Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kilau Sampah: Jejak Siyam Menumbuhkan Harapan dari Kepedulian

by dimas
Juli 18, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter
Film dokumenter Kilau Sampah mengisahkan perjuangan Siyam membangun Bank Sampah Matahari dan menggerakkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan melalui aksi nyata.

Tabooo.id – Pagi belum sepenuhnya terang ketika Siyam menyusuri gang-gang di Kelurahan Winongo, Kota Madiun. Di tangannya, karung dan wadah penampung menemani langkah dari satu rumah ke rumah lain. Ia mengumpulkan botol plastik, kardus, dan berbagai sampah yang sering dianggap tak bernilai. Bagi banyak orang, benda-benda itu hanyalah limbah. Namun, Siyam melihat peluang untuk mengubahnya menjadi harapan bagi lingkungan.

Rutinitas itu bukan sekadar pekerjaan.

Setiap hari, Siyam mengajak warga mengubah cara pandang terhadap sampah. Ia percaya perubahan lahir dari kebiasaan kecil yang terus dijaga, bukan dari program besar yang hanya berlangsung sesaat.

Semangat itulah yang mendorong kelompok empat TABOOO Cinema Lab mengangkat kisah Siyam melalui film dokumenter Kilau Sampah. Kelompok empat yang terdiri atas Yogo Presetyo, Vinca Selvia Y., Citra Ayu Salsabilla, Choirunnisa Apriliyanti, dan Yudi Indra S. memilih persoalan lingkungan sebagai fokus cerita. Mereka menyoroti perjalanan Siyam yang mengubah kepedulian sederhana menjadi gerakan sosial yang terus menginspirasi masyarakat.

Mengubah Cara Pandang terhadap Sampah

Sebagian orang menganggap sampah sebagai barang buangan yang tidak lagi berguna.

Ini Belum Selesai

Canting Kuning: Ketika Batik Tulis Berjuang Melawan Zaman

Supersemar: Ketika Selembar Surat Mengubah Arah Republik

Siyam memilih pandangan yang berbeda. Ia melihat setiap limbah sebagai sumber daya yang masih memiliki manfaat. Keyakinan itu mendorongnya mendirikan Bank Sampah Matahari sekaligus mengajak warga memilah sampah sejak dari rumah.

Melalui gerakan tersebut, Siyam mengurangi timbunan sampah sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan. Ia membuktikan bahwa perubahan selalu berawal dari tindakan sederhana yang terus dilakukan setiap hari.

Bagi Siyam, menjaga lingkungan bukan sekadar membersihkan sampah. Ia ingin membangun kebiasaan baru agar masyarakat memahami bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

Diremehkan, tetapi Tidak Pernah Menyerah

Perjalanan itu tidak selalu berjalan mulus.

Pada awal perjuangannya, Siyam menghadapi penolakan dari sebagian masyarakat. Banyak warga meremehkan gagasan mengelola sampah karena mereka belum melihat manfaatnya. Dukungan dari berbagai pihak juga belum banyak mengalir.

Namun, Siyam tidak mengurangi langkahnya.

Ia terus mendatangi warga, menggelar sosialisasi, dan mengajak masyarakat memilah sampah sejak dari rumah. Kesabaran dan ketekunannya perlahan mengubah keraguan menjadi kepercayaan.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Kini, Siyam membina 245 bank sampah yang tersebar di berbagai wilayah. Pencapaian itu menunjukkan bahwa konsistensi mampu menggerakkan masyarakat sekaligus melahirkan perubahan nyata.

Kamera Mengikuti Perjalanan Tanpa Henti

Kelompok empat memilih pendekatan observasional agar cerita mengalir secara alami.

Mereka mengikuti aktivitas Siyam sejak keluar rumah untuk mengambil sampah milik warga, memilah limbah, memperlihatkan berbagai hasil karya daur ulang, hingga mendokumentasikan area Bank Sampah Matahari.

