Senin, April 20, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Muchtar Pakpahan: Saat Membela Buruh Berarti Menantang Negara

April 18, 2026
in Figures
A A
Home Figures
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Figure – Nama Muchtar Pakpahan tidak lahir dari ruang kekuasaan. Ia justru memilih jalan berbeda. Ia turun langsung ke lapangan dan membela buruh saat banyak orang memilih diam.

Saat itu, rezim Orde Baru mengontrol hampir seluruh ruang gerak pekerja. Negara hanya mengakui Serikat Pekerja Seluruh Indonesia sebagai satu-satunya organisasi buruh. Namun, banyak pihak menilai SPSI lebih dekat ke pemerintah daripada ke pekerja.

Di titik inilah Muchtar mengambil sikap. Ia tidak menunggu perubahan. Ia menciptakan perubahan.

SBSI: Awal Konflik Terbuka

Pada 25 April 1992, Muchtar mendirikan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia bersama tokoh seperti Abdurrahman Wahid.

Langkah ini langsung mengguncang sistem. Sebab, SBSI menantang dominasi negara secara terbuka. Selain itu, organisasi ini memberi ruang bagi buruh untuk bersuara secara independen.

BacaJuga

Joko Anwar: Anak Medan yang Mengubah Wajah Film Horor Indonesia

Ani Sekarningsih: Peta Perlawanan Seorang Perempuan

Akibatnya, aparat mulai mengawasi Muchtar secara intens. Ia tidak lagi sekadar aktivis. Ia berubah menjadi ancaman bagi kekuasaan.

Penjara dan Tuduhan Subversif

Konflik semakin memanas pada 1994. Saat kerusuhan buruh terjadi di Medan, aparat menangkap Muchtar dan menuduhnya sebagai penghasut.

Pengadilan menjatuhkan vonis empat tahun penjara. Namun, Mahkamah Agung kemudian membatalkan putusan tersebut. Meski begitu, Muchtar tetap sempat mendekam di balik jeruji.

Masalahnya tidak berhenti di situ.

Pada 1996, setelah Peristiwa Kudatuli 1996, aparat kembali menangkapnya. Kali ini, negara menggunakan UU Antisubversi.

Pemerintah menilai bukunya, Potret Negara Indonesia, sebagai ancaman serius bagi rezim Soeharto. Bahkan, ancaman hukuman mati sempat muncul.

Namun, tekanan dari komunitas internasional mulai berdatangan. Organisasi seperti Amnesty International menyoroti kasus ini. Karena itu, dunia mulai melihat Muchtar sebagai simbol perlawanan, bukan sekadar terdakwa.

Reformasi: Kebebasan yang Dibayar Mahal

Situasi berubah drastis pada 1998. Setelah B.J. Habibie mengambil alih pemerintahan, ia memberikan amnesti kepada Muchtar.

Muchtar pun bebas.

Namun, ia tidak berhenti. Ia langsung kembali mengorganisir buruh. Selain itu, pemerintah akhirnya mengakui kebebasan berserikat. SBSI pun resmi berdiri sebagai organisasi legal.

Kemudian, pada 2003, Muchtar mendirikan Partai Buruh Sosial Demokrat. Ia mencoba membawa suara pekerja ke dalam sistem politik.

Meski partainya tidak besar, sikapnya tetap konsisten. Ia terus mengkritik kebijakan yang merugikan buruh.

Warisan yang Masih Hidup

Muchtar Pakpahan meninggal pada 21 Maret 2021. Namun, gagasannya tidak ikut mati.

Hari ini, buruh Indonesia memiliki banyak pilihan serikat. Mereka bisa bersuara tanpa harus tunduk pada satu wadah.

Semua itu tidak terjadi begitu saja.

Ini bukan sekadar kisah seorang aktivis. Ini adalah bukti bahwa satu orang bisa mengguncang sistem yang tampak tak tergoyahkan. @jeje

Tags: buruh IndonesiaHari Buruh NasionalPerjuangan BuruhSejarah Pergerakan IndonesiaTokoh Nasional

REKOMENDASI TABOOO

Soeara Boeroeh 1947: Mimpi Buruh yang Masih Relevan di 2026

Soeara Boeroeh 1947: Mimpi Buruh yang Masih Relevan di 2026

by Tabooo
April 19, 2026

Soeara Boeroeh 1947 bukan sekadar dokumen tua yang tersimpan dalam arsip sejarah. Ia adalah jejak dari sebuah momen ketika buruh...

Kenapa 1 Mei Hari Buruh? Karena Hak Kerja Dibayar Nyawa

Kenapa 1 Mei Hari Buruh? Karena Hak Kerja Dibayar Nyawa

by eko
April 19, 2026

Tabooo.id: News - Setiap 1 Mei, banyak pekerja menikmati hari libur. Namun, tanggal ini bukan sekadar waktu santai. Di baliknya,...

May Day 2026: Janji Kesejahteraan di Tengah Dunia yang Semakin Tidak Stabil

May Day 2026: Janji Kesejahteraan di Tengah Dunia yang Semakin Tidak Stabil

by dimas
April 18, 2026

Tabooo.id: Deep - Pagi itu, ruang diskusi serikat buruh di Jakarta terasa lebih berat dari biasanya. Bukan hanya karena isu...

Next Post
Incel: Ketika Kebencian pada Perempuan Lahir Diam-Diam di Ruang Tertutup

Incel: Ketika Kebencian pada Perempuan Lahir Diam-Diam di Ruang Tertutup

Recommended

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026
Huawei Mate 80 Pro: Ponsel Bukan Sekadar Gadget, Tapi Status Comeback

Huawei Mate 80 Pro: Ponsel Bukan Sekadar Gadget, Tapi Status Comeback

April 17, 2026

Popular

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

April 14, 2026

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026

Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

April 19, 2026

Go Tik Swan: Dia Tionghoa, Tapi Jadi Jawa Sejati

April 19, 2026

Perempuan Indonesia Sudah Maju, Masih Diragukan?

April 19, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id