Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

by teguh
Mei 15, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Saat sebagian besar warga masih tertidur lelap, air tiba-tiba masuk ke rumah-rumah di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dalam hitungan jam, sekitar 300 rumah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 80 hingga 150 sentimeter.

Tabooo.id: Banjir mulai menggenangi permukiman warga sekitar pukul 01.30 WIB, Jumat dini hari. Air merendam perabot rumah tangga, kendaraan bermotor, hingga kandang ternak warga. Di beberapa rumah, sofa bahkan terlihat mengapung karena derasnya debit air. kurang lebih 300 rumah terendam dalam banjir ini

Sebagian warga langsung mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun, sebagian lain memilih bertahan demi menyelamatkan sapi mereka. Warga membawa ternak ke pinggir jalan raya yang tidak ikut terendam.

Dana, warga Kutorenon, mengaku heran karena hujan deras tidak terjadi di wilayah mereka saat banjir datang. Ia hanya melihat gerimis singkat, tetapi debit air di Sungai Menjangan terus meningkat sepanjang malam.

“Kalau di sini tidak hujan, tadi cuma gerimis bentar, sepertinya di atas (hulu) hujan deras,” kata Dana di Lumajang, Jumat (15/05/2026).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, mengatakan banjir dipicu oleh meluapnya Sungai Menjangan akibat tingginya intensitas hujan di kawasan hulu, terutama di Kecamatan Senduro dan Gucialit.

Debit air yang meningkat menyebabkan bendungan Sungai Menjangan jebol dan air meluber ke kawasan permukiman.

Ini Belum Selesai

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Lapas atau Hotel? Viral Kamar Mewah Napi Cilegon Bikin Publik Curiga

“Meluapnya air Sungai Menjangan karena intensitas hujan yang tinggi di daerah hulu yang ada di Kecamatan Senduro dan Gucialit,” ujar Isnugroho.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, empat warga harus dievakuasi ke Puskesmas Sukodono setelah mengalami kedinginan akibat terlalu lama terjebak di tengah genangan.

“Untuk dampak selain rumah terendam ada empat orang yang dievakuasi ke Puskesmas. Untuk sektor pertanian yang terendam masih dalam asesmen dari dinas pertanian,” kata Isnugroho.

Banjir Datang, Mitigasi Masih Jadi PR

Masalahnya, ini bukan sekadar banjir musiman. Peristiwa di Kutorenon menunjukkan satu pola lama yang terus berulang daerah hilir menanggung dampak, sementara hujan deras justru terjadi di kawasan hulu.

Akademisi kebencanaan dari Universitas Brawijaya, Eko Teguh Paripurno, pernah menegaskan bahwa banjir kiriman sering terjadi ketika sistem peringatan dini dan pengelolaan daerah aliran sungai belum berjalan optimal. Menurutnya, wilayah hilir sering kali tidak memiliki cukup waktu untuk bersiap ketika debit sungai meningkat drastis.

Sosiolog lingkungan menilai pola seperti ini juga memperlihatkan tantangan ketahanan daerah menghadapi cuaca ekstrem. Ketika curah hujan di hulu meningkat, warga di wilayah bawah sering menjadi pihak pertama yang menerima dampaknya.

Bagi warga Kutorenon, malam itu bukan cuma soal rumah terendam. Mereka kehilangan rasa aman saat tidur. Sebab, ketika air datang tanpa peringatan, waktu untuk menyelamatkan diri terasa sangat singkat.

Lalu pertanyaannya sampai kapan banjir kiriman terus dianggap kejadian tahunan, bukan alarm serius soal mitigasi?. @teguh

Tags: Banjir KirimanBanjir LumajangBencana AlamBPBD LumajangJawa TimurKab.LumajangMitigasi BencanaRegional NewsSungai MenjanganTaboooNews

Kamu Melewatkan Ini

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

by teguh
Mei 15, 2026

Pukul 01.30 WIB, sebagian warga Desa Kutorenon masih tertidur. Jalanan tampak lengang, sementara lampu rumah menyala redup di tengah malam...

Ferdy Sambo Kuliah S2 di Penjara: Hak Warga Binaan atau Privilege Elite?

Ferdy Sambo Kuliah S2 di Penjara: Hak Warga Binaan atau Privilege Elite?

by teguh
Mei 14, 2026

Di balik tembok penjara, mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo ternyata tak hanya menjalani masa hukuman. Ia kini menjalani kuliah...

Ini Bukan Sekadar Banjir. Ini Alarm Gagalnya Tata Kota Kendari

Ini Bukan Sekadar Banjir. Ini Alarm Gagalnya Tata Kota Kendari

by Waras
Mei 11, 2026

Hujan turun seperti tidak ingin berhenti. Selama tiga hari, Kendari berubah dari kota pesisir menjadi cekungan air raksasa. Rumah tenggelam,...

Next Post
Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id