Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jaksa Agung: Kades Bukan Target Mudah

by teguh
April 21, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Selasa, 21/04/2026, Jakarta memunculkan pertanyaan penting: apakah semua kesalahan kepala desa harus berujung borgol? Jaksa Agung ST Burhanuddin menjawab tegas, tidak. Ia meminta seluruh jajaran kejaksaan di daerah berhenti menjerat kepala desa jika masalahnya hanya administratif. Pernyataan itu muncul dalam forum Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) di Hotel Fairmont, Jakarta. Kalimatnya singkat, tetapi dampaknya bisa panjang.

Tabooo.id: Nasional – Burhanuddin menegaskan dirinya tidak bangga bila Kejari atau Kejati berlomba menetapkan kepala desa sebagai tersangka.

“Sudah beberapa kali saya sampaikan, jangan ada lagi kriminalisasi terhadap aparat desa. Saya tidak akan bangga kalau kalian di daerah menjadikan kepala desa adalah tersangka.”

Menurut dia, banyak kepala desa berasal dari warga biasa yang sebelumnya tidak pernah mengelola anggaran besar. Kini mereka harus memegang dana miliaran rupiah dengan tuntutan administrasi yang rumit.

“Kita bayangkan saja mereka tidak pernah memegang uang Rp1,5 miliar, kemudian pegang uang Rp1,5 miliar. Kalau tanpa pembinaan, mereka tidak tahu bagaimana mengelola uang ini.”

Pesan utamanya jelas negara harus membina, bukan langsung menghukum.

Kalau Menyalahgunakan Dana, Proses Hukum Jalan

Burhanuddin juga memberi batas tegas. Jika kepala desa memakai dana desa untuk kepentingan pribadi, aparat penegak hukum harus bertindak.

“Kecuali memang uangnya dipakai kepala desa, mungkin untuk nikah lagi atau apa. Kalau uangnya betul-betul digunakan, silakan.”

Ia membedakan dua hal yang sering bercampur kesalahan administrasi dan korupsi.

Ini Belum Selesai

Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi, Ada Apa?

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Kabel PT Sangsaka di Bantul

Ahli Hukum: Pidana Harus Jadi Jalan Terakhir

Guru Besar Hukum Pidana Universitas Jenderal Soedirman, Prof. Hibnu Nugroho, menilai hukum pidana seharusnya menjadi ultimum remedium atau jalan terakhir.

“Jika pelanggaran masih bisa selesai lewat pembinaan administratif dan pengembalian kerugian, negara tidak perlu buru-buru mempidanakan.”

Pandangan itu sejalan dengan sikap Jaksa Agung. Negara perlu membedakan niat jahat dengan ketidaktahuan teknis.

Sosiolog: Desa Sering Tersandung Sistem Rumit

Sosiolog pedesaan dari IPB University, Prof. Dwi Narwoko, menilai banyak desa tersandung bukan karena niat mencuri, melainkan karena sistem birokrasi terlalu rumit.

“Kita meminta perangkat desa bekerja seperti auditor profesional, padahal banyak dari mereka belajar sambil berjalan.”

Regulasi sering berubah cepat. Sementara itu, pelatihan kerap datang terlambat.

Pengawas Korupsi Ingatkan Risiko Celah

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana mengingatkan bahwa dana desa tetap rawan bocor jika pengawasan melemah.

“Pendekatan pembinaan penting, tetapi jangan sampai menjadi tameng bagi pelaku korupsi.”

Karena itu, aparat harus jeli membedakan pejabat yang bingung dengan pejabat yang sengaja menyimpang.

Yang Sedang Dipertaruhkan

Ini bukan sekadar soal kepala desa. Ini soal cara negara memperlakukan pemerintahan paling dekat dengan rakyat.

Jika aparat terlalu cepat menghukum, banyak kepala desa akan takut mengambil keputusan.

Namun jika aparat terlalu longgar, korupsi bisa tumbuh diam-diam. Negara harus tegas sekaligus adil.

Closing

Ucapan Jaksa Agung membuka diskusi besar apakah hukum kita terlalu cepat menghukum, tetapi terlalu lambat membina?

Desa bukan sekadar objek pembangunan. Desa adalah tempat jutaan orang hidup dan berharap. Jika pemimpinnya takut bergerak, siapa yang akan menanggung akibatnya?

Tags: AparatBirokrasiHotel FairmontJakartaKadesKorupsi di IndonesiaKriminal & HukumprosesSistemSosiologTarget

Kamu Melewatkan Ini

Kompolnas Desak Polisi Bongkar Dalang Kerusuhan Demo DPR

Kompolnas Desak Polisi Bongkar Dalang Kerusuhan Demo DPR

by eko
Agustus 30, 2026

Kompolnas mendesak polisi mengusut tuntas dalang, pelaku, aliran dana, dan pemasok dalam kerusuhan demo DPR. Tabooo.id - Kerusuhan seusai demonstrasi...

Hercules Ada di Lokasi Kericuhan Demo DPR, Benarkah Terlibat?

Hercules Ada di Lokasi Kericuhan Demo DPR, Benarkah Terlibat?

by eko
Agustus 30, 2026

Hercules memang berada di lokasi kericuhan demo DPR. Namun, apakah ia ikut terlibat? Cek fakta berdasarkan keterangan GRIB Jaya dan...

Rekening Diblokir, Aksi Pati Tetap Jalan: Donasi Berhadapan dengan Aparat

Rekening Diblokir, Aksi Pati Tetap Jalan: Donasi Berhadapan dengan Aparat

by dimas
Agustus 24, 2026

Rekening diblokir menjelang aksi Pati ke Jakarta. Dana donasi tak bisa digunakan, tetapi aksi tetap jalan saat dukungan massa berhadapan...

Next Post
Ketika Kepala Desa Pegang Miliaran, Tapi Negara Minim Membimbing

Ketika Kepala Desa Pegang Miliaran, Tapi Negara Minim Membimbing

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id