Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Mulai Berguguran

by teguh
Juni 28, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Pemerintah janji redam PHK tapi Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terus menekan sejumlah sektor industri nasional. Kenaikan biaya produksi membuat banyak perusahaan kesulitan bertahan, sementara pemerintah berpacu menahan gelombang PHK dengan memangkas harga gas industri.

Tabooo.id: Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, meminta publik tidak langsung mempercayai kabar yang menyebut 55 ribu pekerja akan kehilangan pekerjaan. Menurutnya, angka tersebut menggambarkan potensi risiko apabila kondisi industri terus memburuk, bukan jumlah pekerja yang sudah terkena PHK, Untuk pemerintah janji redam PHK.

“Jadi gak benar juga 55 ribu karyawan akan ter-PHK. Yang ter-PHK memang ribuan, tapi dengan adanya penurunan harga gas yang akan diumumkan pada Senin sore akan menurunkan potensi ancaman PHK tersebut,” kata Said dalam konferensi pers virtual, Minggu (28/6/2026).

Said mengakui ribuan pekerja memang sudah kehilangan pekerjaan. Namun, ia meyakini kebijakan harga gas dapat memperlambat laju PHK yang mengancam sektor industri.

Perusahaan Mulai Menutup Operasional

Tekanan biaya produksi mulai menggerus daya tahan industri keramik dan granit. Kondisi itu memaksa sebagian perusahaan menghentikan aktivitas produksi.

Salah satu perusahaan yang merasakan tekanan tersebut ialah PT Granito. Perusahaan itu telah menutup operasionalnya dan belum memastikan kapan kembali berproduksi.

“PT Granito itu sudah tutup, tapi belum jelas kembali dibuka atau bagaimana. Nanti ada langkah mitigasi yang saya lakukan,” ujar Said.

Penutupan pabrik tersebut menunjukkan tekanan industri sudah berubah menjadi persoalan nyata. Perusahaan tidak lagi sekadar mengurangi produksi, tetapi mulai menghentikan kegiatan usahanya.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHWTM ke-123, Persaudaraan Jadi Kekuatan

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

Pemerintah Pangkas Harga Gas

Said menjelaskan perang yang masih berlangsung di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak dan gas dunia. Lonjakan itu ikut menaikkan biaya energi yang harus ditanggung industri nasional.

Karena itu, pemerintah memutuskan memangkas harga jual gas industri menjadi sekitar US$7 hingga US$14 per MMBTU. Pemerintah akan mengumumkan kebijakan tersebut pada Senin (29/6/2026).

Pemerintah berharap kebijakan itu mampu menekan biaya produksi, meningkatkan daya saing industri, dan membantu perusahaan mempertahankan tenaga kerjanya.

Industri Tekstil dan Nikel Ikut Menghadapi Tekanan

Pemerintah juga menghitung potensi PHK di industri tekstil beserta sektor turunannya. Selain itu, pemerintah memusatkan perhatian pada industri nikel di Morowali, Konawe, dan Halmahera Tengah.

Menurut Said, sebagian perusahaan mulai mengurangi aktivitas produksi karena permintaan pasar melemah. Kondisi tersebut berpotensi mendorong perusahaan mengurangi jumlah pekerja.

“Itu terjadi di Morowali, Konawe dan Halmahera Tengah akibat 30 persen dari produksi yang terpasang untuk eksplorasi nikel. Potensi PHK bisa terjadi. Kemungkinan saya akan berangkat ke Morowali dan Halmahera Tengah,” katanya.

Said berencana mengunjungi wilayah tersebut untuk melihat kondisi industri secara langsung sekaligus menyiapkan langkah mitigasi bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha.

Akademisi Minta Pemerintah Bergerak Lebih Cepat

Pengamat ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Tadjuddin Noer Effendi, menilai kebijakan penurunan harga gas dapat mengurangi beban biaya produksi. Namun, ia mengingatkan pemerintah agar tidak hanya mengandalkan satu kebijakan.

Menurutnya, pemerintah juga harus memperkuat daya saing industri melalui perbaikan logistik, kepastian investasi, dan perluasan pasar ekspor.

“Kalau biaya produksi turun tetapi permintaan pasar tetap melemah, perusahaan tetap akan melakukan efisiensi. Risiko PHK masih bisa terjadi,” ujarnya.

Ia menilai perusahaan biasanya memilih PHK setelah seluruh upaya efisiensi tidak lagi mampu menutup biaya operasional.

Industri Membutuhkan Kepastian

Penurunan harga gas memberi harapan baru bagi pelaku industri. Namun, pelaku usaha juga membutuhkan kepastian kebijakan agar dapat menjaga produksi dan mempertahankan tenaga kerja.

Setiap pabrik yang menghentikan operasional tidak hanya mengurangi kapasitas produksi nasional. Keputusan itu juga menghilangkan sumber penghasilan ribuan pekerja dan menggerakkan efek berantai terhadap perekonomian daerah.

Pemerintah kini menghadapi tantangan besar. Selain memangkas harga gas, pemerintah harus memperkuat iklim usaha agar industri kembali tumbuh dan mampu menyerap tenaga kerja.

Jika pemerintah bergerak cepat, perusahaan memiliki peluang lebih besar mempertahankan pekerjanya. Sebaliknya, jika tekanan biaya produksi terus meningkat tanpa solusi menyeluruh, gelombang PHK akan terus menghantui sektor manufaktur nasional. @teguh

Tags: Ekonomi IndonesiaHarga Gas IndustriIndustri GranitIndustri KeramikKetenagakerjaanManufakturpemerintahPHKPT GranitoSaid Iqbal

Kamu Melewatkan Ini

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Kehilangan Napas

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Kehilangan Napas

by teguh
Juni 28, 2026

Langit di Timur Tengah mungkin terasa sangat jauh dari kawasan industri di Indonesia. Namun setiap ledakan yang mengguncang wilayah itu...

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

by teguh
Juni 13, 2026

Bagi banyak orang, subsidi BBM terlihat sebagai bentuk kehadiran negara. Selama harga bahan bakar tetap terjangkau, masyarakat merasa pemerintah masih...

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

by teguh
Juni 13, 2026

Pemerintah selama bertahun-tahun mengandalkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, temuan terbaru Bank Dunia menunjukkan...

Next Post
Suran Agung PSHWTM ke-123, Persaudaraan Jadi Kekuatan

Suran Agung PSHWTM ke-123, Persaudaraan Jadi Kekuatan

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id