Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kemarau Meluas, Benarkah Indonesia Sudah Kekeringan?

by eko
Juli 14, 2026
in Check
A A
Home Check
Share on FacebookShare on Twitter
Benarkah Indonesia sudah mengalami kekeringan? Simak cek fakta berdasarkan data BMKG mengenai musim kemarau, curah hujan rendah, serta perbedaan kemarau dan kekeringan.

Tabooo.id – BMKG memang mencatat musim kemarau terus meluas pada awal Juli 2026. Sebanyak 342 Zona Musim (ZOM) atau 48,9 persen wilayah musim Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Selain itu, BMKG memperkirakan 92,64 persen wilayah Indonesia hanya akan menerima curah hujan di bawah 50 milimeter per dasarian pada pertengahan Juli.

Data tersebut menunjukkan bahwa peluang hujan memang menurun di sebagian besar wilayah Indonesia.

Namun, data itu belum berarti seluruh Indonesia mengalami kekeringan ekstrem.

Musim Kemarau Tidak Sama dengan Kekeringan

Inilah bagian yang sering disalahpahami.

Ini Belum Selesai

Klaim Indonesia Jadi Kelinci Percobaan Vaksin TBC, Benarkah?

Benarkah Pemerintah Berlakukan Pajak TV Mulai 2027?

Musim kemarau merupakan siklus iklim ketika curah hujan mulai berkurang. Sementara itu, kekeringan terjadi ketika cadangan air tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, pertanian, maupun lingkungan.

Artinya, sebuah daerah dapat memasuki musim kemarau tanpa langsung mengalami krisis air.

Sebaliknya, jika hujan terus minim dalam waktu lama dan sumber air terus menyusut, risiko kekeringan akan semakin besar.

Mengapa Kemarau Tahun Ini Perlu Diwaspadai?

BMKG menemukan beberapa faktor yang memperkuat musim kemarau tahun ini.

Fenomena El Niño masih bertahan di Samudra Pasifik dengan indeks Niño 3.4 mencapai +1,25. Di saat yang sama, massa udara kering dari selatan Indonesia bergerak menuju Jawa hingga Nusa Tenggara sehingga menghambat pertumbuhan awan hujan.

Kondisi tersebut membuat peluang hujan semakin kecil, terutama di Jawa, Bali, NTB, dan NTT.

Hujan Masih Bisa Turun di Sejumlah Daerah

Kemarau bukan berarti hujan benar-benar menghilang.

BMKG masih melihat peluang hujan lokal akibat beberapa fenomena atmosfer, antara lain:

  • Madden-Julian Oscillation (MJO)
  • Gelombang Rossby Ekuator
  • Dampak tidak langsung Siklon Tropis Bavi

Karena itu, sebagian wilayah Indonesia masih dapat menerima hujan meski tidak merata dan tidak berlangsung lama.

Yang Perlu Diwaspadai Justru Dampaknya

Yang perlu menjadi perhatian bukan hanya langit yang semakin jarang mendung.

Jika curah hujan terus menurun, masyarakat dapat menghadapi dampak berantai, mulai dari berkurangnya cadangan air bersih, meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan, terganggunya produksi pertanian, hingga naiknya harga pangan.

Dengan kata lain, ancaman terbesar bukan datang dari musim kemarau itu sendiri, melainkan dari ketidaksiapan menghadapi dampaknya.

Check

Banyak orang mengira musim kemarau selalu identik dengan kekeringan. Faktanya, keduanya tidak selalu berjalan bersamaan.

Yang perlu dilakukan saat ini bukan panik, melainkan memahami informasi secara utuh. Sebab, keputusan yang tepat selalu lahir dari data, bukan dari asumsi.

Ini bukan sekadar soal hujan yang berkurang. Ini tentang bagaimana masyarakat bersiap menghadapi musim yang bisa memengaruhi air, pangan, dan kehidupan sehari-hari.@eko

Tags: bmkgCek FaktaCheckKekeringanKemarau

Kamu Melewatkan Ini

Klaim Indonesia Jadi Kelinci Percobaan Vaksin TBC, Benarkah?

Klaim Indonesia Jadi Kelinci Percobaan Vaksin TBC, Benarkah?

by eko
Juli 17, 2026

Video pidato Presiden Prabowo soal vaksin TBC viral dengan narasi Indonesia menjadi kelinci percobaan. Hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut kehilangan...

Benarkah Pemerintah Berlakukan Pajak TV Mulai 2027?

Benarkah Pemerintah Berlakukan Pajak TV Mulai 2027?

by eko
Juli 16, 2026

Viral klaim Bahlil mewajibkan pajak TV mulai 2027. Faktanya, informasi itu hoaks dan tidak didukung aturan pemerintah. Tabooo.id - Media...

BMKG: Separuh Indonesia Masuk Kemarau, Ancaman Kekeringan Kian Meluas

BMKG: Separuh Indonesia Masuk Kemarau, Ancaman Kekeringan Kian Meluas

by eko
Juli 14, 2026

BMKG menyebut 48,9 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Sebanyak 92,64 persen wilayah diprakirakan mengalami curah hujan rendah, meningkatkan...

Next Post
Indonesia: Negeri Kaya Energi yang Terlalu Lama Bergantung pada Dunia

Indonesia: Negeri Kaya Energi yang Terlalu Lama Bergantung pada Dunia

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id