Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

by Tabooo
Mei 11, 2026
in Check
A A
Home Check
Share on FacebookShare on Twitter
Salib Merah di Papua menjadi sorotan setelah deretan simbol itu muncul di tengah hutan Papua Selatan dan viral lewat dokumenter Pesta Babi. Banyak orang mempertanyakan apakah masyarakat adat benar-benar memasang ribuan salib itu atau film hanya menjadikannya dramatisasi visual.

Tabooo.id – Ribuan salib merah yang berdiri di tengah hutan Papua Selatan bukan adegan film fiksi atau manipulasi visual media sosial. Masyarakat adat Suku Awyu benar-benar memasang simbol itu sebagai bentuk penolakan terhadap ekspansi industri sawit dan proyek pembangunan berskala besar di wilayah hutan adat mereka.

Berbagai laporan organisasi lingkungan, penelitian akademik, hingga dokumentasi lapangan menunjukkan keberadaan salib-salib tersebut memang nyata dan menjadi bagian penting dari perlawanan masyarakat adat di Papua.

Visual ribuan salib merah kembali menjadi sorotan setelah dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita memperlihatkan deretan simbol tersebut di tengah kawasan hutan Papua Selatan.

Banyak orang kemudian mempertanyakan, apakah salib-salib itu benar ada, atau hanya simbol dramatisasi dalam film?

Jawabannya: Fakta itu memang ada.

Ini Belum Selesai

Kasus Korupsi Madiun Bikin Bingung? Ini Bedanya OTT, Gratifikasi, Suap, dan CSR

Benarkah Kritik Pemerintah Bisa Langsung Dipidana? Ini Faktanya

Suku Awyu Memang Memasang Ribuan Salib Merah

Masyarakat adat Suku Awyu memasang ribuan salib merah di wilayah hutan adat mereka di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Aksi itu tercatat oleh berbagai sumber independen.

Pemasangan salib merah menjadi strategi perlawanan nirkekerasan terhadap ekspansi industri sawit dan proyek pembangunan yang mereka anggap mengancam ruang hidup masyarakat adat.

Laporan dari CRCS UGM juga menjelaskan bahwa salib-salib tersebut dipasang langsung oleh masyarakat adat sebagai simbol perlindungan tanah dan hutan mereka.

Hal serupa muncul dalam laporan Greenpeace Indonesia dan Mongabay Indonesia yang mendokumentasikan aksi pemasangan tanda adat dan salib merah di wilayah Papua Selatan.

Artinya, keberadaan simbol tersebut bukan rumor internet.

Kenapa Salibnya Berwarna Merah?

Masyarakat adat tidak memilih warna merah tanpa alasan. Warna itu melambangkan darah, keberanian, sekaligus tanda bahaya. Mereka ingin menunjukkan bahwa wilayah tersebut berada dalam kondisi darurat dan tidak boleh diganggu.

Salib merah itu menjadi pesan simbolik, bahwa tanah ini sedang terancam.

Dalam budaya perlawanan masyarakat Papua, simbol visual memang memiliki makna sangat kuat. Karena itu, salib tidak hanya berfungsi sebagai simbol agama, tetapi juga sebagai penanda sosial dan politik.

Benarkah Jumlahnya Ribuan?

Ya.

Beberapa laporan menyebut masyarakat adat Suku Awyu memasang lebih dari seribu salib di kawasan hutan adat mereka.

Dokumen terunggah bahkan menjelaskan bahwa masyarakat adat memasang salib secara berkala, termasuk pada momentum Hari Salib Suci setiap 14 September.

Masyarakat adat memasang simbol itu dengan ukuran dan makna tertentu. Tinggi salib mencapai sekitar 12 meter, lebarnya sekitar 7 meter, sementara warna merah melambangkan bahaya dan pengorbanan.

Angka-angka itu juga berkaitan dengan simbol spiritual dan struktur wilayah adat masyarakat Awyu.

Apa Tujuan Pemasangan Salib Merah?

Tujuan utamanya adalah perlindungan ruang hidup adat.

Suku Awyu melihat hutan bukan sekadar sumber ekonomi, tetapi bagian dari identitas dan sistem kehidupan mereka.

Hutan bagi mereka adalah:

  • sumber pangan
  • sumber obat
  • tempat berburu
  • wilayah spiritual
  • rumah leluhur

Karena itu, ketika perusahaan datang membawa izin konsesi sawit dan proyek industri, masyarakat merasa ancaman tersebut bukan cuma soal pohon.

