap menjaga konsentrasi. Mengendarai motor setelah seharian bekerja membutuhkan kondisi tubuh yang cukup baik.
Karena itu, Arif tidak memaksakan diri ketika tubuh mulai lelah. Ia memilih pulang ketika merasa sudah tidak mampu melanjutkan perjalanan.
Tambahan penghasilan memang penting. Namun ia tahu kesehatan juga menjadi modal untuk bekerja pada hari berikutnya.
Jalanan Solo Menjadi Tempat Kedua
Bagi Arif, jalanan Solo kini memiliki cerita tersendiri.
Ia bertemu banyak orang melalui pekerjaannya sebagai driver Gojek. Ada pelanggan yang hendak pulang, orang yang pergi bekerja, hingga mereka yang membutuhkan bantuan mengantar makanan atau barang.
Setiap perjalanan membawa tujuan berbeda.
Namun Arif memiliki tujuan yang sama dalam setiap order. Ia ingin mendapatkan tambahan pemasukan.
Motor yang ia gunakan juga memiliki fungsi lain. Setelah mengantarnya dari rumah menuju tempat kerja, motor tersebut kembali membawanya mencari penghasilan.
Satu kendaraan membantunya menjalani dua pekerjaan.
Bukan Ingin Berlebihan, Hanya Ingin Cukup
Cerita Arif bukan tentang keinginan memiliki banyak uang.
Keinginannya jauh lebih sederhana.
Ia ingin penghasilannya cukup untuk menjalani kebutuhan sehari-hari. Ia ingin memiliki ruang ketika mengatur keuangan. Ia juga ingin mengurangi tekanan ketika memasuki akhir bulan.
Karena itu, Arif memilih menambah jam kerja.
Pilihan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun keputusan itu membutuhkan tenaga dan konsistensi.
Setiap hari ia harus kembali bekerja. Setiap hari ia juga harus menentukan apakah tubuhnya masih sanggup mengambil order setelah pekerjaan utama selesai.
Di situlah tantangan Arif sebenarnya.
Ketika Satu Pekerjaan Belum Cukup
Cerita Arif memperlihatkan sisi lain kehidupan pekerja di Solo.
Tidak semua orang mencari pekerjaan tambahan karena ingin memiliki penghasilan besar. Sebagian orang hanya ingin membuat pendapatan dan kebutuhan bertemu dengan lebih seimbang.
Pekerjaan sampingan kemudian menjadi pilihan.
Ada yang berjualan setelah pulang kerja dan ada yang mengambil pekerjaan lepas. Ada juga yang menjadi driver ojol seperti Arif.
Mereka menggunakan waktu yang tersisa untuk mencari tambahan.
Teknologi dan layanan berbasis aplikasi membuat pilihan itu semakin mudah dijangkau. Arif bisa menentukan kapan ia mulai mencari order dan kapan ia berhenti.
Namun fleksibilitas tetap memiliki batas. Tubuh tetap membutuhkan istirahat. Waktu tetap terbatas.
Arif harus mencari titik tengah antara kebutuhan dan kemampuan.
Hari Arif Belum Selesai Saat Pabrik Tutup
Jam kerja di pabrik menjadi akhir bagi sebagian pekerja. Bagi Arif, itu justru menjadi awal dari pekerjaan berikutnya.
Ia mengambil motor aplikasi Gojek kembali aktif.
Jalanan Solo menjadi tempat berikutnya untuk mencari rezeki.
Satu order datang. Arif bergerak.
Order selesai. Ia kembali mencari.
Rutinitas itu terus berjalan sampai ia memutuskan untuk pulang.
Sesampainya di rumah, hari panjang itu akhirnya selesai. Besok, Arif akan kembali menjalani pola yang sama.
Pabrik pada siang hari, Jalanan pada sore dan malam hari.
Dua pekerjaan. Satu tujuan Memenuhi kebutuhan hidup.
Arif tidak sedang mengejar kehidupan mewah. Ia hanya ingin memastikan penghasilan yang ia bawa pulang cukup untuk menjalani hari berikutnya.
Di tengah jalanan Solo, Arif terus bergerak. Bukan karena ia tidak ingin beristirahat, tetapi karena kebutuhan hidup juga terus berjalan.@eko








