Selasa, Juli 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sekolah Rusak, Siapa Sebenarnya Bertanggung Jawab?

by dimas
Juli 27, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter
Sekolah rusak terus berulang meski kewenangan sudah jelas. Mengapa pemerintah baru bergerak setelah bangunan roboh dan siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas keselamatan siswa?

Tabooo.id – Di sebuah ruang kelas tanpa atap di Grobogan, anak-anak tetap belajar. Mereka menyantap makanan bergizi gratis di bawah langit terbuka, sementara puing-puing bangunan menjadi latar yang menyakitkan. Di negeri yang menjadikan pendidikan sebagai amanat konstitusi, ironi itu terasa begitu telanjang. Negara mampu mengirim makanan, tetapi belum mampu lebih dulu memastikan ruang belajar tetap berdiri.

Pemandangan itu akhirnya menggugah perhatian publik. Pemerintah pusat memastikan SD Negeri Tanggirejo akan menerima dana revitalisasi sebesar Rp1,3 miliar. Namun, di balik kabar baik tersebut muncul pernyataan yang jauh lebih penting untuk diperdebatkan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi sekolah bukan semata tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah.

Pernyataan itu membuka persoalan yang jauh lebih besar daripada kerusakan satu sekolah. Ia mengingatkan bahwa ketika sekolah rusak, yang pertama kali ambruk sering kali bukan bangunannya, melainkan koordinasi antarpemerintah.

Kewenangan Ada, Tanggung Jawab Sering Mengambang

Secara regulasi, pemerintah kabupaten dan kota memegang kewenangan membangun sekaligus memelihara sekolah dasar hingga SMP. Pemerintah provinsi bertanggung jawab atas SMA. Pembagian kewenangan itu sebenarnya cukup jelas.

Namun, praktik di lapangan kerap menunjukkan hal berbeda. Banyak pemerintah daerah memilih menunggu intervensi pemerintah pusat ketika kerusakan sudah memasuki kategori berat. Akibatnya, pemerintah tidak lagi melakukan pemeliharaan sebagai langkah pencegahan, melainkan baru bergerak setelah bangunan berada di ambang keruntuhan.

Ini Belum Selesai

833 Dapur MBG Ditutup, Ada Apa dengan Sistem Pengawasannya?

833 Dapur MBG Ditutup: Alarm Tata Kelola Program Makan Gratis

Persoalannya bukan sekadar tentang siapa yang mengeluarkan anggaran.

Persoalannya adalah siapa yang bersedia mengambil tanggung jawab lebih dulu.

Data Sudah Ada, Respons Masih Terlambat

Selama ini, sekolah rusak lebih sering menjadi berita viral sebelum masuk daftar prioritas pembangunan. Publik baru mengetahui sebuah sekolah ambruk setelah foto murid belajar di ruang darurat beredar luas di media sosial. Kondisi itu menunjukkan bahwa sistem pengawasan belum bekerja secara optimal. Tekanan publik justru lebih sering menggerakkan kebijakan dibandingkan mekanisme deteksi dini yang seharusnya sudah berjalan.

Padahal, Indonesia tidak kekurangan data. Data Pokok Pendidikan (Dapodik) memuat informasi mengenai kondisi fisik sekolah di berbagai daerah. Dengan data tersebut, pemerintah seharusnya mampu mengidentifikasi bangunan yang mulai mengalami kerusakan sebelum benar-benar roboh.

Komisi X DPR bahkan mengingatkan bahwa pemerintah tidak boleh menunggu kerusakan berubah menjadi kategori berat. Semakin lama perbaikan tertunda, semakin besar biaya yang harus dikeluarkan dan semakin tinggi pula risiko yang mengancam keselamatan peserta didik.

Jurang Besar antara Target dan Kebutuhan

Pemerintah memang terus mempercepat program revitalisasi sekolah. Pada 2025, pemerintah merevitalisasi lebih dari 16 ribu satuan pendidikan dengan anggaran Rp16,9 triliun. Memasuki 2026, pemerintah menyiapkan Rp14 triliun untuk memperbaiki sekitar 71.744 sekolah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Angka tersebut memang terlihat impresif.

