Tabooo.id: Entertainment – Pernah nggak sih lo liat Jeremy Thomas dan mikir, “Ini orang minum formalin apa air zam-zam?”
Serius, di usia 55 tahun, aktor senior ini masih tampil segar kayak barista yang baru pulang dari Bali. Tubuh atletis, kulit kencang, dan aura “abang-abang Gym Senopati” yang belum pudar sedikit pun.
Tapi jangan salah. Semua itu bukan hasil filter atau krim mahal. Jeremy punya resep klasik tapi langka: disiplin yang bahkan banyak anak muda udah lupa cara mengejanya.
Lawan Diri Sendiri, Bukan Dunia
“Cardio, running, sama gym weight lifting beban,” katanya santai di Studio Brownis Trans TV (11/10/2025).
Nada bicaranya tenang, tapi isi kalimatnya bikin banyak orang merasa bersalah sama member card gym yang cuma dipakai buat nyimpen botol minum.
Uniknya, Jeremy nggak ikut tren maraton kayak seleb-seleb lain yang berlomba posting foto di garis finis.
“Gak, saya maraton melawan diri saya sendiri. Saya olahraga buat saya, bukan buat kompetisi,” ujarnya.
Dan di situlah letak class-nya. Sementara banyak orang olahraga demi likes, Jeremy lari demi hidupnya sendiri. Ini bukan soal berapa jauh langkah kaki, tapi sejauh mana lo mau jujur sama tubuh lo sendiri.
Madu, Bukan Gula: Filosofi Hidup Sederhana tapi Tajam
Jeremy nggak makan junk food. Gak minum manis. Gak makan tepung olahan. Intinya hidupnya bersih kayak script sinetron yang belum disponsorin mi instan.
“Manis cuma dari madu,” katanya.
Kalimat itu terdengar kecil, tapi punya makna besar: gak semua yang manis itu baik.
Buat Jeremy, makanan adalah bahan bakar, bukan pelarian.
Banyak orang sekarang makan bukan karena lapar, tapi karena stres, bosan, atau scrolling TikTok terlalu lama. Di dunia yang penuh comfort food, Jeremy justru memilih discipline food.
Dan soal cheating day? Lupakan.
“Gak ada. Kalau makan lebih, besoknya saya bakar di gym,” ujarnya mantap. Itu bukan pola makan itu gaya hidup seorang gladiator urban.
Tubuh, Diri, dan Kota yang Berisik
Meski kelihatan sempurna, Jeremy nggak menyangkal kalau tubuh manusia tetap punya batas.
“Pastilah, yang namanya manusia sudah pasti berhadapan dengan virus dan bakteri. Itu normal,” katanya.
Yang dia keluhkan justru hal paling Indonesia: polusi dan macet.
“Keluhannya cuma Jakarta. Polusi sama macet. Jadi olahraganya agak sulit kalau di outdoor,” ujarnya sambil tertawa.
Tapi bahkan di tengah hiruk pikuk itu, Jeremy tetap menjaga kesadarannya. Ia percaya tubuh manusia adalah dokter terbaik.
“Badan kita tahu kapan lelah, kapan capek. Jadi saya pakai itu,” ujarnya kalem, seolah sedang menasihati dunia yang sibuk mencari healing tapi lupa mendengar tubuh sendiri.
Hidup Sehat Itu Gaya Hidup, Bukan Caption
Kisah Jeremy Thomas ini sebenarnya lebih dari sekadar tips diet. Ini kritik halus terhadap gaya hidup serba pamer yang bikin kita sibuk menunjukkan hasil, tapi malas menikmati proses.
Di usia 55 tahun, Jeremy bukan cuma bukti hidup sehat, tapi juga simbol mindset yang langka fokus, konsisten, dan nggak gampang ikut arus.
Karena tubuh kuat tanpa jiwa tenang cuma jadi otot tanpa arah.
Jadi, sebelum lo pesan bubble tea buat “reward diri”, coba tanya dulu kayak Jeremy:
“Gue lagi butuh minum manis, atau cuma butuh disiplin?”
Karena mungkin, yang bikin awet muda itu bukan skincare mahal tapi kesetiaan lo sama tubuh sendiri. @teguh




