Rabu, Juli 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pencipta ‘Mungkinkah’ Kini Pergi Tapi Kenangan Kita Tak Punya Tombol Berhenti

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Musik
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter
Musik Indonesia kehilangan satu nada penting dan kali ini, bukan sekadar kabar duka biasa.
Ndhank Surahman Hartono, sosok di balik lagu-lagu yang pernah menemani patah hati satu generasi, meninggal dunia pada Sabtu, 18 April 2026. Namun seperti lagunya yang terus diputar, kenangan tentang Mungkinkah tak akan ikut berhenti bersama kepergiannya.

Tabooo.id: Musik – Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) menyampaikan kabar duka itu melalui unggahan resmi di Instagram. Organisasi tersebut langsung menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian salah satu anggotanya yang aktif memperjuangkan hak para pencipta lagu.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ndhank Surahman Hartono, pencipta lagu dan musisi Indonesia, eks gitaris @stinkyband,” tulis AKSI.

AKSI menilai Ndhank memegang peran penting dalam perjalanan musik Indonesia. Ia menciptakan lagu-lagu yang terus melintasi generasi dan tetap relevan hingga hari ini.

Dari Gitar ke Lagu yang Melekat di Hati

Nama Ndhank Surahman Hartono tumbuh bersama perjalanan band Stinky yang berdiri pada 1995. Ia membentuk band itu bersama Andre Taulany, Helman Maulana, Irwan Batara, dan Edy Suryo Triputranto.

Ia tidak hanya memainkan gitar. Ia juga menulis lagu-lagu yang kemudian mengangkat nama band tersebut ke puncak popularitas. Lagu Mungkinkah dan Jangan Tutup Dirimu langsung merebut perhatian publik saat radio dan televisi memutarnya secara masif.

Ini Belum Selesai

Nasi Tumpeng: Makanan yang Menyatukan Animisme, Hindu-Budha, dan Islam

Paket Santet: Teror Tidak Mengetuk Pintu, Ia Datang Sebagai Kiriman

Banyak pendengar menjadikan lagu-lagu itu sebagai soundtrack masa remaja mereka. Liriknya sederhana, tetapi emosinya terasa kuat dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pada 2013, Ndhank memilih mundur dari Stinky karena kesibukan pribadi. Meski meninggalkan panggung band, ia tetap menjaga hubungan dengan dunia musik.

Konsisten Membela Hak Pencipta Lagu

Di luar dunia panggung, Ndhank menunjukkan sikap tegas dalam memperjuangkan hak cipta. Ia aktif menyuarakan pentingnya perlindungan karya musik di Indonesia.

AKSI mengenalnya sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan penghargaan terhadap karya musik. Ia mendorong industri agar memberikan perlindungan yang layak bagi para pencipta lagu.

Sebelum wafat, Ndhank sempat melayangkan somasi terkait hak royalti atas lagu Mungkinkah. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik melalui media sosial setelah polemik soal royalti memicu perdebatan.

Langkah itu menunjukkan satu hal penting: di balik lagu yang terdengar indah, ada perjuangan panjang agar karya tetap dihargai secara adil.

Nada yang Tak Akan Berhenti

Kepergian Ndhank bukan sekadar kehilangan seorang gitaris. Industri musik Indonesia kehilangan seorang pencipta lagu yang membentuk kenangan banyak orang.

Ia menulis lagu yang tidak hanya populer, tetapi juga melekat di ingatan pendengarnya. Setiap kali radio memutar lagu Mungkinkah, banyak orang langsung teringat pada masa lalu yang penuh cerita.

Kini, panggung mungkin kehilangan satu sosok penting. Namun karya yang ia tulis tetap hidup, terus dinyanyikan, dan terus mengalir di telinga generasi berikutnya.

Karena pada akhirnya, musisi bisa pergi tetapi lagu yang jujur selalu menemukan cara untuk bertahan lebih lama dari waktu.@eko

Kamu Melewatkan Ini

Nasi Tumpeng: Makanan yang Menyatukan Animisme, Hindu-Budha, dan Islam

Nasi Tumpeng: Makanan yang Menyatukan Animisme, Hindu-Budha, dan Islam

by Anisa
Juli 21, 2026

Nasi tumpeng bukan warisan satu agama. Ia lahir dari pertemuan berbagai keyakinan yang membentuk wajah budaya Jawa. Apa yang kita...

Modus Miras Gelasan Terbongkar di Solo

Modus Miras Gelasan Terbongkar di Solo

by eko
Juli 21, 2026

Satpol PP Solo menggerebek outlet di kawasan Lokananta dan menyita 193 cup minuman keras ilegal yang dijual tanpa izin dalam...

Indonesia Kaya, Mengapa Rakyat Belum Sejahtera?

Indonesia Kaya, Mengapa Rakyat Belum Sejahtera?

by dimas
Juli 21, 2026

Indonesia kaya sumber daya alam, tetapi jutaan rakyat masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup. Di mana sebenarnya kekayaan negeri ini berhenti?...

Next Post
AS dan Iran Kembali Berunding, Tapi Dunia Tak Yakin Perang Akan Berakhir

AS dan Iran Kembali Berunding, Tapi Dunia Tak Yakin Perang Akan Berakhir

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id