Tetapi soal keberlangsungan hidup mereka sendiri.

Salib merah kemudian berubah menjadi bentuk “palang adat” modern. Dalam tradisi Papua, masyarakat memakai palang adat sebagai tanda larangan yang menegaskan bahwa wilayah tertentu tidak boleh diganggu.

Apakah Ini Terkait Film Pesta Babi?

Ya.

Dokumenter Pesta Babi ikut memperlihatkan simbol salib merah sebagai bagian dari perjuangan masyarakat adat Papua Selatan menghadapi proyek pangan dan bioenergi skala besar.

Film tersebut menampilkan kontras tajam antara salib merah, hutan adat, ekskavator, dan proyek industri yang masuk ke Papua Selatan. Visual itu kemudian menjadi salah satu bagian paling emosional sekaligus paling banyak dibicarakan publik. Karena simbol tersebut terasa sederhana, tetapi sangat kuat secara visual.

Jadi, Fakta atau Hoaks?

Kesimpulannya: Ribuan salib merah di Papua adalah fakta.

Berbagai laporan akademik, organisasi lingkungan, dokumentasi masyarakat adat, dan film investigatif menunjukkan masyarakat adat memang memasang simbol tersebut di wilayah hutan adat Papua Selatan.

Yang masih menjadi perdebatan bukan keberadaan salibnya. Tetapi konflik yang melatarbelakangi kenapa simbol itu sampai muncul di tengah hutan Papua.

Karena di balik kayu-kayu bercat merah tersebut, ada pertanyaan yang jauh lebih penting, kenapa masyarakat adat merasa harus memasang tanda darurat di tanah mereka sendiri? @tabooo

Sumber Rujukan

  • CRCS Universitas Gadjah Mada – Di Balik Salib Merah Besar Suku Awyu
    Membahas makna simbolik salib merah, konteks adat Suku Awyu, dan konflik hutan Papua Selatan.
  • Greenpeace Indonesia – Cerita Perjuangan Suku Awyu
    Berisi dokumentasi perjuangan masyarakat adat Awyu melawan ekspansi sawit dan ancaman deforestasi.
  • Mongabay Indonesia – Palang Adat, Simbol Orang Papua Protes Perampasan Tanah
    Menjelaskan tradisi palang adat dan penggunaannya sebagai simbol penolakan terhadap perampasan tanah adat di Papua.
  • WALHI – Mahkamah Agung Tolak Kasasi Suku Awyu, Perjuangan Selamatkan Hutan Papua Kian Berat
    Mengulas konflik hukum Suku Awyu terkait izin perusahaan sawit di Papua Selatan.
  • Mongabay Indonesia – Kala Masyarakat Adat Papua Protes Pelepasan Hampir 500 Ribu Hektar Kawasan Hutan
    Membahas pelepasan kawasan hutan Papua Selatan untuk proyek strategis nasional dan dampaknya terhadap masyarakat adat.
  • Business & Human Rights Resource Centre – Supreme Court Dismisses Awyu Community Appeal
    Laporan internasional mengenai gugatan masyarakat adat Awyu terhadap konsesi sawit di Papua.
  • Greenpeace Indonesia – PTUN Jakarta Tolak Gugatan Perusahaan Sawit, Perjuangan Suku Awyu Menang
    Dokumentasi kemenangan hukum masyarakat adat dalam salah satu perkara lingkungan di Papua Selatan.
Tags: Boven DigoelFilm Pesta Babimasyarakat adat PapuaPapua SelatanSuku Awyu

Kamu Melewatkan Ini

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan sampai Media Dijinakkan: Ada Apa dengan Demokrasi Kita?

Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan, Ada Apa dengan Demokrasi Kita?

by dimas
Mei 12, 2026

Pembubaran pemutaran film Pesta Babi memantik pertanyaan besar tentang kebebasan berekspresi, menyempitnya ruang sipil, dan cara negara mengontrol narasi publik...

Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan: Masih Adakah Kebebasan Berekspresi?

Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan: Masih Adakah Kebebasan Berekspresi?

by dimas
Mei 11, 2026

Nobar film Pesta Babi di ruang-ruang publik menunjukkan bagaimana seni kerap dianggap sebagai cara paling aman untuk menyuarakan realitas. Film,...

Next Post
Boven Digoel: Nasibmu Dulu dan Kini

Boven Digoel: Nasibmu Dulu dan Kini

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id