Tabooo.id: News – Di tengah gelap dini hari Cakung, Jakarta Timur, seorang petugas keamanan bernama Atim Suhara (43) tewas ditembak oleh komplotan pencuri motor, pada Sabtu (8/11/2025) sekitar pukul 03.30 WIB. Atim bukan sekadar sekuriti ia adalah kakak, tulang punggung, sekaligus pahlawan tanpa pangkat yang mengorbankan hidupnya demi menjaga lingkungan dan keluarganya.
“Belum nikah kakak saya. Baru saya doang yang berani nikah. Dia bela-belain hidup buat adik-adiknya,” ujar Siti Sarah (41), adik korban, Minggu (9/11/2025).
Atim dikenal sebagai pekerja keras. Dari hansip, sopir pribadi, hingga buruh potong besi, semua dijalani tanpa mengeluh. Gajinya tak besar, tapi cukup untuk berbagi ke adik-adiknya yang sudah berkeluarga.
“Kadang kalau habis gajian, dia nanya, ‘punya beras enggak?’ Kalau enggak, pasti dikirimin. Enggak tahu dia sendiri punya duit apa enggak,” ujar Sarah.
Dilansir dari KumparanNews, Menurut Siti Komariah (32), adik bungsunya, Atim adalah sosok yang “berani, cerewet, tapi penyayang.” Ia sering jadi bahan tawa keluarga, tapi juga orang pertama yang melindungi mereka. Dan itulah yang ia lakukan di detik-detik terakhir hidupnya. Pada Jumat dini hari itu, Atim menghadang komplotan pencuri motor yang sudah lama mencurigakan di sekitar lingkungan tempatnya bertugas.
“Dia enggak mikir nyawanya sendiri. Udah dia pantau terus, katanya, ‘tuh ada maling.’ Nekat banget,” jelas Komariah.
Niat baik itu berujung tragis. Atim ditemukan tergeletak tak bernyawa di lokasi kejadian, tubuhnya dingin dengan luka tembak.
“Pas nyampe sono, Kakak udah enggak ada,” tambahnya.
Kini, keluarga hanya bisa mengenang kebaikan Atim pria yang menunda menikah demi menjaga adik-adiknya setelah kedua orang tua mereka tiada.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto, menyebut polisi telah memeriksa 3 hingga 5 saksi dan mengolah barang bukti di TKP.
“Kami berharap pelaku segera tertangkap,” tegasnya.
Kisah Atim bukan sekadar berita kriminal. Ini potret getir dari mereka yang menjaga keamanan kota tapi sering tak dianggap. Malam itu, Atim mungkin tak tahu kalau keberaniannya akan jadi akhir hidupnya tapi bukankah dunia ini butuh lebih banyak orang yang berani, bahkan saat tak ada yang melihat? @dimas