Alih-alih mengejar drama, para pembuat film membiarkan tindakan Siyam membangun cerita. Cara tersebut mengajak penonton menyaksikan secara langsung bagaimana satu orang mampu menggerakkan banyak orang melalui aksi yang terus berlangsung setiap hari.

Melalui dokumenter ini, Yogo Presetyo, Vinca Selvia Y., Citra Ayu Salsabilla, Choirunnisa Apriliyanti, dan Yudi Indra S. tidak hanya merekam aktivitas pengelolaan sampah. Mereka juga mengajak penonton memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan selalu berawal dari keluarga dan tumbuh melalui kebiasaan sederhana.

Gerakan Kecil yang Menggerakkan Banyak Orang

Siyam meyakini persoalan sampah tidak akan selesai jika masyarakat hanya menunggu kebijakan pemerintah.

Karena itu, ia memilih bergerak bersama warga. Ia mengajak setiap keluarga memilah sampah, memanfaatkan kembali barang yang masih berguna, dan menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Gerakan tersebut tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan. Siyam juga membuka ruang pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah. Dari sana, warga menghasilkan berbagai karya daur ulang, memperoleh nilai ekonomi, sekaligus belajar membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Pesan itulah yang menjadi inti Kilau Sampah. Film ini mengingatkan bahwa perubahan lingkungan selalu berawal dari keberanian seseorang mengambil langkah pertama.

Menyalakan Harapan dari Tumpukan Sampah

Pada adegan terakhir, kamera kembali mengikuti langkah Siyam ketika ia berjalan mengambil sampah milik warga. Adegan sederhana itu menegaskan satu pesan penting: perjuangan menjaga lingkungan tidak mengenal garis akhir. Selalu ada sampah yang harus dikelola dan selalu ada kesadaran yang perlu dibangun.

Siyam berharap masyarakat semakin peduli terhadap sampah di sekitarnya dan saling mengingatkan untuk menjaga lingkungan. Kelak, ketika ia tidak lagi menjalankan aktivitas itu, ia ingin masyarakat mengenangnya sebagai “Ratu Sampah”. Julukan tersebut bukan lahir karena banyaknya sampah yang ia kumpulkan, melainkan karena semangat yang terus ia tularkan kepada orang-orang di sekitarnya.

Melalui Kilau Sampah, kelompok empat TABOOO Cinema Lab tidak sekadar menghasilkan sebuah film dokumenter. Mereka menghadirkan kisah tentang keberanian memulai, ketekunan menjaga komitmen, dan keyakinan bahwa tindakan sederhana mampu menggerakkan perubahan besar. Dokumenter ini menjadi pengingat bahwa setiap orang dapat mengambil peran dalam menjaga lingkungan. Langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat melahirkan perubahan besar bagi generasi yang akan datang. @dimas

Tags: Bank Sampah MatahariDokumenterKilau SampahSiyamTabooo Cinema Lab

Kamu Melewatkan Ini

Pena & Kuas, Bermuara di Canting: Perjalanan Ida Merawat Tembo Batik

Pena & Kuas, Bermuara di Canting: Perjalanan Ida Merawat Tembo Batik

by dimas
Juli 18, 2026

Dokumenter Pena & Kuas, Bermuara di Canting mengisahkan perjalanan Ida merawat Tembo Batik serta melestarikan seni dan budaya Winongo. Tabooo.id...

Seni dalam Kain: Merawat Warisan, Menolak Dilupakan

Seni dalam Kain: Merawat Warisan, Menolak Dilupakan

by dimas
Juli 18, 2026

Film dokumenter Seni dalam Kain mengangkat perjuangan Joko menjaga Batik Athanissa sebagai warisan budaya Madiun di tengah perubahan zaman. Tabooo.id...

Lima Film Dokumenter TABOOO Cinema Lab Rekam Realita di Winongo

Lima Film Dokumenter TABOOO Cinema Lab Rekam Realita di Winongo

by dimas
Juli 18, 2026

Lima film dokumenter TABOOO Cinema Lab merekam kisah batik, UMKM, lingkungan, dan kuliner tradisional yang menjadi denyut kehidupan masyarakat Winongo....

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id