Gen Z dibilang nggak bisa baca. Tapi sebelum buru-buru menyalahkan, ada satu pertanyaan yang lebih jujur: kita sedang melihat generasi yang gagal… atau sistem yang mulai retak?
Tabooo.id: Talk – Kita sering dengar narasi yang sama: Gen Z malas baca.
Tapi pertanyaannya benarkah sesederhana itu? Atau justru kita sedang menyalahkan generasi… atas sistem yang kita ciptakan sendiri?
Fakta di kampus-kampus Amerika jelas bahwa banyak mahasiswa kesulitan memahami teks panjang. Dosen sampai menurunkan standar.
Tapi lihat lebih dekat. Mereka tidak berhenti mengonsumsi informasi. Mereka justru mengonsumsi lebih banyak dari generasi sebelumnya.
Bukan Nggak Baca, tapi Beda Cara
Kendalanya bukan kurang membaca. Masalahnya adalah cara membaca berubah.
Dari mendalam → jadi cepat. Dari reflektif → jadi reaktif
Dua Kubu, Dua Kebenaran
Ada dua kubu yang mulai muncul:
Kubu 1: Gen Z kehilangan disiplin. Terlalu dimanjakan teknologi.
Kubu 2: Sistem pendidikan gagal beradaptasi dengan dunia baru yang serba cepat.
Dan mungkin… keduanya benar.
Adaptasi atau Kemunduran?
Kalau sekarang orang lebih nyaman nonton video 30 detik daripada baca 3 halaman, apakah itu berarti mereka bodoh? Atau mereka cuma beradaptasi dengan lingkungan digital yang memang didesain untuk cepat, singkat, dan instan?
Ini bukan cuma soal Gen Z.
Ini soal arah masa depan manusia, apakah kita mau jadi generasi yang memahami, atau generasi yang sekadar tahu cepat?
Kita Mau Jadi Apa?
Coba jujur ke diri sendiri:
Kamu terakhir baca buku sampai habis kapan? Lebih sering baca artikel… atau lihat ringkasannya?
Kamu benar-benar paham… atau cuma merasa paham?
Mungkin masalahnya bukan di generasinya. Mungkin masalahnya ada di dunia yang kita bangun: terlalu cepat, terlalu padat, terlalu dangkal.
Jadi sekarang pertanyaannya bukan lagi: “Kenapa Gen Z nggak bisa baca?”
Tapi lebih pada kita masih mau melatih diri untuk berpikir… atau cukup jadi penonton informasi?
“Kalau semua serba cepat, kapan kita sempat benar-benar mengerti?” @waras






