Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Demi Untung, Semua Masuk? Dugaan Ikan Sapu-Sapu di Balik Siomay Murah

by eko
April 20, 2026
in Reality
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di DKI Jakarta memicu kegelisahan baru. Warga kini tidak hanya memikirkan dampak lingkungan, tetapi juga keamanan makanan. Isu penggunaan ikan tersebut dalam siomay membuat banyak orang mulai lebih waspada saat jajan.

Tabooo.id: News – Isu penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan siomay kembali mencuat. Jajanan yang selama ini terasa aman kini memunculkan tanda tanya.

Wandi (56), penjual siomay di Cengkareng, Jakarta Barat, mengaku pernah mengetahui praktik tersebut. Ia berbicara berdasarkan pengalamannya selama 25 tahun berjualan.

“Ada lah, enggak usah saya rahasiakan. Semua orang pasti sudah tahu. Memang ada yang pakai ikan sapu-sapu, tapi saya tidak,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Senin (20/4/2026).

Wandi menjelaskan bahwa selisih harga bahan baku mendorong sebagian pedagang mengambil jalan pintas. Ia menyebut harga ikan sapu-sapu berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Sebaliknya, harga ikan tenggiri bisa mencapai hampir Rp100.000 per kilogram.

Selisih itu menggoda pedagang yang ingin menekan biaya produksi dan memperbesar keuntungan. Namun, Wandi memilih cara lain. Ia mencampur adonan dengan tepung atau daging ayam agar tetap hemat tanpa mengorbankan kualitas.

Ini Belum Selesai

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0, Herdman: Ini Kemenangan Kami Tunggu 38 Tahun

Pedagang Bicara: “Kami Pakai Tenggiri dan Tuna”, Bukan Sapu-Sapu

Angga (25), penjual siomay di Palmerah, Jakarta Barat, juga menegaskan hal serupa. Ia memastikan bahan dagangannya aman dan jelas.

“Kalau saya pakai tenggiri sama tuna. Dagingnya cerah, putih, empuk. Dijamin,” katanya.

Angga menggabungkan ikan tenggiri dan tuna untuk menjaga rasa sekaligus menghemat biaya. Menurutnya, cara ini tetap menghasilkan siomay dengan kualitas baik.

Ciri-Ciri yang Bikin Curiga: Dari Warna hingga Tekstur

Angga mengaku belum pernah melihat langsung pedagang yang menggunakan ikan sapu-sapu. Namun, ia sering mendengar ciri-ciri yang mencurigakan.

Ia menyebut warna siomay bisa menjadi petunjuk awal. Siomay berbahan tenggiri biasanya terlihat cerah. Sebaliknya, siomay yang tampak lebih gelap sering memicu kecurigaan.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa warna bukan satu-satunya penentu. Banyak faktor lain yang memengaruhi tampilan siomay.

Dari Sungai ke Piring? Kekhawatiran Konsumen Meningkat

Warga kini mulai mempertanyakan keamanan bahan makanan. Mereka khawatir karena ikan sapu-sapu hidup di perairan keruh, bahkan tercemar.

“Kalau memang bahaya, sebaiknya jangan dipakai. Apalagi kalau diambil dari kali,” ujar Angga.

Isu ini mendorong perhatian pada pengawasan makanan olahan, terutama yang dijual di sektor informal seperti kaki lima.

Murah Boleh, Tapi Jangan Buta

Siomay tetap menjadi favorit banyak orang. Namun, harga murah tidak selalu menjamin keamanan.

Pedagang perlu menjaga transparansi bahan. Di sisi lain, konsumen juga harus lebih cermat saat memilih makanan. Kepercayaan bisa runtuh jika pedagang mengabaikan kualitas demi keuntungan sesaat.@eko

Tags: JakartaKeamanan Pangan

Kamu Melewatkan Ini

Patung Pancoran: Monumen Pengorbanan atau Tamparan untuk Pemimpin?

Patung Pancoran: Monumen Pengorbanan atau Tamparan untuk Pemimpin?

by teguh
Juni 2, 2026

Di tengah badai ekonomi, ketegangan politik, dan masa depan Indonesia yang penuh ketidakpastian pada pertengahan 1960-an, Presiden Soekarno mengambil langkah...

Patung Pancoran yang Dibayar dengan Pengorbanan

Patung Pancoran yang Dibayar dengan Pengorbanan

by teguh
Juni 1, 2026

Jakarta memiliki banyak bangunan yang menjulang tinggi. Sebagian menjadi simbol kekuasaan. Lainnya tumbuh sebagai pusat ekonomi dan aktivitas masyarakat. Namun...

Patung Pancoran: Sebuah Monumen Lebih Jujur daripada Zaman yang Mengelilinginya

Patung Pancoran: Sebuah Monumen Lebih Jujur daripada Zaman yang Mengelilinginya

by teguh
Mei 31, 2026

Patung pancoran ini seakan definisi dari Indonesia? Apa yang bisa kita banggakan? Keberaniannya! Jiwa patriotisme itulah kebanggaan kita. Tabooo.id -...

Next Post
BBM Naik Tinggi, Penjelasannya? Sabar Dulu!

BBM Naik Tinggi, Penjelasannya? Sabar Dulu!

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id