Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo: Dana Korupsi Akan Dialihkan untuk Pendidikan

by dimas
November 17, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden Prabowo Subianto kembali mengirim pesan keras ke para koruptor. Di hadapan ratusan siswa dan guru SMPN 4 Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025), ia menegaskan pemerintah akan mengejar uang hasil korupsi dan memutarnya kembali untuk rakyat khususnya untuk pendidikan.

“Rencananya nanti tiap kelas insya Allah di Indonesia akan kita taruh interaktifnya. Nanti itu semua dari uang-uang koruptor yang kita kejar,” ujar Prabowo dalam peluncuran program Digitalisasi Pembelajaran.

Begitu kalimat itu meluncur, ruangan langsung pecah oleh sorakan siswa dan tepuk tangan guru. Wajar janji smartboard di tiap kelas terdengar seperti hadiah futuristik yang selama ini hanya muncul di sekolah-sekolah beranggaran besar.

Revolusi Digital Pendidikan atau Revolusi Kejar-Koruptor?

Prabowo menambahkan, semua “maling negara” akan dikejar agar uang mereka kembali ke rakyat.

“Nanti maling-maling kita akan kejar semua itu, supaya anak-anak kita pinter-pinter,” tegasnya.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Secara politis, narasi ini menguntungkan pemerintah. Di mata publik, tekad mengejar uang koruptor akan dianggap sebagai langkah moral yang tegas dan populer. Selain itu, agenda digitalisasi pendidikan terlihat lebih berwibawa ketika sumber pendanaannya diklaim berasal dari “uang kotor” yang dibersihkan untuk kepentingan anak bangsa.

Siapa yang paling diuntungkan?
Tentu saja masyarakat, terutama sekolah-sekolah yang selama ini berjuang dengan fasilitas minim.

Siapa yang paling dirugikan?
Ya, para koruptor yang mulai merasa napasnya dipantau dari balik pintu kantor pemerintah.

Namun, ada satu catatan: mengejar uang koruptor selalu lebih mudah di podium daripada di lapangan. Proses hukum panjang, aset yang tersangkut sengketa, hingga permainan politik bisa memperlambat semua rencana.

Sekolah Menunggu Bukti, Bukan Sekadar Janji

Prabowo juga menyatakan tekad untuk memperbaiki seluruh sekolah di Indonesia, tidak hanya digitalisasinya. Menurutnya, pemerintah “tidak main-main” karena pendidikan merupakan investasi masa depan bangsa.

“Yang penting kita ingin pendidikan kita dari TK sampai SMA menjadi yang terbaik. Tidak kalah dengan pendidikan manapun di dunia,” ucapnya.

Visi ini ideal. Tetapi, jurang pendidikan Indonesia tidak hanya tentang teknologi. Jutaan siswa masih belajar di ruang kelas yang rusak, kekurangan guru, atau kekurangan akses internet stabil. Smartboard tanpa listrik stabil hanya akan menjadi pajangan mahal.

Selain itu, di beberapa daerah, sekolah justru meminta hal lebih dasar toilet layak, meja baru, atau perpustakaan yang benar-benar berfungsi.

Karena itu, publik akan menunggu apakah program digitalisasi ini berjalan beriringan dengan perbaikan kualitas guru, infrastruktur dasar, dan pemerataan akses.

Siapa yang Menyambut, Siapa yang Waspada

Pernyataan Prabowo disambut antusias oleh kalangan sekolah, terutama guru yang sejak lama mendambakan fasilitas modern untuk mengajar. Namun, sebagian pemerhati pendidikan memilih menahan tepuk tangan. Mereka mengingatkan bahwa teknologi bukan jaminan peningkatan kualitas belajar tanpa perubahan kurikulum dan pelatihan yang kuat.

Para ekonom juga mengingatkan risiko ketergantungan politik pada narasi “uang koruptor”, terutama jika nilai aset sitaan tidak cukup untuk menutup seluruh biaya digitalisasi. Smartboard di 600 ribu lebih ruang kelas membutuhkan anggaran raksasa. Jika sumber pendanaannya tak konsisten, proyek ini bisa berhenti di tengah jalan.

Meski begitu, publik jelas merespons gagasan ini lebih positif dibanding wacana-wacana normatif yang selama ini mengawang.

Akhir Kata: Mari Tunggu, Tapi Jangan Diam

Pendidikan memang perlu revolusi, bukan patch update kecil-kecilan. Janji Prabowo menghadirkan panel digital di tiap kelas memberi harapan baru selama eksekusinya benar terjadi, bukan sekadar headline.

Dan soal mengejar uang koruptor?
Ya, rakyat pasti mendukung.
Koruptor pasti kaget.
Dan hukum? Kita lihat nanti apakah ia ikut berlari, atau masih jalan santai.

Karena pada akhirnya, masa depan pendidikan tidak butuh lebih banyak kata-kata yang dibutuhkan adalah bukti nyata.

Kalau kata anak-anak sekolah sekarang:
“Smartboard oke, Pak. Tapi jangan sampai kita cuma dapat poster doang.” @dimas

Kamu Melewatkan Ini

TABOOO Cultural Production: Dari Budaya Menjadi Karya

TABOOO Cultural Production: Dari Budaya Menjadi Karya

by dimas
Juni 28, 2026

TABOOO Cultural Production mengubah budaya lokal Madiun Raya menjadi karya, pengetahuan, dan intellectual property melalui kolaborasi masyarakat. Tabooo.id - Sebuah...

Raden Ronggo Prawirodirjo III: Api Perlawanan dari Madiun

Raden Ronggo Prawirodirjo III: Api Perlawanan dari Madiun

by dimas
Juni 27, 2026

Raden Ronggo Prawirodirjo III menjadi simbol perlawanan dari Madiun. Kisahnya membuktikan bahwa harga diri Jawa tak pernah mudah ditaklukkan. Tabooo.id...

Suran Agung PSHW TM 2026: Keheningan yang Menyatukan Persaudaraan

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

by dimas
Juni 27, 2026

Suran Agung PSHW ke-123 menjadi momentum mempererat persaudaraan melalui konsep Purabaya, sekaligus mengajak seluruh warga menjaga ketertiban dan zero insiden....

Next Post
RUU KUHAP: Ketika Demokrasi Dijadikan Pajangan di Meja DPR

RUU KUHAP: Ketika Demokrasi Dijadikan Pajangan di Meja DPR

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id