Rabu, Juli 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Demi Untung, Semua Masuk? Dugaan Ikan Sapu-Sapu di Balik Siomay Murah

by eko
April 20, 2026
in Reality
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di DKI Jakarta memicu kegelisahan baru. Warga kini tidak hanya memikirkan dampak lingkungan, tetapi juga keamanan makanan. Isu penggunaan ikan tersebut dalam siomay membuat banyak orang mulai lebih waspada saat jajan.

Tabooo.id: News – Isu penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan siomay kembali mencuat. Jajanan yang selama ini terasa aman kini memunculkan tanda tanya.

Wandi (56), penjual siomay di Cengkareng, Jakarta Barat, mengaku pernah mengetahui praktik tersebut. Ia berbicara berdasarkan pengalamannya selama 25 tahun berjualan.

“Ada lah, enggak usah saya rahasiakan. Semua orang pasti sudah tahu. Memang ada yang pakai ikan sapu-sapu, tapi saya tidak,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Senin (20/4/2026).

Wandi menjelaskan bahwa selisih harga bahan baku mendorong sebagian pedagang mengambil jalan pintas. Ia menyebut harga ikan sapu-sapu berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Sebaliknya, harga ikan tenggiri bisa mencapai hampir Rp100.000 per kilogram.

Selisih itu menggoda pedagang yang ingin menekan biaya produksi dan memperbesar keuntungan. Namun, Wandi memilih cara lain. Ia mencampur adonan dengan tepung atau daging ayam agar tetap hemat tanpa mengorbankan kualitas.

Ini Belum Selesai

Modus Miras Gelasan Terbongkar di Solo

OTT KPK: Bupati Lombok Barat Terseret Korupsi Rp9,06 Miliar

Pedagang Bicara: “Kami Pakai Tenggiri dan Tuna”, Bukan Sapu-Sapu

Angga (25), penjual siomay di Palmerah, Jakarta Barat, juga menegaskan hal serupa. Ia memastikan bahan dagangannya aman dan jelas.

“Kalau saya pakai tenggiri sama tuna. Dagingnya cerah, putih, empuk. Dijamin,” katanya.

Angga menggabungkan ikan tenggiri dan tuna untuk menjaga rasa sekaligus menghemat biaya. Menurutnya, cara ini tetap menghasilkan siomay dengan kualitas baik.

Ciri-Ciri yang Bikin Curiga: Dari Warna hingga Tekstur

Angga mengaku belum pernah melihat langsung pedagang yang menggunakan ikan sapu-sapu. Namun, ia sering mendengar ciri-ciri yang mencurigakan.

Ia menyebut warna siomay bisa menjadi petunjuk awal. Siomay berbahan tenggiri biasanya terlihat cerah. Sebaliknya, siomay yang tampak lebih gelap sering memicu kecurigaan.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa warna bukan satu-satunya penentu. Banyak faktor lain yang memengaruhi tampilan siomay.

Dari Sungai ke Piring? Kekhawatiran Konsumen Meningkat

Warga kini mulai mempertanyakan keamanan bahan makanan. Mereka khawatir karena ikan sapu-sapu hidup di perairan keruh, bahkan tercemar.

“Kalau memang bahaya, sebaiknya jangan dipakai. Apalagi kalau diambil dari kali,” ujar Angga.

Isu ini mendorong perhatian pada pengawasan makanan olahan, terutama yang dijual di sektor informal seperti kaki lima.

Murah Boleh, Tapi Jangan Buta

Siomay tetap menjadi favorit banyak orang. Namun, harga murah tidak selalu menjamin keamanan.

Pedagang perlu menjaga transparansi bahan. Di sisi lain, konsumen juga harus lebih cermat saat memilih makanan. Kepercayaan bisa runtuh jika pedagang mengabaikan kualitas demi keuntungan sesaat.@eko

Tags: JakartaKeamanan Pangan

Kamu Melewatkan Ini

Demo Mahasiswa Kepung Jakarta, Jalanan Uji Kepercayaan Publik

Demo Mahasiswa Kepung Jakarta, Jalanan Uji Kepercayaan Publik

by dimas
Juli 17, 2026

Ratusan mahasiswa menggelar demonstrasi di Jakarta. Polisi mengerahkan 3.728 personel untuk mengamankan aksi di tengah upaya menjaga ketertiban dan kepercayaan...

Api di Thamrin: 11 Tuntutan Mahasiswa Berujung Benturan

Api di Thamrin: 11 Tuntutan Mahasiswa Berujung Benturan

by dimas
Juni 15, 2026

Aksi mahasiswa di Jalan MH Thamrin memanas setelah pembakaran ban memicu benturan dengan aparat. Di balik kericuhan, 11 tuntutan besar...

Patung Pancoran: Monumen Pengorbanan atau Tamparan untuk Pemimpin?

Patung Pancoran: Monumen Pengorbanan atau Tamparan untuk Pemimpin?

by teguh
Juni 2, 2026

Di tengah badai ekonomi, ketegangan politik, dan masa depan Indonesia yang penuh ketidakpastian pada pertengahan 1960-an, Presiden Soekarno mengambil langkah...

Next Post
BBM Naik Tinggi, Penjelasannya? Sabar Dulu!

BBM Naik Tinggi, Penjelasannya? Sabar Dulu!

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id