Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ndalem Kalitan, Rumah Tua dengan Jejak Kekuasaan dan Sejarah Jawa

by jeje
April 18, 2026
in Vibes
A A
Home Vibes
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Vibes – Di tengah hiruk-pikuk Kota Solo, berdiri sebuah bangunan yang tampak tenang, namun menyimpan cerita panjang tentang kekuasaan, keluarga, dan sejarah Jawa. Namanya Ndalem Kalitan. Bukan sekadar rumah tua, bangunan ini menjadi saksi perjalanan bangsawan hingga lingkaran elite nasional.

Dari Keraton ke Warisan Keluarga

Awalnya, Ndalem Kalitan merupakan kediaman Sri Sunan Pakubuwono X. Pada tahun 1874, rumah ini diwariskan kepada putri sulungnya, Kanjeng Gusti Ratu Alit. Sejak saat itu, nama “Kalitan” mulai melekat dan dikenal sebagai bagian dari sejarah keluarga Keraton Surakarta.

Peralihan ini bukan sekadar perpindahan kepemilikan. Ia menandai bagaimana sebuah rumah bisa menjadi simbol garis keturunan dan kekuasaan dalam budaya Jawa.

Era Baru: Masuk ke Lingkaran Prawironegoro

Memasuki era 1960-an, Ndalem Kalitan kembali menjadi sorotan. Rumah ini dibeli oleh keluarga Prawironegoro, yang memiliki hubungan erat dengan lingkungan bangsawan, khususnya Puro Mangkunegaran.

Sejak itu, rumah ini tidak lagi hanya menjadi simbol masa lalu Keraton, tetapi juga menjadi ruang hidup keluarga yang tetap terhubung dengan tradisi aristokrat Jawa.

Ini Belum Selesai

Kolam Segaran: Jejak Majapahit di Atas Riak Air

Saujana Malam dan Monumen Perahu Penjaga Sejarah Mojokerto

Jejak Keluarga Soeharto

Kisah Ndalem Kalitan semakin menarik ketika terhubung dengan keluarga Presiden kedua Indonesia, Soeharto. Kedua orang tua Tien Soeharto, yakni KPH Soemoharjomo dan Raden Ayu Hatmanti Hatmohoedojo, menjadikan rumah ini sebagai pusat kebersamaan keluarga.

Seorang warga sekitar, Suryanto (54), mengatakan,
“Kalitan itu bukan cuma rumah tua. Dulu sering jadi tempat kumpul keluarga besar. Suasananya beda, terasa banget aura Jawanya.”

Setelah kedua orang tua Tien Soeharto wafat, Ndalem Kalitan tetap menjadi tempat singgah keluarga Soeharto setiap kali berada di Solo. Rumah ini seolah menjadi titik temu antara sejarah Keraton dan kekuasaan modern Indonesia.

Arsitektur yang Menyimpan Filosofi

Secara arsitektural, Ndalem Kalitan mempertahankan struktur rumah tradisional Jawa. Bangunan ini terdiri dari tiga bagian utama: pendapa sebagai ruang terbuka, pinggitan sebagai ruang tengah, dan senthong sebagai ruang privat.

Struktur ini bukan sekadar desain. Ia mencerminkan filosofi kehidupan Jawa yang menempatkan keseimbangan antara ruang publik, keluarga, dan privasi.

Lebih dari Sekadar Rumah Tua

Ndalem Kalitan bukan hanya bangunan bersejarah. Ia adalah ruang yang merekam perubahan zaman, dari era Keraton hingga politik modern.

Masalahnya, banyak orang melewati tempat ini tanpa benar-benar memahami kisah di baliknya. Padahal, di balik dindingnya, tersimpan cerita tentang kekuasaan, keluarga, dan identitas Jawa yang terus hidup.

Ini bukan sekadar rumah tua. Ini potongan sejarah yang masih berdiri diam, tapi penuh makna. @jeje

Kamu Melewatkan Ini

Mentan Tantang Kampus Wujudkan Swasembada Pangan

Mentan Tantang Kampus Wujudkan Swasembada Pangan

by teguh
Juni 6, 2026

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengajak seluruh perguruan tinggi di Indonesia mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan swasembada...

Patung Mahapatih gajah Mada: Ancaman Terbesar Bangsa Datang dari Dalam?

Patung Mahapatih gajah Mada: Ancaman Terbesar Bangsa Datang dari Dalam?

by teguh
Juni 6, 2026

Di tengah lalu lintas yang terus bergerak dan hiruk-pikuk kehidupan modern, sebuah patung Mahapatih Gajah Mada berdiri tegak di salah...

Mahasiswa Bosan Politik Kampus, Solusinya: Hapus Pemilu

Mahasiswa Bosan Politik Kampus, Solusinya: Hapus Pemilu

by teguh
Juni 6, 2026

Selama puluhan tahun, mahasiswa berdiri di barisan depan saat mengkritik praktik politik yang mereka anggap sarat oligarki, penuh perebutan kekuasaan,...

Next Post
Anak Lain Main Game, Daffa Pilih Bongkar Mesin

Anak Lain Main Game, Daffa Pilih Bongkar Mesin

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id