Selasa, Juli 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Ikut Urusi Pajak, Ada Apa?

by dimas
Juli 20, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter
DJP melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam jejaring informasi perpajakan. Apa tujuan kebijakan ini dan bagaimana dampaknya bagi masyarakat?

Tabooo.id – Negara sedang mengubah cara membaca peta ekonomi masyarakat. Kali ini, bukan hanya petugas pajak yang turun ke lapangan. Babinsa dan Bhabinkamtibmas kini masuk ke dalam jejaring informasi Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Pertanyaannya, apakah langkah ini menjadi strategi cerdas untuk memperluas basis pajak, atau justru menandai meluasnya pengawasan negara hingga ke tingkat desa?

Direktorat Jenderal Pajak menerbitkan Surat Edaran Nomor SE-8/PJ/2026 tentang Pedoman Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak. Regulasi tersebut menggantikan sejumlah pedoman lama, termasuk SE-11/PJ/2020, sekaligus memperluas cara negara memperoleh informasi mengenai aktivitas ekonomi masyarakat.

Sekilas, perubahan ini tampak administratif. Namun, dampaknya jauh melampaui pergantian prosedur.

Negara Memperluas Cara Mengumpulkan Informasi Pajak

Selama ini, DJP lebih banyak mengandalkan data administrasi dan laporan wajib pajak. Kini, lembaga tersebut ingin memotret langsung aktivitas ekonomi di lapangan. Petugas tidak lagi hanya memeriksa dokumen, tetapi juga mengumpulkan informasi mengenai usaha, aset, dan potensi ekonomi yang belum tercatat dalam basis data perpajakan.

Perubahan paling mencolok terlihat pada keterlibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai bagian dari jejaring informasi di tingkat desa dan kelurahan.

Ini Belum Selesai

Papua Terus Berdarah: Saat Dialog Kalah oleh Senjata

AI Makin Pintar, Mengapa Manusia Justru Berhenti Berpikir?

Surat edaran itu menempatkan aparat teritorial sebagai salah satu sumber informasi perpajakan. DJP menggabungkan pendekatan tersebut dengan berbagai metode lain, seperti canvassing, kunjungan lapangan, remote sensing, web scraping, penelusuran media, telaah jurnal, analisis data yang belum teridentifikasi, bedah kawasan ekonomi, hingga kerja sama melalui taxation partnership.

DJP menegaskan seluruh metode tersebut harus mengikuti ketentuan hukum yang berlaku. Melalui pendekatan itu, pemerintah ingin memperbarui basis data perpajakan sekaligus menemukan potensi wajib pajak yang selama ini belum terjangkau.

Dari Administrasi Menuju Pengawasan Sosial?

Di balik bahasa regulasi yang terdengar teknis, muncul pertanyaan yang jauh lebih besar.

Negara memang membutuhkan penerimaan pajak untuk membiayai pelayanan publik. Namun, semakin luas jaringan pengumpulan informasi, semakin tipis pula batas antara administrasi perpajakan dan ruang privat warga.

Selama ini, masyarakat mengenal Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai aparat yang hadir dalam berbagai urusan sosial. Mereka menjaga keamanan lingkungan, membantu menyelesaikan konflik, serta mendampingi pelaksanaan berbagai program pemerintah di desa.

Kini, ketika keduanya juga masuk ke dalam jejaring informasi perpajakan, sebagian masyarakat dapat memandang hubungan tersebut secara berbeda.

Percakapan tentang usaha kecil, hasil panen, toko yang mulai ramai, atau aktivitas ekonomi sehari-hari berpotensi dianggap sebagai informasi yang bernilai bagi negara.

DJP memang tidak memberikan kewenangan kepada Babinsa maupun Bhabinkamtibmas untuk memeriksa atau menegakkan hukum perpajakan. Regulasi hanya menempatkan keduanya sebagai bagian dari jaringan informasi. Meski demikian, persepsi publik tidak selalu mengikuti bunyi regulasi.

