Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Katanya Jokowi Terima Suap Rp18 Miliar? Serius Nih, Bro?

by dimas
November 7, 2025
in Check
A A
Home Check
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Check – Kalimat itu sempat wara-wiri di Facebook minggu ini. Banyak orang langsung nyeruput kopi sambil elus dada. Judulnya clickbait parah seolah KPK baru saja ngumumin mantan Presiden Jokowi terseret kasus pemerasan miliaran rupiah. Tapi, serius, separah itu?

Fakta

Setelah ditelusuri lebih jauh, klaim itu sama sekali tidak benar.
Justru, akun-akun yang menyebar mengubah judul berita asli dari Beritasatu.com secara liar. Sebenarnya, judul aslinya berbunyi:

“KPK: Gubernur Riau Abdul Wahid Terima Uang Pemerasan Rp1,6 Miliar.”

Jadi, tidak ada satu pun kalimat di artikel asli yang menyebut Jokowi. Singkatnya, yang tersangkut OTT dan didalami KPK adalah Gubernur Riau Abdul Wahid, bukan mantan presiden.

Kenapa Bisa Keliru?

Jadi begini: modusnya klasik dan efektif. Pertama, pelaku mengubah judul dan kadang mengganti angka demi sensasi. Kedua, mereka menyebar versi editan itu di grup dan timeline. Akibatnya, banyak orang cuma baca judul lalu langsung reaksi.

Lebih jauh, teknik ini mirip trik dagang: papan tulis di depan warung bertuliskan “Gratis”, namun begitu bayar, pemilik bilang, “Yang gratis cuma senyumnya, Dek.”

Ini Belum Selesai

Malam Satu Suro: Horor atau Sekadar Mitos?

Benarkah Genjer-Genjer adalah Lagu PKI? Cek Faktanya

Selain itu, penyebar hoaks paham betul kelemahan publik digital: kebanyakan orang membaca judul, bukan isi. Padahal jika kamu klik dan baca artikel aslinya, konteksnya jelas berbeda jauh. Artikel Beritasatu membahas hasil OTT KPK terhadap Abdul Wahid bukan isu yang mengarah ke Jokowi.

Lebih parah lagi, metode ini kerap dipakai untuk menyebar sentimen politik. Dengan demikian, tujuan pelakunya sering bukan memberi informasi, melainkan memanaskan emosi publik agar timeline ramai.

Efek “Kopi Pahit”

Hoaks jenis ini terasa manis di awal, namun berujung bikin panik. Sekali kamu percaya berita palsu, algoritma media sosial akan menampilkan lebih banyak konten serupa. Akibatnya, feed kamu dipenuhi ilusi bukan informasi.

Ironisnya, orang yang rajin menyebar hoaks sering merasa paling tahu kebenaran. Padahal, mereka cuma jadi korban headline editan dan hasrat untuk tampak paling update.

Jadi, Gimana Sih?

Pertama, tahan jempol. Kedua, cek sumber sebelum menyebar. Ketiga, baca isinya, bukan sekadar melihat judul. Karena jadi netizen cerdas itu kerengak butuh toga, cukup logika.

Selain itu, ketika menemukan klaim bombastis, cek akun resmi media dan sumber primer. Dengan begitu, kamu menghindari menyebarkan informasi yang menyesatkan.

Oleh karena itu, sebelum share dan sebelum ikut panas, cek dulu biar gak ikut dosa digital. @dimas

Tags: Cek DuluInfo ValidStop HoaksTabooo Check

Kamu Melewatkan Ini

Benarkah Genjer-Genjer adalah Lagu PKI? Cek Faktanya

Benarkah Genjer-Genjer adalah Lagu PKI? Cek Faktanya

by Tabooo
Juni 3, 2026

Genjer-Genjer sering dicap sebagai lagu PKI. Padahal, sejarahnya lebih rumit. Lagu ini lahir dari kelaparan rakyat Banyuwangi pada masa pendudukan...

Otoriter Populis Sama dengan Diktator? Ini Jawabannya

Otoriter Populis Sama dengan Diktator? Ini Jawabannya

by Tabooo
Juni 3, 2026

Otoriter Populis tidak sama persis dengan diktator, meski keduanya bisa sama-sama melemahkan kebebasan. Diktator klasik biasanya memakai paksaan terbuka, sementara...

Gibran Umumkan Tebus Motor Rp600 Ribu? Cek Faktanya!

Gibran Umumkan Tebus Motor Rp600 Ribu? Cek Faktanya!

by Tabooo
April 15, 2026

Tabooo.id: Check - Sebuah video menampilkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka seolah mengumumkan program tebus motor murah Rp600.000. Narasi ini menyebar...

Next Post
Bupati Ponorogo Ditangkap KPK: Ketika Jabatan Dijual Seharga Mutasi

Bupati Ponorogo Ditangkap KPK: Ketika Jabatan Dijual Seharga Mutasi

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id