Namun, angka juga menyimpan kenyataan yang jauh lebih kompleks.

Kebutuhan revitalisasi sekolah secara nasional diperkirakan mencapai sekitar Rp560 triliun. Jurang antara kebutuhan riil dan kemampuan fiskal negara masih sangat lebar. Selama kesenjangan itu belum dipersempit, ribuan sekolah akan terus menunggu giliran memperoleh perbaikan.

Pendidikan Tidak Boleh Menunggu Krisis

Di titik inilah persoalan pendidikan berubah menjadi persoalan tata kelola pemerintahan.

Ketika pemerintah pusat meminta daerah menjalankan tanggung jawabnya, sementara pemerintah daerah berharap bantuan dari pusat, murid-murid justru menjadi pihak yang paling lama menunggu. Mereka tidak memiliki kewenangan menyusun APBD ataupun APBN. Mereka hanya melihat ruang kelas yang bocor, dinding yang retak, atau bangunan yang sewaktu-waktu dapat roboh.

Kisah SD Negeri Tanggirejo bukan sekadar cerita tentang satu sekolah di Grobogan. Peristiwa itu mencerminkan bagaimana pendidikan sering kali baru memperoleh perhatian setelah berubah menjadi krisis.

Bangunan sekolah semestinya tidak menunggu viral untuk diperbaiki. Sekolah merupakan infrastruktur dasar yang menentukan keselamatan sekaligus masa depan jutaan anak Indonesia. Jika negara mampu merancang pembangunan jalan tol, bendungan, dan kawasan industri hingga bertahun-tahun ke depan, negara juga seharusnya mampu memastikan tidak ada anak yang belajar di ruang kelas yang membahayakan keselamatannya.

Pada akhirnya, revitalisasi bukan hanya membangun tembok baru. Revitalisasi juga harus memperbaiki cara negara mengelola pendidikan, menyusun prioritas, dan menjalankan tanggung jawabnya secara bersama.

Sekolah yang roboh masih bisa dibangun kembali.

Namun, ketika anak-anak mulai kehilangan kepercayaan bahwa negara mampu melindungi tempat mereka belajar, membangun kembali keyakinan itu akan jauh lebih sulit daripada membangun sebuah ruang kelas. @dimas

Tags: Infrastruktur PendidikanPendidikan IndonesiaRevitalisasi SekolahSekolah Roboh

Kamu Melewatkan Ini

Kalau Bangunan Sekolah Belum Roboh, Belum Darurat

Kalau Bangunan Sekolah Belum Roboh, Belum Darurat

by Anisa
Juli 28, 2026

Kalau bangunan sekolah belum roboh, barangkali belum ada alasan untuk menggelar rapat darurat. Retakan masih dianggap biasa, atap bocor masih...

Ketika Guru Kehilangan Wibawa: Apa yang Terjadi di Ruang Pendidikan Kita?

Ketika Guru Kehilangan Wibawa: Apa yang Terjadi di Ruang Pendidikan Kita?

by teguh
Juli 27, 2026

"Kenapa kamu tegur saya? Orang tua saya saja tidak pernah marahi saya." Suara itu terdengar sederhana. Kalimat itu mungkin hanya...

Universitas Republik Indonesia: Solusi Pendidikan atau Ambisi Kekuasaan?

Universitas Republik Indonesia: Solusi Pendidikan atau Ambisi Kekuasaan?

by dimas
Juli 24, 2026

Pemerintah membentuk Universitas Republik Indonesia (URI) untuk mencetak pemimpin masa depan. Namun, benarkah kampus baru ini menjadi solusi pendidikan, atau...

Next Post
Rumah Dinas Bakorwil: Sejarah Madiun yang Terlupakan

Rumah Dinas Bakorwil: Sejarah Madiun yang Terlupakan

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id