Persoalannya bukan semata-mata siapa yang memungut pajak. Persoalan utamanya terletak pada cara negara memperoleh informasi.

Seluruh Pegawai DJP Kini Dapat Mengumpulkan Data

Perubahan lain juga menyasar organisasi internal DJP.

Jika sebelumnya Account Representative (AR) menjadi pihak yang paling banyak melakukan pengumpulan data, kini seluruh pegawai DJP dapat menjalankan tugas tersebut, baik melalui kegiatan lapangan maupun nonlapangan.

Petugas dapat menghimpun informasi mengenai penghasilan, biaya, harta, serta utang atau kewajiban wajib pajak. DJP kemudian mengolah seluruh data itu melalui Sistem Administrasi Pengawasan. Hasilnya dapat menjadi dasar penerbitan surat imbauan, Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (P2DK), maupun ekstensifikasi bagi masyarakat yang belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Secara administratif, sistem ini berpotensi membuat basis data perpajakan menjadi lebih lengkap dan akurat. Pemerintah berharap pendekatan tersebut mampu mengurangi aktivitas ekonomi yang selama ini belum tercatat.

Kepercayaan Menjadi Taruhan

Meski demikian, satu pertanyaan tetap mengemuka.

Apakah pendekatan berbasis jejaring informasi mampu memperkuat kepatuhan sukarela masyarakat? Ataukah langkah ini justru memunculkan rasa diawasi yang perlahan mengikis kepercayaan publik kepada negara?

Pada akhirnya, sistem perpajakan tidak hanya bergantung pada regulasi dan teknologi. Negara juga membutuhkan kepercayaan masyarakat agar kepatuhan tumbuh secara sukarela.

Karena itu, ketika negara mulai menjangkau ruang-ruang sosial hingga ke lorong-lorong desa untuk membaca aktivitas ekonomi warganya, perdebatan tidak lagi berhenti pada target penerimaan negara.

Perdebatan tersebut bergeser pada batas yang harus dijaga antara kepentingan negara mengumpulkan penerimaan dan hak warga atas ruang privatnya.

Ini bukan sekadar pembaruan pedoman perpajakan. Ini adalah babak baru hubungan antara negara, aparat, dan kepercayaan publik dalam mengelola ruang privat masyarakat. @dimas

Tags: BabinsaBhabinkamtibmasDirektorat Jenderal PajakDJPJejaring InformasipajakPengawasan PajakSE8PJ 2026

Kamu Melewatkan Ini

Babinsa Awasi Pajak? Polemik Baru Perluasan Peran Militer

Babinsa Awasi Pajak? Polemik Baru Perluasan Peran Militer

by dimas
Juli 21, 2026

Babinsa masuk dalam pengawasan pajak memicu polemik baru. Koalisi sipil menilai kebijakan ini memperluas peran militer ke ranah sipil, sementara...

Benarkah Kemenhub Akan Pajaki Pejalan Kaki?

Benarkah Kemenhub Akan Pajaki Pejalan Kaki?

by eko
Juli 21, 2026

Viral klaim Kemenhub akan memungut pajak bagi pejalan kaki. Faktanya, tidak ada kebijakan resmi yang mendukung klaim tersebut. Simak hasil...

Benarkah Luhut Ingin Cabut Kewarganegaraan Penunggak Pajak?

Benarkah Luhut Ingin Cabut Kewarganegaraan Penunggak Pajak?

by eko
Juli 19, 2026

Unggahan Facebook mengklaim Luhut Binsar Pandjaitan meminta WNI yang tidak membayar pajak dicabut kewarganegaraannya. Penelusuran membuktikan klaim tersebut merupakan hoaks...

Next Post
Koperasi Modern, Regulasi Lama: Dilema Credit Union

Koperasi Modern, Regulasi Lama: Dilema Credit Union

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id